
Raut wajah Hae Rland menjadi pucat setelah melihat mata tombak Jixi melewati depan matanya.
Hae Rland tidak tinggal diam, saat dia membuang badannya ke belakang untuk menghindari serangan Jixi, kaki kanannya langsung naik ke arah dagu Jixi.
Jixi yang menyadari serangan balasan Hae Rland tersebut, lansung melompat mundur beberapa langkah kebelakang menghindar.
"Kamu lumayan juga yah" ucap Hae Rland memuji.
"Kamu juga sama hebatnya dengan aku, aku akui kamu juga memang hebat tapi kamu lihat pria yang di sana" ucap Jixi menunjuk ke arah Xhin.
"Aku tidak akan termakan tipu muslihat mu b*ngs*t!!" balas Hae Rland.
"Apakah kamu bodoh... Aku adalah seorang petarung yang sangat menghormati lawanku dan tidak pernah bermain kotor saat melawannya" ucap Jixi.
Mendengar ucapan Jixi, Hae Rland langsung menatap ke arah Xhin yang sedang merokok.
"Siapa dia... Apa hubungannya denganku" ucap Hae Rland karena dia belum pernah melihat wajah Xhin.
Saat di lembah kabut tempo hari, Hae Rland tidak datang karena dia sedang sibuk mencari tanaman spirit, jadi dia belum pernah melihat wajah Xhin.
"Dia itu seorang kultivator yang sangat hebat, walaupun tingkat kultivasinya hanya berada di tingkat Immortal Emperor tetapi dia sangatlah kuat" ucap Jixi berbohong, karena Jixi ingin menjebak Hae Rland untuk menyerang Xhin.
"Jangan banyak omong kosong kamu, mana mungkin kultivator cacat seperti dia sangat hebat" ucap Hae Rland karena tidak bisa melihat tingkat kultivasi Xhin, jadi dia menyimpulkan Xhin kultivator cacat.
"Hey Bro, kamu urungkan saja niat kamu... Mana mungkin kamu bisa mengalahkan dia, jangan buat malu Sakte angin musim semi karena jikalau kamu bertarung dengan dia maka dia akan mengalahkan kamu dengan sangat cepat, mungkin hanya dengan sekali tebasan" ucap Jixi memanasi Hae Rland.
"Kamu dan semua ini orang di sini akan mati jika dia mengamuk, dia hanya memerlukan satu gerakan tangan untuk membunuhmu" lanjut Jixi membodohinya.
"Omong kosong macam apa itu... Mana ada kultivator lemah seperti dia bisa membunuhku dengan sekali gerakan tangan, baiklah... Aku akan membunuhnya terlebih dahulu setelah itu baru aku membunuhmu" ucap Hae Rland yang terlihat sangat percaya diri lalu melesat terbang ke arah Xhin.
"Terserah kamu" ucap Jixi saat melihat Hae Rland melesat kearah Xhin.
"Hihihi... Dasar goblok, kamu melawan Xhin sama saja dengan cari mati" batin Jixi sambil terkekeh.
Hae Rland melesat dengan sangat cepat kearah Xhin yang sedang berdiri menyaksikan pertempuran.
Xhin yang sedari tadi hanya berdiri kini telah melihat ada peserta yang berasal dari Sakte lain melesat kearahnya, akan tetapi dia tidak memperdulikan peserta tersebut.
Saat Hae Rland telah berada di depan Xhin, dia langsung mengayunkan tombaknya untuk menebas tenggorokan Xhin.
Xhin yang melihat serangan itu hanya berdiri di tempatnya, dengan dua jari Xhin langsung menghentikan tombak yang mengarah ke tenggorokannya.
"Tubuh pedang"
Dua jari Xhin seketika berubah menjadi sangat tajam, saat serangan tombak milik Hae Rland mendekati lehernya, Xhin langsung mengebaskan dua jari menangkis serangan tersebut.
__ADS_1
Traankkk!!!.
Hae Rland sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, dia tidak menyangka peserta yang berada di depannya ini berhasil menghentikan serangannya hanya dengan dua jari.
"Bagimana mungkin" batin Hae Rland.
"Hei... Apakah kamu goblok, aku tidak berbuat salah kepada kamu kenapa kamu malah menyerang aku" ucap Xhin sambil tersenyum mempermainkan Hae Rland.
