
[Perputaran waktu di setiap dunia berbeda tuan, untuk kembali bereinkarnasi tergantung keberuntungan setiap jiwa, ada juga yang selama jutaan tahun baru bereinkarnasi, mungkin tuan kurang beruntung saat berada di jalur reinkarnasi jadi tuan terlambat bereinkarnasi]
"Semua ini tampak membingungkan, aku juga pernah bertemu bawahan Dante dan dia juga berkata kalau pedang Rebellion di curi ribuan tahun yang lalu, dia juga berkata kalau orang yang mencurinya melakukan pertempuran hebat dan dimenangkan oleh Dante. Orang yang dimaksud dari cerita itu adalah aku dan bagaimana cara bisa ribuan tahun yang lalu dan aku baru reinkarnasi beberapa tahun lalu" batin Xhin.
"Jika begitu, aku sudah melewati ribuan tahun untuk memasuki jalur reinkarnasi ke tiga dunia utama" lanjut Xhin membatin.
Xhin lalu melihat ke arah trisula dewa laut, "Yu'er, coba kamu cabut trisula dewa laut, itu milik ayahmu jadi kamu pasti bisa mencabutnya" ucap Xhin.
mendengar ucapan Xhin, Xiang Yu seketika menundukkan kepalanya, "Aku sudah berusaha untuk mencabut trisula dewa laut sebelumnya tapi tidak bisa, trisula itu seakan tidak ingin aku menggunakannya, aku juga sudah mencoba meneteskan darah di trisula itu tapi masih tidak bisa" jawab Xiang Yu.
Xhin kembali berpikir, jika Xiang Yu saja yang merupakan anak dari Dewa Laut saja tidak bisa di kenali oleh Trisula Dewa Laut, berarti hanya kekuatan lah yang dapat digunakan untuk menaklukkan trisula itu.
"Aku akan mencoba, siapa tahu kan bisa tercabut" ucap Xhin lalu berjalan ke arah Trisula dewa laut.
Saat tangan Xhin menyentuh trisula dewa laut, Xhin lansung di bawa masuk ke dalam dunia ilusi. Terlihat sebuah patung dewa laut yang sangat besar, tiba-tiba rantai-rantai besar melingkari tubuh Xhin.
"Apakah ini ujian yang diberikan oleh trisula dewa laut" batin Xhin.
Patung dewa laut lansung menyerap energi spiritual yang berada di dalam tubuh Xhin lewat rantai yang melingkari tubuh Xhin, "sial ada apa dengan patung gila ini, patung ini malah menyerap energi spiritual yang berada di dalam tubuhku" di saat yang bersamaan, muncul satu Monster laut, beberapa saat kemudian muncul satu lagi monster yang sama, beberapa saat kemudian muncul lagi dan para monster laut itu terus bermunculan.
Xhin merasakan niat membunuh dari para monster laut itu, tanpa di panggil pedang Rebellion lansung muncul di tangan Xhin. Saat Xhin mencoba melangkah maju, ribuan monster laut lansung berlarian ke arah Xhin untuk menyerangnya.
"Tebasan Bayangan"
Seketika muncul delapan siluet bulan sabit merah melesat ke arah ribuan monster laut.
Slasshh!!!
Slasshh!!!
Slasshh!!
Puluhan monster yang menyerang Xhin lansung mati dengan tubuh terputus menjadi dua bagian, Xhin terus melangkah maju sambil menarik patung dewa laut di belakangnya.
__ADS_1
Monster laut yang terus bermunculan lansung melesat menyerang Xhin, mereka bergerombolan mengeroyok Xhin dari segala arah, Xhin terus mengayunkan pedang Rebellion memotong para monster laut itu.
"Ini... Bukankah ini di dunia ilusi, tapi kenapa pedang Rebellion dapat menyerap energi spiritual dari tubuh monster-monster itu? Apa mungkin ini dunia semu di dalam trisula dewa laut?" Batin Xhin.
Xhin terus menerus mengayunkan pedang Rebellion menebas monster laut yang berada dekat dengannya, monster-monster itu seperti tidak ada habis-habisnya, mereka terus bermunculan menyerang Xhin dari segala arah.
