
"Kegelapan tak berujung"
Slash!!
Disaat melihat adanya celah Xhin Langsung menebas kepala Gong Mei, akan tetapi itu adalah jebakan yang di buat oleh Gong Mei.
Dengan sangat cepat Gong Mei menghilang lalu muncul dari atas dan langsung menebas Xhin.
"Tebasan tulang Primordial"
Slash!!!
Arrrhkkk!!!
Gong Mei menebas sebelah mata Xhin secara vertikal, sebelah mata Xhin lansung pecah dan mengeluarkan darah yang sangat banyak, setelah di tebas Xhin langsung melompat mundur kebelakang saat berada di atas udara.
"Hahaha... Teruslah menjerit kesakitan, karena itulah yang ingin kudengar!!" Gong Mei
"Perbedaan kekuatan kita terlalu besar, kamu tidak akan mampu mengalahkanku!!!" Lanjutannya
"Benarkah!! Kamu sampai kapanpun tidak bisa mengalahkan seorang Dewa" ucap Xhin menyelimuti tubuhnya dengan api Emas.
Perlahan mata kirinya kembali beregenerasi dan hanya meninggalkan bekas luka di kulit wajahnya.
"Bagimana bisa dia bisa sembuh begitu saja, dan juga itu adalah api Emas yang sedang dicari tuan Dante" batin Gong Mei yang sedang tertawa tetapi raut wajahnya berubah seketika.
"Yang bisa membunuh Dewa cuman seorang Dewa, bukan manusia fana sepertimu" ucap Xhin sambil mengumpulkan sisa energi spirit miliknya lalu Xhin memunculkan api hitam di tangan kanannya.
walaupun api Hitam yang Xhin keluarkan hanya kecil tetapi intensitas api Hitam tersebut sangatlah panas.
"Ledakan Api Hitam"
Xhin melancarkan bola api seukuran bola bisbol kepada Gong Mei, bola api tersebut melesat dengan sangat cepat sampai-sampai tidak sempat dihindari oleh Gong Mei.
Booomm!!!
Tercipta ledakan besar beserta gelombang kejut yang terjadi di atas langit, awan hitam yang sebelumnya berkumpul kini hilang akibat ledakan tersebut.
Arrrhkkk!!!
Gong Mei terjatuh dari langit sambil menjerit kesakitan akibat terkena serangan dan juga karena api hitam terus membakar tubuhnya.
__ADS_1
Terlihat kulitnya mulai terkupas saat tertiup angin, Gong Mei terus menjerit kesakitan akibat terbakar api Hitam.
Api hitam terus membakarnya dan tidak berhenti, seluruh tubuhnya diselimuti oleh api hitam.
Tidak butuh waktu lama Gong Mei seketika berubah menjadi abu, bahkan tidak menyisakan tulang sedikitpun, tubuh Gong Mei yang menjadi abu kemudian menghilang saat ditiup angin sebelum tubuhnya menyentuh tanah.
Liu Gao menjadi ngeri saat melihat kekuatan Xhin, seketika Xhin terlihat bagaikan seorang Dewa di mata Liu Gao, walaupun Liu Gao telah mendengar perkataan Gong Mei bawah Xhin merupakan Dewa yang bereinkarnasi tetapi dia tetap menganggap Xhin sebagai seorang Dewa.
Xhin perlahan-lahan terbang turun kearah Liu Gao, Ki Bo dan Lou Fang.
"Aku akan menyembuhkan racun di tubuh kalian tapi aku akan meditasi sebentar untuk mengembalikan energi spiritku" ucap Xhin.
Mereka berdua hanya melihat Xhin tanpa mengucapkan sepatah katapun, sedangkan Lou Fang masih tidak sadarkan diri.
Xhin menelan Pill regenerasi Spirit lalu melakukan meditasi, hampir dua menit meditasi kini Xhin telah mengembalikan setengah energi spiritnya.
Setelah selesai bermeditasi, Xhin lansung berjalan kearah Lou Fang dan Liu Gao, Xhin meletakan kedua tangannya di masing-masing tubuh mereka.
"Bertahanlah ini sedikit menyakitkan" ucap Xhin.
Xhin lalu menyalurkan api Emas kedalam tubuh mereka berdua, perlahan api emas menyelimuti tubuh keduanya.
Arrrhkkk!!!
