
Para prajurit militer milik Jendral Wun Baie yang mati lansung di bangkitkan oleh Xhin menjadi pasukan bayangan hitam, begitu juga dengan pasukan milik keluarga Zuge yang mati, mereka semua di di bangkitkan oleh Xhin dan para murid Sekte Tanah Malam yang mati juga lansung dibangkitkan oleh Xhin.
"Kalian semua masuklah" ucap Xhin memberikan perintah.
Setelah semua bayangan hitam telah masuk ke dalam bayangan milik Xhin, Xhin lansung menghilangkan array Dewa yang dia buat itu.
Seiring dengan array Dewa yang memudar, Pilar Langit Lin Yue perlahan-lahan mulai terbang mendekati array Dewa milik Xhin yang terus memudar.
Dari atas ketinggian 10 tombak pilar langit menyapu pandangannya ke segala arah, "Di mana semua mayat tadi, kenapa mereka semua menghilang seolah-olah di telan lubang hitam" batin Pilar Langit.
Saat array Dewa memudar, Xhin sudah menghilang dengan menggunakan teknik teleportasi ke atas atap rumah tempatnya berdiri tadi.
***
Di tempat lain
Master sekte Tanah Malam juga ikut andil dalam pertemuan tiga kubuh berbeda tersebut, master sekte Tanah Malam yang berada di Heavenly Immortal dua kini terus membantai para kroco-kroco dari pihak Jendral Wun Baie atau pihak Zuge Sha tanpa pandang bulu sambil sesekali menganggu pertempuran kedua orang itu dengan diam-diam melancarkan serangan ke arah kedua orang itu.
Pilar Langit yang tadinya penasaran dengan tumpukan mayat yang menghilang tiba-tiba kini tidak lagi mempedulikan hal itu, Pilar Langit kini kembali memperhatikan pertempuran yang menurutnya lebih seru.
Saat keasikan menonton pertemuan itu, Pilar Langit Lin Yue lansung mendapatkan panggilan dari Kaisar Langit untuk kembali ke Istana Surgawi saat itu juga.
Setelah melihat Pilar Langit telah pergi bersama kedua prajurit langit, Xhin seketika lansung mengeluarkan pedang kesayangannya itu.
"Rebellion keluarlah"
"Pergilah, habisi mereka semua" ucap Xhin memberi perintah.
Swuusshh!!!
Pedang Rebellion lansung melesat dengan kecepatan tinggi ke arah para pasukan yang sedang bertempur.
Sclookkk!!
Scllookkk!!
Scllookkk!!
Hanya dalam satu kedipan mata, pedang Rebellion sudah menembus satu-persatu dada para prajurit kerajaan dewa tanah, pedang Rebellion dikendalikan oleh Xhin jadi pedang itu tidak pandang bulu lansung menembus tubuh siapa saja, baik itu sekte Tanah Malam maupun pasukan keluarga Zuge.
"Mundur!!!, Pasukan musuh mempunyai bantuan yang sangat kua..t!!" Teriak salah satu pemimpin pasukan milik Wun Baie sebelum dadanya juga dilubangi oleh pedang Rebellion.
__ADS_1
Pedang Rebellion menyerap energi spirit yang sangat banyak dari orang-orang yang dilubangi tubuhnya, hanya dalam satu batang dupa seluruh pasukan dari ketiga kubuh yang bertempur di bagian timur laut, sudut kota Kiwi telah di habisi oleh Xhin.
Pasukan Kerajaan Dewa Tanah yang di bawah kendali Wun Baie memang sangat banyak dan begitu mendominasi, tetapi para pasukan keluarga Zuge juga tidak kalah banyak karena kebanyakan dari mereka merupakan kultivator bebas yang di rekrut oleh Zuge Sha dan ada juga prajurit yang di bawah perintahnya.
Sedangkan satu pasukan dari kubuh ketiga yang merupakan murid dan guru, baik itu diaken atau pun penatua sekte Tanah Malam semuanya bertarung habis-habisan.
"Rebellion kembali" Xhin lansung memanggil Pedangnya kembali ke tangannya, setelah itu Xhin melesat ke arah pertempuran tiga orang yang mana dua orang saling menyerang satu sama lain dan yang satunya menjadi pengganggu dengan melancarkan serangan diam-diam.
