
Pyu Du lansung membawa masuk Xhin ke dalam ruangan untuk belajar menempa senjata.
"Master kenapa tempat ini sangat sepi, kemana semua para murid di kelas penempaan" ucap Xhin bertanya.
karena sedari tadi berjalan dia tidak melihat adanya satupun murid dan saat dia menyebarkan kesadarannya dia hanya menemukan dua orang yang berada di ruangan yang akan mereka tujuh.
"Itu karena tidak ada kultivator yang berminat untuk belajar menempa senjata, mereka lebih memilih untuk berkultivasi dari pada menempa senjata dan juga ada sedikit kesulitan untuk menempa sebuah senjata Spirit, karena untuk menempa sebuah senjata Spirit, penempa harus memiliki penguasaan elemen api setidaknya sampai tingkat 5" Jelas Pyu Du
"Karena di kekaisaran ini kekuarangan kultivator yang memiliki elemen api, jadi Teknik penempaan sangat sulit jika dibandingkan dengan teknik penyulingan Pill, untuk menyuling sebuah Pill Alkemis hanya membutuhkan pemahaman elemen api tingkat kedua dan sisanya bergantung dari teknik penyulingan. Berbeda dengan menempa senjata spirit, semakin tinggi pemahaman elemen api maka semakin bagus. jumlah murid yang bergabung dengan kelas penempaan senjata hanyalah dua orang dan di tambah denganmu menjadi tiga orang" lanjutnya.
"Heheh... selulit kah itu untuk menempa sebuah senjata Spirit, aku sangat senang Jikalau merasa tertantang seperti ini" ucap Xhin.
mendengar ucapan Xhin, Pyu Du seketika tersenyum kecil. dia sangat mengagumi pemikiran Xhin yang suka pada tantangan.
"Eh... tapi ini pertama kalinya loh... seorang murid elite mau datang untuk belajar menempa senjata" ucap Pyu Du.
"Tidak senior, Aku hanya ingin memberikan sebuah senjata tingkat ilahi untuk calon istriku,
tetapi calon istriku hanya mau menerima Jikalau aku yang membuatnya sendiri" ucap Xhin beralasan.
"Kamu memang lelaki sejati yang mau bersusah payah demi seorang wanita yang dicintai" ucap Pyu Du menepuk pundak Xhin.
Tidak alam kemudian mereka berdua telah sampai di ruangan penempa senjata.
Terlihat ada banyak sekali tungku penempa yang dan hanya dua tungku yang di gunakan oleh kedua murid lainnya yang sedang belajar menempa.
"Baiklah, aku akan mengajarimu cara untuk menempa sebuah pedang" ucap Pyu Du membuka sebuah tungku penempa, Pyu Du lalu s.
"Langkah pertama dalam menempa sebuah pedang yaitu, Kamu harus bisa menyatukan hati dan pikiranmu, biarkan perasaanmu mengalir pada saat kamu menempa pedangmu. Semakin tinggi emosimu maka semakin kuat pedang yang kamu buat dan juga pedang itu akan sangat di taklukan. Hanya sang penempa sajalah yang bisa menjinakkan pedang itu, atau kamu harus bisa mendapatkan pengakuan dari pedang itu sendiri" ucap Pyu Du.
"Yang kedua yaitu, nyalakan tungku menggunakan api spirit, setelah itu masukan bahan yang akan kamu buat menjadi sebuah pedang menggunakan tang sebagai penjepit. Setelah bahan yang kamu gunakan telah berwarna merah itu tandanya bahan itu telah melunak dan sudah siap untuk dibentuk" ucap Pyu Du menjelaskan.
"Setelah itu kamu harus terus menumbuk menggunakan palu untuk membentuk senjata yang akan di buat. Bisa juga dengan meleburkan bahan tersebut lalu menggunakan cetakan untuk membuat bentuknya. jikalau sudah mendapatkan bentuknya, kamu hanya perlu mengasah untuk menajamkan pedang tersebut. Setelah itu kamu harus meleburkan beberapa logam yang mengandung esensi langit untuk meningkatkan tingkatan senjata" lanjutnya.
"Master, apa itu esensi langit dan bagimana cara meleburkan logam untuk mengambil esensi itu sendiri" ucap Xhin bertanya.