Hampir setengah jam berlalu kini Xhin telah selesai menyembuhkan mereka berdua, kulit keduanya yang sebelumnya berwarna biru keunguan kini telah kembali cerah.
"Hormat kepada Dewa Xhin" ucap Liu Gao sambil berlutut.
"Paman tidak usah sehormat itu kepadaku, sekarang aku adalah manusia sama seperti paman Gao, jadi aku mohon berdirilah" ucap Xhin sambil berusaha mengangkat tubuh Liu Gao.
"Baiklah, sungguh suatu kehormatan bertemu dengan seorang reinkarnasi Dewa" ucap Liu Gao.
"Aku akan membuat Pill untuk menyembuhkan para murid yang sedang terluka" ucap Xhin lalu mengeluarkan tungku dari cincin penyimpanan.
Setelah itu Xhin mengeluarkan api roh lalu menyalakan tungku tersebut.
Xhin lalu memasukkan 1 ginseng 100 tahun, jamur ice 100 tahun, 10 Jahe yang berumur 500 tahun, 100 tangkai Rumput Lixin yang memiliki umur 10 tahun, 100 (Belatung) anak beast monster lalat hijau zamrud, batang hati agave.
Setelah seluruh bahan telah dimasukkan sesuai urutan, Xhin lalu memperbesar api roh untuk melarutkan bahan-bahan yang di masukan.
Setelah seluruh bahan telah larut menjadi esensi, Xhin lalu memisahkan esensi dari kotoran, Xhin kemudian meneteskan Darahnya ke dalam tungku tersebut.
__ADS_1
Xhin lalu mengeluarkan api emas untuk memurnikan esensi di dalam tungku, Seketika tungku mengeluarkan cahaya berwarna Emas.
Xhin lalu membagi esensi menjadi seribu butir Pill berukuran biji kacang.
Liu Gao begitu ternganga saat melihat Xhin membuat Pill, dia tidak menyangka Xhin juga seorang Alkemis tingkat tinggi.
"Tidak heran Xhin bisa melakukannya, bagaimana pun dia itu seorang dewa" batin Liu Gao.
Tak lama kemudian Lou Fang telah sadar, dia melihat Xhin sedang membuat Pill.
"Temanku! Apa kamu telah mengalahkan mereka semua" ucap Lou Fang
"Tidak.. bukan aku yang mengalahkan mereka semua tetapi Xhin, saat itu aku juga terluka parah akibat terkena racun wanita itu, untung tetua Ki Bo dengan sigap membuat formasi pelindung untuk melindungi kita, dan tak lama kemudian Xhin datang lalu membantai mereka semua" ucap Liu Gao menjelaskan.
Setelah selesai membuat Pill, Xhin membagikan Pill tersebut kepada Lou Fang, Liu Gao dan juga Ki Bo.
Mereka lansung berpencar memberikan Pill kepada murid sakte Serigala malam yang masih hidup, baik itu yang menderita luka tebasan, luka dalam atau pun racun.
Hampir enam jam kini mereka selesai menyembuhkan murid-murid yang terluka, Lou Fang tidak melihat keberadaan istrinya sedikitpun.
"Xhin apakah kamu melihat ibu mertuamu?" Lou Fang bertanya.
"Tidak ayah mertua, aku tidak melihat ibu mertua sedari tadi" ucap Xhin.
"Panther, datanglah" Xhin Mentelepati panther.
"Aku akan pergi mencari istriku, Jung lu mungkin belum jauh melarikan diri" ucap Lou Fang.
"Tunggu sedikit lagi, hewan spiritku bisa melacak keberadaan ibu mertua" ucap Xhin menghentikan Lou Fang yang hendak pergi.
Tidak butuh waktu lama, panther tiba-tiba muncul di belakang Xhin, terlihat raut wajah Lou Fang seketika berubah panik.
"Ayah mertua, apakah suatu benda yang masih memiliki bau atau aura dari ibu mertua" Xhin bertanya.
"Ini, ada pakaian Lou Hua yang masih aku simpan" ucap Lou Fang mengeluarkan sebuah pakaian dari cincin penyimpanannya.
"Aku tahu ke mana mereka pergi" ucap Panther setelah panther mengendus aroma pakaian itu.
"Ayo kita pergi" ucap Xhin.
Xhin menyelimuti tubuh Lou Fang dengan energi spiritnya lalu dia dan panther melesat pergi.
__ADS_1