
Shan Dro lansung melesat memasuki tempat pertempuran dan di ikuti oleh yang lainnya, kecuali Xhin yang sedang duduk menikmati Pipe miliknya di kursi yang terbuat dari elemen Es.
Masing-masing dari mereka lansung memilih lawan mereka masing-masing, sedangkan Shan Dro lansung melesat menerjang Wei Dui Chang yang merupakan pemimpin tim dari Sakte Angin Musim Semi.
Trankkk!!!
Terlihat percikan api saat serangan Shan Dro di tangkis oleh lawannya.
"Brengsek... Apakah kalian juga ingin mati bersama mereka semua" ucap Wei Dui Chang menangkis serangan tiba-tiba dari Shan Dro.
"Heheh... Kalian yang akan mati, bukan kami" ucap Shan Dro lalu kembali menyerang Wei Dui Chang.
Shan Dro lansung menyelimuti Pedangnya dengan elemen Petir yang sangat kuat, tidak hanya pedangnya melainkan separuh bagian tubuh miliknya juga, sehingga meningkatkan kecepatan pergerakan Shan Dro.
Melihat ayunan pedang dari Shan Dro, Wei Dui Chang lansung melompat mundur kebelakang, tetapi saat dia melompat mundur Wei Dui Chang juga mengeluarkan empat Pisau kecil di sela-sela jari tangan kanannya.
"Badai Bunga"
Wei Dui Chang lansung melancarkan serangan balasan kepada Shan Dro, empat pisau kecil yang melesat itu seketika terlihat sangat banyak.
Shan Dro langsung menggunakan kaki kanannya untuk menumpu pada tanah, dia langsung melompat mundur kebelakang untuk menghindari serangan pisau kecil milik Wei Dui Chang yang terus tertancap di atas tanah tempat Shan Dro berpijak.
Melihat Shan Dro menghindari serangannya itu, Wei Dui Chang kembali mengeluarkan beberapa pisau kecil lalu di lemparkan ke arah Shan Dro.
"Sial... Sakte Angin Musim Semi memang pengguna senjata tersembunyi yang paling merepotkan" batin Shan Dro yang terus menghindari ratusan pisau kecil yang mengarah kepadanya.
"Bos... apakah kamu perlu bantuan?" terdengar suara yang sebelumnya tidak diketahui oleh siapapun selain Shan Dro dan ketujuh murid Elite yang lain terkecuali Xhin yang tidak di hitung.
"tidak perlu, pemalas sepertimu cukup berdiam saja di dalam bayanganku" balas Shan Dro sambil terus menghindar dari pisau kecil milik Wei Dui Chang.
"oghey..." balas orang tersebut lalu kembali diam di bayangan Shan Dro.
serangan Wei Dui Chang barusan sangat berbahaya bahkan ada juga peserta dari tim lain juga yang mati akibat terkena serangan nyasar dari Wei Dui Chang.
***
Di sisi lain
Zui Bo memainkan Double Stick miliknya dengan sangat lincah, Zui Bo bertukar serangan dengan salah satu anggota tim dari Sakte Tanah illahi yang bernama Rans.
Rans merupakan kultivator yang bertarung dengan tangan kosong, tetapi kedua tangannya di lapisi dengan elemen tanah sehingga kedua tangannya sangat besar dan keras, tidak hanya kedua tangannya melainkan hampir seluruh tubuhnya membentuk sebuah armor menyisakan kepalanya saja.
Hanya dalam beberapa menit saja keduanya sudah bertukar ribuan jurus, Rans sangatlah kuat tetapi jika untuk menghadapi Zui Bo, dia memang tidak bisa mengalahkannya.
Perbedaan tingkat kultivasi dan juga pengalaman bertarung jelas Zui Bo sangat unggul, karena Zui Bo merupakan salah satu dari anggota pembunuh milik Sakte Petir Langit yang sangat terkenal akan keganasan mereka.
Tetapi mereka hanya akan menjadi sangat liar jika berada di dalam pertempuran, walaupun mereka sangat ganas tetapi saat melihat Xhin sewaktu melakukan pembantaian, mata mereka lansung terbuka lebar, mereka lansung berpikir di atas awan masih ada awan lainnya dan juga keberanian mereka seketika tergoyahkan.