"Cih... jangan sombong kamu" teriak Hae Rland yang ingin kembali menyerang Xhin.
Akan tetapi tubuhnya seketika terasa sangat berat, tombak di tangannya lansung terjatuh ke tanah.
Hae Rland sangat kesulitan untuk bernafas, dia tidak menyangka peserta di depannya ini memiliki tingkat kultivasi berada jauh di atasnya sehingga dia dengan mudah terkena tekanan energi spirit yang begitu kuat.
"Sial!!! Aku di bohongi orang itu, dia menyuruhku ke sini hanya untuk mati" batin Hae Rland saat mengingat percakapannya dengan Jixi di sela-sela pertempuran.
"Hei... Kenapa wajahmu sangat merah? Apakah kamu kepanasan? Kalau begitu akan aku dinginkan" ucap Xhin dan di detik berikutnya udara di sekitar Xhin terasa sangat dingin.
"Matilah bodoh" ucap Xhin yang langsung membekukan Hae Rland.
Di sisi lain pertempuran yang terjadi sangatlah besar, teman-teman Xhin telah mengalahkan lawan mereka masing-masing.
Para peserta yang berasal dari Sakte Angin Musim Semi telah mati semuanya, begitu juga dengan peserta dari Sakte Tanah ilahi.
Sedangkan Jixi terus menertawakan Hae Rland atas kebodohannya, sebenarnya bukan Hae Rland yang bodoh tapi Jixi saja yang pintar membodohinya.
"Kiko keluarlah" ucap Xhin manggil Beast spirit Phoenix Es miliknya.
Mendengar panggilan Xhin, Phoenix Es atau Kiko lansung keluar dari tubuh Xhin seperti adanya lingkaran portal di tubuhnya.
Kyaaakkk!!!
Terdengar suara pekikan Phoenix Es saat keluar dari tubuh Xhin.
"Hormat yang Mulia" ucap Kiko yang terbang mengelilingi tubuh Xhin.
"Kiko... Kamu kuberikan tugas untuk membantai semua yang berada di sana dan sisahkan yang menggunakan pakaian biru dan dua orang sana" ucap Xhin menunjuk Kai Loon dan Sei Xoji.
"Perintah Yang Mulia akan saya laksanakan" ucap Kiko lansung terbang melesat menuju ke tengah pertemuan.
Kyaaakkk!!!
Suara Phoenix Es bergema di atas langit, semua orang yang sebelumnya bertarung kini lansung terdia sambil menatap Phoenix Es tersebut.
"Hujan Tombak kristal Es"
__ADS_1
Seketika tercipta bunga Es yang sangat banyak di atas langit, akan tetapi dari bunga es itu kini berubah menjadi tombak Es yang sangat banyak memenuhi atas langit.
Langit yang tadinya terang, kini Seketika berubah menjadi sangat gelap, karena di penuhi dengan tombak kristal Es milik Kiko.
"Apa yang terjadi... Cilaka!!! Beast monster itu akan mengamuk" batin Shan Dro.
"Kalian semua, tarik mundur kearah Xhin" teriak Shan Dro.
Mendengar perintah dari Shan Dro, semua teman-temannya lansung menyelimuti seluruh tubuh mereka dengan elemen Petir untuk mempercepat pergerakan mereka.
Kai Loon dan Sei Xoji yang melihat Shan Dro yang lainnya telah mundur, mereka langsung mengikuti belakang mereka karena mereka yang membuka jalan untuk kabur.
Mereka berdua tertinggal jauh karena pergerakan Shan Dro dan yang lainnya sangat cepat.
Saat Kai Loon mengangkat wajahnya melihat ke atas langit, dia tiba-tiba terkejut karena ribuan tombak Es melesat turun dengan sangat cepat.
Tsuuk!!
Tsuuk!!
Tsuuk!!
Sraaagg!!!
Ratusan peserta tersisa yang ingin melarikan diri lansung mati tertusuk-tusuk hujan tombak Es milik Kiko.
Saat tombaknya Es menembus tubuh mereka, tubuh mereka seketika lansung membeku, bukan hanya tubuh mereka tetapi tanah sekitar mereka juga membeku, hingga tercipta lapisan Es tebal di permukaan tanah.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
|
^^^BERSAMBUNG... :)^^^