"Esensi yang terkandung dalam logam ada dua jenis yaitu esensi langit dan esensi semesta. Esensi langit sangat gampang untuk ditemukan tetapi tidak dengan esensi semesta, karena esensi semesta hanya berasal dari baja semesta yang berasal dari ruang angkasa" jawab Pyu Du.
"Meleburkan baja semesta untuk di ambil esensi semesta sangatlah susah, karena si penempa harus memiliki penguasaan elemen api tahap puncak" lanjutnya.
"Ini hanya susah-susah gampang" batin Xhin.
__ADS_1
"Aku akan menunjukan cara menempa dan sisanya kamu harus berusaha sendiri" ucap Pyu Du.
Pyu Du lalu menyalakan tungku penempa dengan menggunakan api biasa tetapi memiliki intensitas tinggi, hampir setingkat dengan api Qilin.
Setelah itu Pyu Du memasukan sebuah besi yang berukuran persegi panjang kedalam tungku, beberapa saat menunggu kini besi tadi telah berwarna merah menyala.
Pyu Du lansung mengeluarkan besi itu dari dalam tungku menggunakan penjepit, penjepit di pegangnya menggunakan tangan kiri dan satu lagi tangan kanannya memegang palu.
Tang!!
Tang!!
Tang!!
Terdengar suara dentingan besi yang beradu, suara itu berasal dari Pyu Du yang sedang membentuk pedang menggunakan palu tadi.
Pyu Du kemudian kembali memasukan besi tadi kedalam tungku, setelah besi itu kembali berwarna merah Pyu Du kembali mengetok besi itu menggunakan palu.
Cara tersebut dilakukan secara berulang-ulang hingga besi itu terbentuk menjadi sebuah pedang.
Setelah itu Pyu Du lansung mengasah pedang itu hingga sangat tajam, Pyu Du kemudian memasukan beberapa biji besi kedalam tunggu.
Akan tetapi biji besi itu di kontrol menggunakan energi spirit, beberapa saat kemudian biji besi tadi telah mencair, Pyu Du kemudian memisahkan esensi langit dengan besi yang telah mencair.
"Ya hanya sedikit, tetapi dapat membuat pedang ini menjadi pedang Dewa tingkat rendah" ucap Pyu Du lalu memasukkan esensi langit kedalam pedang yang dibuatnya itu.
Seketika pedang tersebut bercahaya, tetapi tidak terlalu terang dan hanya sesaat.
"Pedang dewa Tingkat rendah telah jadi" ucap Pyu Du.
"Baiklah, Master tolong ajari aku memisahkan esensi dari besi yang telah mencair" ucap Xhin.
"Coba kamu nyalakan tungku menggunakan elemen api" ucap Pyu Du.
Hmm..
Xhin mengangguk-anggukkan kepalanya.
Srubb!!
Xhin lalu mengeluarkan api putih di telapak tangannya, melihat api putih milik Xhin, Pyu Du lansung terdiam beberapa saat.
__ADS_1
"Api putih, bagimana bisa kamu memilikinya" ucap Pyu Du bertanya kepada Xhin dengan raut wajah tidak percaya.
"Aku telah mencapai puncak pemahaman elemen api, jadi aku bisa menggunakan api putih" ucap Xhin dengan sangat santai.
"Puncak!! Memang pantas kamu tergabung sebagai anggota murid elite" balas Pyu Du.
"Nyalakan tungku itu" lanjutnya.
Xhin lalu memasukkan api putih kedalam tungku, akan tetapi sedetik berikutnya tercipta sebuah ledakan yang cukup besar hingga menghancurkan beberapa tungku lainnya.
BOOMM!!!
Uhuk... Uhuk...
Pyu Du dan kedua murid lainnya lansung berbatuk akibat menghirup asap yang sangat banyak akibat ledakan tadi.
"Untung saja ruangan ini telah dipasangi formasi pelindung kalau tidak, mungkin tempat ini sudah hancur" batin Pyu Du.
"Xhin, semua tungku di sini tidak dapat menahan panasnya api putih, jadi kamu coba pakai api biasa saja" ucap Pyu Du.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^Bersambung... ;)^^^