__ADS_1
Tetapi jika untuk urusan cabut mencabut nyawa, mereka masih dapat di andalkan... Apalagi Shan Dro yang berkedudukan sebagai pemimpin, dan juga permainan Double Stick Zui Bo tidak bisa di hadapi hanya dengan melapisi tubuhnya dengan elemen tanah saja.
Jreekk!!
Jreekk!!
Jreekk!!
Baamm!!!
Zui Bo menghantam kepala Rans yang telah di lapisi dengan armor elemen tanah, dengan salah satu bagian Double Stick hingga tercipta retakan yang memanjang dari kepala turun ke punggung Rans.
Akan tetapi Zui Bo juga terkena tinju Rans tepat di perutnya hingga dia terlempar beberapa langkah ke belakang.
Saat Rans hendak memperbaiki Armor elemen tanah miliknya, Zui Bo yang yang tadinya berada jauh darinya kini langsung melesat dengan sangat cepat ke belakang Rans.
Jreekk!!
Jreekk!!
Jreekk!!
Zui Bo lansung mendaratkan salah satu bagian Double Stick tepat pada retakan di armor elemen tanah bagian kepala Rans.
Bamm!!!
Ahhrrrklkk!!!
Terdengar suara jeritan Rans saat Armor elemen tanah miliknya dihancurkan oleh Zui Bo.
Zui Bo yang masih melayang di belakang Rans lansung memutarkan tubuhnya sambil mengayunkan Double Stick di tangan kanannya secara vertikal, dengan memegang salah satu bagian Double Stick.
Baamm!!!
Craaksss!!!
Kepala Rans lansung hancur seketika saat terkena Double Stick mikik Zui Bo, terlihat isi kepala Rans berhamburan di atas tanah, tubuh Rans Seketika terjatuh tak bernyawa.
***
Di sisi lain, di waktu yang sama.
Terlihat Jixi sedang melawan salah seorang peserta yang berasal dari Sakte Angin Musim Semi, yang bernama Hae Rlan.
Pertarungan keduanya terlihat seimbang karena keduanya sama-sama pengguna tombak.
Langkah kaki mereka sangat cepat, jurus-jurus yang mereka lancarkan sangat mematikan bila salah satu dari mereka terkena serangan tersebut.
__ADS_1
Hae Rland memutarkan tombak di belakangnya kemudia lansung berpindah tangan dari tangan kiri ke tangan kanannya.
Saat tangan kanannya telah memegang tombak di belakang punggungnya, Hae Rland langsung melakukan gerakan menusuk ke arah dada Jixi.
"Badai Tombak"
Trankk!!
Serangan Hae Rland Seketika berhenti di depan tubuh Jixi, Hae Rland merasakan adanya pelindung transparan yang melapisi tubuh Jixi.
"Hukum Ruang? Xhin!" Ucap Jixi saat melihat serangan mematikan milik Hae Rland di hentikan oleh pelindung tipis transparan.
Jixi lansung balik menatap sekilas kearah Xhin, Sedangkan Xhin yang melihat Jixi menatapnya hanya tersenyum sambil menyumburkan asap dari mulutnya.
Sedangkan Hae Rland yang serangannya terhenti di depan tubuh Jixi hanya terbengong, dia seperti sedangan menusuk baja tebal yang sangat kuat.
"Artefak pelindung seperti apa yang dia pakai, kenapa serangan pamungkas milikku bisa di hentikan dengan mudah" batin Hae Rland.
Melihat Hae Rland terbengong, Jixi lansung mengayunkan tombaknya ke wajah Hae Rland.
Hae Rland yang terkejut dengan serangan Jixi itu, lansung bergerak dengan refleks membuang badannya ke belakang untuk menghindari mata tombak milik Jixi.
Untuk sesaat Jixi melihat keadaan sekitarnya dalam bentuk slow mo, mata tombak melewati permukaan mata kiri Hae Rland dan hanya berjarak sekitar 0,1 inci, akan tetapi saat mata tombak melewati bola mata Hae Rland... Beberapa urat rambut yang tergerai di depan wajahnya itu lansung putus seketika.
Raut wajah Hae Rland menjadi pucat setelah melihat mata tombak Jixi melewati depan matanya
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^
__ADS_1