
Terjadi retakan di dinding tembok saat Xhin mengangkat tombak membentuk pose untuk melemparkan tombak Hyperion Fury.
"Tombak Dewa"
Swuusss!!!
Tombak Hyperion Fury melesat dengan sangat cepat, seiring dengan lesatan tombak Hyperion Fury petir menyambar menghancurkan apa saja yang dilewatinya, angin akibat lesatan tombak membelah apapun yang berada di jalurnya begitu juga dengan tanah, walaupun kekuatan yang digunakan Xhin tidak sehebat sewaktu di kehidupan sebelumnya, tetapi tombak tersebut cukup membunuh ratusan orang dengan lesatannya.
Raja kerajaan Elf Biru menyadari bahaya mendekat, dia langsung menatap tombak yang sedang melesat ke arahnya, dengan sigap, Raja Elf Biru lansung berdiri di atas pelananya untuk mencoba menangkis serangan tombak tersebut.
Xhin tersenyum senang melihat raja kerajaan Elf Biru ingin menangkis tombak Hyperion Fury, walaupun hampir habis energi spiritual yang dia gunakan tetapi dia begitu senang melihat raja kerajaan Elf Biru tersebut.
"Matilah bodoh, Primordial Demon saja tidak mampu menghalau serangan tombakku, kamu malah ingin cari mati menangkisnya" ucap Xhin.
"Tebasan pembelah Langi"
Tranggg!!!!
Booomm!!!
Raja kerajaan Elf menebas tepat di mata tombak, akan tetapi ledakan yang sangat besar terjadi dengan petir merah menyambar kesegalah arah, radius ledakan yang terjadi sangat besar sehingga api hitam juga menyebar kesegalah arah dan membakar apapun dan tidak kunjung padam, diwaktu yang sama pedang tingkat langit miliknya hancur begitu saja, tetapi tombak Hyperion Fury terus melesat menembus tubuhnya, akibat ledakan tersebut tubuh raja kerajaan Elf Biru hancur tak tersisa.
Tombak Hyperion Fury terus melesat menghancurkan barisan pepohonan yang menutupi hutan kerajaan Elf Biru.
BOOOMM!!!
Kembali terdengar ledakan besar saat tombak Hyperion Fury menembus dinding tembok pertahanan kerajaan Elf Biru.
"Xhin, kekuatan tombak milikmu sangat menakutkan bahkan separuh pasukan Elf Biru mati seketika, kenapa kamu tidak menggunakannya sejak melawan monster yang kita temui' ucap Mao Le.
"Aku kurang tahu teknik menggunakan tombak, jadi aku hanya bisa menggunakannya dengan cara melempar begitu saja" ucap Xhin.
"Pasukan gelombang terakhir hancur begitu saja bersama raja mereka, kamu begitu hebat Xhin" ucap Ratu Nuwa yang muncul di samping mereka.
"Xhin, tombak itu buat aku ya.." ucap Mao Le.
"Tidak bisa, tombak itu terikat dengan jiwaku secara permanen, begitu juga dengan busur ini, ada juga pedang kesayanganku, jadi aku memiliki tiga senjata Dewa" ucap Xhin.
Xhin kemudian menelan Pill Regenerasi energi untuk memulihkan energi spiritnya.
Swuuss!!
Ledakan gelombang udara begitu kuat keluar dari tubuh Xhin saat menelan Pill Regenerasi energi.
"Pill begitu bagus tetapi hanya 30% energi spirit yang tersimpan, sisanya keluar begitu saja" ucap Xhin.
Xhin kemudian menarik busur Velrion.
"Xhin, kamu saja tidak memiliki anak pan-" ucap Mao Le terpotong saat melihat tiga anak panah terbentuk dari elemen Ice.
Ratu Nua, dan kedua anaknya juga tercengang dengan apa yang Xhin lakukan.
"Ratu, sebaiknya anda menarik pasukan yang sedang berperang" ucap Xhin.
"Hai.. prajurit, cepat beri tanda untuk menarik mundur pasukan" ucap Ratu Nua.
__ADS_1
Buooobbbb!!!
Prajurit Elf Hijau meniup terompet yang terbuat dari tanduk beast monster domba kuku besi.
Setelah mendengar tanda untuk menarik pasukan, Kini seluruh pasukan Elf Hijau semuanya lansung melesat mundur dengan cepat meninggalkan arena peperangan.