Xhin kini berdiri di atas pilar bangunan dua lantai yang kini hanya tersisa sebuah pilar yang masih berdiri tidak jauh dari pertemuan mereka bertiga.
Xhin dapat melihat kalau pertarungan antara Zuge Sha dan Jendral Wun Baie lebih banyak bertukar serangan, sedangkan Master Sekte Tanah Malam seperti pengecut yang terus melancarkan serangan tersembunyi.
"Zuge Sha, tampaknya kamu sangat kesulitan untuk mempertahankan nyawamu, bagaimana mana aku menawarkan sebuah pilihan yang paling menguntungkan bagimu" ucap Xhin berdiri sambil memegang pedang Rebellion.
Aura yang di keluarkan pedang Rebellion membuat mereka bertiga terdiam sesaat setelah Xhin memanggil nama Zuge Sha.
"Bajingan..!! jadi kamu yang membunuh anankku!! Kamu juga yang membuat aku hampir mat-"
Bamm!!
Zuge Sha lansung mendaratkan pukulan yang dilapisi energi spiritual cukup padat di kepalan tangannya hingga membuat jendral Wun Baie terlempar ke atas tanah dengan jarak yang cukup jauh.
Walaupun master sekte Tanah Malam memiliki kemampuan yang paling rendah, tetapi master sekte Tanah Malam dapat bertahan dalam pertempuran itu karena dia tidak lansung menyerang, master sekte Tanah Malam lebih memilih menyerang mereka berdua saat keduanya sedang bertukar serangan.
Dapat di bilang master sekte Tanah Malam menyerang dari jarak jauh, dia terus menjaga jarak dari mereka berdua karena yang dia takutkan jika bertempur jarak dekat dengan keduanya, maka dapat dipastikan dia akan langsung tumbang dengan sangat cepat karena perbedaan kekuatan antara mereka sangat besar.
"Zuge Sha, aku menawarkan sebuah pilihan yang sangat bagus kepadamu, jika kamu bersedia maka aku akan membunuh kedua orang itu untukmu dan sebagai balasannya, aku akan membuatmu menjadi raja di kerajaan Dewa Tanah tapi dengan syarat kamu harus bersumpah untuk menjadi pengikut ku" ucap Xhin sekali lagi ke pada Zuge Sha.
"Ha..ha..ha.. anak muda, kamu membuat lelucon di waktu yang salah" jawab Zuge Sha dengan wajah yang dipenuhi dengan luka lebam.
Tidak ada yang mengenali wajah Xhin kecuali Jendral Wun Baie yang melihat siluet wajah Xhin dari giok pesan kematian, Zuge Sha nampak bingung karena dia baru pertama kali melihat wajah asli Xhin.
Xhin sebelumnya pergi mengikuti lelang di rumah lelang milik Zuge menggunakan wajah lain jadi dia tidak mengenali Xhin.
"Bagaimana... Kamu mau atau tidak?" Balas Xhin yang kembali meyakinkan Zuge Sha dengan raut wajah seriusnya.
"Tampaknya pemuda ini tidak berbohong, jika dilihat dari ekspresi wajahnya yang serius, aku yakin pemuda ini bukan pemuda biasa, wajahnya sama seperti poster buronan yang di keluarkan oleh Wun Baie dan mendengar perkataan Wun Baie barusan tentang pembunuhan anaknya dan juga wajah orang yang di carinya begitu mirip jadi tidak salah lagi kalau anak ini yang membunuh Wun Jinchi" batin Zuge Sha.
Jleebbb!!!
Arrhhkkk!!
__ADS_1
Master sekte Tanah Malam lansung Menancapkan pedangnya ke punggung Zuge Sha yang pikirannya teralihkan oleh Xhin.
***
Setelah mendengar konflik yang terjadi di kota Kiwi, Dewa tanah yang merupakan raja dari Kerajaan Dewa Tanah, lansung mengutus Penasihatnya untuk menghentikan pertempuran tersebut.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
^^^BERSAMBUNG...^^^
__ADS_1