"Masa bodoh dengan trisula dewa laut, dengan pedang Rebellion di tanganku maka dunia akan aku tundukkan" Xhin lansung melesat membantai monster-monster itu.
Ruang gerak Xhin terhalangi oleh rantai yang besar yang melingkari tubuhnya, Xhin sudah mencoba untuk melepaskan rantai itu tapi tidak bisa jadi terpaksa dia terus bertempur dengan rantai yang sangat berat melingkari tubuhnya.
Xhin terus bergerak maju, tapi pada saat dia melangkah mundur patung dewa laut juga seperti terdorong ke belakang, energi spiritual Xhin juga diserap dengan ganas oleh patung dewa laut itu.
"Patung biadab ini akan aku hancurkan" Xhin terlihat kesal saat energi spiritualnya di serap dengan sangat cepat.
***
"Sudah satu batang dupa berlalu, kenapa tuan muda Xhin tidak bergerak saat memegang trisula dewa laut?" Jendral Shao bingung karena sebelumnya tidak ada orang yang terdiam tanpa bergerak sedikitpun setelah memegang trisula dewa laut saat mencoba untuk mencabut trisula itu.
Mereka berempat menunggu cukup lama, beberapa saat kemudian tiba-tiba aura kematian merembes keluar dari tubuh Xhin, "Kalian berdua menjauhlah, adik yao'er ayok kita mundur, Xhin Gege sedang berkultivasi dan dia pasti bergerak mengandalkan insting tanpa kesadaran, kita bisa saja terluka" Xiang Yu lansung menarik tangan Yao Yao untuk menjauh dari Xhin untuk sementara waktu.
Ledakan energi spiritual keluar dari tubuh Xhin, gelombang kejut yang tercipta sangat kuat, akibat dari ledakan gelombang kejut itu menciptakan retakan di permukaan altar.
"Aura ini... Tingkat Heavenly Immortal, di usia semuda ini bisa mencapai tahap yang begitu tinggi" Patriak akademi kerajaan dewa tanah berdecak kagum saat mengetahui calon suami Xiang Yu memiliki bakat yang cukup tinggi.
***
Dunia semu trisula dewa laut.
Xhin Xhin dengan gila membantai ribuan monster yang terus bermunculan, monster-monster itu seperti tidak ada habis-habisnya, mereka bergerak untuk menyerang Xhin secara bergerombolan dan tidak ada habis-habisnya, pedang Rebellion menyerap energi spiritual sangat banyak dari monster-monster itu akan tetapi patung dewa laut juga tidak tinggal diam, patung itu terus menyerap energi spiritual milik Xhin dalam jumlah besar tanpa berhenti sedetikpun.
Hal tersebut terjadi berulang-ulang, Xhin terus menerus menebas monster-monster itu, awalnya langkah Xhin terkekang oleh rantai besar yang melingkari tubuhnya, tapi seiring berjalannya pertempuran itu Xhin kini tidak lagi seperti terkenang, dia mulai terbiasa dengan rantai yang melingkari tubuhnya itu.
Rantai itu sudah sangat berat dan di tambah dengan berat dari patung dewa maka beratnya sudah berkali-kali lipat tetapi Xhin tidak lagi merasa tertekan dengan beratnya rantai dan patung dewa laut.
__ADS_1
Energi spiritual yang di serap patung dewa laut dari tubuh Xhin sangat banyak, tanpa Xhin sadari mata dari patung dewa laut lansung menyala, tangan dari patung dewa laut tiba-tiba terangkat ke atas.
Xhin yang sedang bertempur kini merasa ada sebuah tekanan besar yang tiba-tiba menekan paksa tubuhnya, tidak hanya tekanan besar yang tiba-tiba muncul tapi dia juga melihat sebuah bayangan tangan berukuran raksasa di bawah kakinya, "bayangan tangan sebesar ini, apa mungkin tangan milik patung itu" Xhin lansung mengedarkan pandangannya ke atas dan benar saja, apa yg dia duga tadi kini terjadi.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG...^^^