"Panah Ice Queen"
Swuuss!!
tiga panah Ice melesat dengan sangat cepat kearah pasukan Elf Biru.
Srraaagg!!!
Tanah sejauh satu Mill menjadi beku diwaktu yang sama ratusan pasukan Elf biru kini membeku.
Swoos!
Xhin kemudian menghilang dari atas tembok tempat mereka berdiri.
Xhin melesat dengan sangat cepat, saat sedang melesat dia mengeluarkan pedang tingkat menengah yang dia ambil dari Pagoda Lotus.
Sisa pasukan Elf Biru yang hendak melarikan diri kini di kejar oleh Xhin.
Slash!
Satu kepala terjatuh, kini mereka tidak lagi peduli dengan berpegang tetapi sekarang mereka telah berfokus untuk melarikan diri.
Slash!
Slash!
Slash!
"Bercinta dan membunuh, dua hal ini begitu menyenangkan" ucap Xhin sambil tersenyum menikmati pembunuhan yang dia lakukan.
Xhin kini lebih menggila, rasa haus akan membunuh kini semakin besar, dengan senyuman yang begitu indah, Xhin terus membantai mereka hingga tersisa satu orang terakhir.
"Ampun tuan ampun, saya mohon jangan bunuh saya, anak dan is-"
Slash!!!
Xhin menebas mulut prajurit Elf Biru hingga terputus kebelakang kepala.
"Cuh... Dengan kekuatan segini aku mau melawan Dante, Hahahaha...." Ucap Xhin sambil tertawa seperti orang gila.
"Aku mungkin akan mati dalam satu jentikan jarinya, aku harus lebih kuat lagi, mungkin tanpa senjata dewa dan juga jurus dewa kuno aku tidak ada apa-apanya, oh. Iya aku juga memiliki tiga elemen tingkat ilahi, aku ini begitu beruntung" lanjutnya.
Swuuss!!!
pangeran kedua kerajaan Elf Biru melesat dengan sangat cepat kearah Xhin.
"Manusia!!! kamu akan mati karena sudah ikut campur dalam peperangan kerajaan Elf, kamu juga sudah membunuh ayahku!!" teriak pangeran kedua kerajaan Elf Biru yang sangat marah.
"kalian kerajaan Elf Biru pantas mati terutama raja kalian, sifat serakah akan membawa kalian menuju kematian!!" teriak Xhin.
__ADS_1
"aku Fie Jintao sebagai pengeras kedua akan menyiksa mu hingga kamu menginginkan kematian sebagai hadiah terindah!!" teriak pangeran kedua.
Fie Jintao lansung melancarkan serangannya kepada Xhin.
"Pukulan Halilintar"
muncul naga petir melesat dengan cepat kearah Xhin dengan sangat cepat.
"Sial, serangannya sangat cepat" ucap Xhin yang tidak sempat menghindar.
Duaaar!!!
Xhin terpental beberapa puluh meter akibat terkena serangan Fie Jintao.
Uhuk... uhuk...
Xhin memuntahkan seteguk darah.
"Cih.. tingkat Expert memang sangat kuat" ucap Xhin.
Tanpa menunggu lama, Fie Jintao lansung melepaskan dengan sangat cepat kearah Xhin yang sedang telentang di atas tanah.
"Tebasan Petir Beru"
Fie Jintao lansung menebas leher Xhin, akan tetapi sebelum tebasan tersebut menyentuh kulit leher Xhin, Xhin lansung menggunakan hukum waktu untuk memperlambat waktu 100x lebih lambat.
Slash!
Duuaaarr!!!
ledakan petir sangat besar menghancurkan tanah tempat Xhin terlentang.
****
"Xhin" teriak Ratu Nuwa bersama dengan kedua anaknya.
"hahaha... dia kira Xhin akan mati semudah itu" ucap Mao Le sambil tertawa.
seketika pandangan semua orang teralihkan kepada Mao Le.
"kalian tenang saja dan amati pertunjukan hebat ini" ucap Mao Le.
****
"lumayan!! tapi masih sangat lambat" ucap Xhin yang muncul di belakang Fie Jintao.
"Bagimana bisa" ucap Fie Jintao bingung.
"satu serangan tidak bisa maka seribu serangan menantimu" ucap Fie Jintao.
"kamu akan merasakan sakitnya tinjuku" ucap Xhin.
"baiklah aku dengan senang hati menerimanya" teriak Fie Jintao.
"Pukulan Halilintar"
__ADS_1