
Setibanya di sana Xhin lansung melepaskan pakaiannya dan lansung menyebur ke dalam danau, "energi spiritual dari air suci memang berbeda, tapi untuk sekarang aku tidak perlu menyerap habis energi spiritual di danau ini, akan sia-sia kalau harta berharga yang sulit di temukan seperti ini di habiskan sekarang, tapi aku akan kembali ke danau ini saat aku ingin membentuk Piringan Dewa ku" batin Xhin yang terus membersihkan tubuhnya.
Air danau itu membuat kulit Xhin kini semakin halus setelah berendam di dalamnya, kulitnya juga kini terlihat semakin bersinar saat pantulan cahaya matahari mengenai air yang membasahi tubuhnya.
Setelah selesai mandi Xhin lansung, Xhin kembali mengenakan pakaiannya, sebelumnya kembali ke dunia dewa, Xhin melesat pergi ke arah boneka humanoid miliknya.
Xhin kini melihat boneka humanoid miliknya masih terus melakukan pekerjaan mereka, "aku akan kembali ke dunia dewa, kalian semua terus kerjakan pekerjaan kalian, aku akan sering-sering ke sini tapi hanya dalam beberapa ratus tahun jadi kalian jangan bermalas-malasan"
"Baik tuan" jawab semua boneka humanoid.
Xhin lalu membuka protal untuk kembali ke dunia naga.
Setelah keluar dari dunia naga Xhin menyadari kalau waktu di dunia dewa hanya termakan beberapa menit saat dia pergi ke dunia naga, "satu tahun tanpa tidur di dunia naga membuat ku lupa kalau aku sudah mengatur ulang waktu di sana" batin Xhin yang sudah berbaring di ranjang, dia telah melepaskan bajunya yang tidak lain Jubah Emas lalu di simpan ke dalam cincin penyimpanan jadi dia tidur bertelanjang dada.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Xhin untuk sampai di dunia mimpi, Xiang Yu dan Yao Yao juga masuk ke dalam kamar setelah mereka telah kembali setelah jalan-jalan berkeliling ibukota kerajaan dewa laut.
Kedua wanita itu lansung berbaring di samping kiri dan kanan Xhin, sambil memeluk Xhin kedua wanita itu juga telah melangkah ke dunia mimpi.
waktu berjalan sangat cepat setelah kedua wanita itu merebahkan tubuh mereka untuk menjelajahi dunia mimpi, matahari pun kini kembali menunjukkan sinarnya.
Tok.. tok.. tok..
"Tuan Putri, sarapan pagi telah di siapkan, air panas untuk mandi juga telah di siapkan untuk tuan putri, nona Yao Yao dan calon suami tuan putri" terdengar suara pelayan perempuan dari balik pintu.
Mendengar ketukan pintu Xiang Yu lansung terbangun dari tidurnya, dia dengan malas berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu kamarnya.
"Selamat Pagi Bibi Dong, kami akan kesana setelah membangunkan mayat itu" ucap Xiang Yu menunjuk ke arah Xhin yang masih tertidur pulas.
Plakk!!
Yao Yao yang masih tertidur tidak sengaja membalikkan tangannya mengenai wajah Xhin dengan keras.
"Hehehe... Bibi Dong bisa lihat sendiri kan, tangan adik yao'er dengan keras menghajar wajahnya saja tidak membuatnya terbangun" ucap Xiang Yu.
"Apa tuan muda tidak merasakan sakit, kulit tuan muda terlihat sangat halus jadi lebih baik tuan putri mengobati tuan muda dari pada meninggalkan luka lebam di wajahnya" ucap bibi Dong yang terlihat khawatir.
__ADS_1
"Bibi jangan tertipu dengan penampilan Xhin Gege, kulitnya memang terlihat sangat halus tapi kulitnya itu mungkin sangat keras melebihi semua orang di pulau dewa laut, kalau bibi tidak percaya bibi lihat baik-baik" ucap Xiang Yu mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan.
"Adik Yao'er kamu bangunlah, aku mau membangunkan Xhin Gege" ucap Xiang Yu membangunkan Yao Yao.
Saat Yao Yao membuka matanya, dia melihat Xiang Yu sedang memegang Pedangnya, Yao Yao juga dapat melihat bibi Dong di depan pintu.
Yao Yao lansung mengetahui apa yang akan di lakukan oleh Xiang Yu setelah dia melihat Xiang Yu telah menyelimuti pedangnya dengan energi spiritual.
"Tebasan Membelah Ombak"
Xiang Yu lansung mengayunkan pedangnya ke atas dada Xhin.
Traankk!!!
Pedang Xiang Yu lansung menghantam keras tubuh Xhin hingga terdengar suara keras logam saling membentur, Xhin yang masih tertidur lansung terbangun.
Ranjang mewah itu seketika hancur berantakan, kulit Xhin terlihat luka goresan kecil yang mengeluarkan sedikit darah "Yu'er, apa kamu ingin membunuhku? Apa kamu ingin menjadi janda sebelumnya kita menikah?" Teriak Xhin setelah terbangun dari tidurnya.
Bibi Dong hanya ternganga melihat cara tuan putri membangunkan calon suaminya, "Hantaman pedang sekeras itu hanya membuat goresan kecil di tubuhnya dan..." Bibi Dong terdiam saat melihat luka goresan itu tertutup dengan sangat cepat.
"Tuan Putri sangat mirip seperti bibi sewaktu muda dulu, tidak hanya cantik tapi sangat pandai memilih calon suami yang tampan dan berkemampuan tinggi" jawab bibi Dong.
"Hmp.." Xiang Yu hanya mengangguk mendengar ucapan bibi Dong.
Karena mereka bertiga telah bangun, tidak menunggu lama mereka bertiga langsung pergi mandi, Xiang Yu dan Yao Yao mandi bersama sedangkan Xhin mandi sendirian di tempat pemandian laki-laki.
Selesai mandi Xiang Yu dan Yao Yao lansung menuju ke ruang makan, sedangkan Xhin baru saja datang bergabung di meja makan bersama kedua calon istrinya.
Xiang Yu telah berpikir sebelumnya kalau Xhin bakalan memusnahkan keluarga Dao dan para pengikut yang berada di belakangnya, tetapi Xiang Yu juga tau kalau pendukung jendral Dao Sing sekitar 70% penduduk di kerajaan dewa laut, jika Xhin menghabisi mereka semua maka hanya akan tersisa separuh penduduk dari kerajaan dewa laut.
"Xhin Gege, apa yang kamu lakukan selanjutnya setelah kamu mengalahkan Dao Sing" ucap Xiang Yu dengan mulut yang masih di penuhi dengan makanan.
"Aku akan kasih sebuah kesempatan untuk tunduk dan berhenti melakukan pemberontakan, itu pun tergantung mereka juga, kalau mereka tidak mau dan memilih untuk mati yah... aku matiin kan gampang" jawab Xhin yang terus memasukkan sup panas ke dalam mulutnya.
Mendengar jawaban dari Xhin, Xiang Yu terdiam sesaat, "Semoga saja mereka tidak keras kepala dan pintar melihat keadaan" ucap Xiang Yu lalu kembali meneruskan makannya.
__ADS_1
"Kak Yu'er, biarkan saja Xhin Gege yang menaklukkan mereka, orang-orang seperti mereka pasti juga akan lebih pandai melihat situasi, mereka tau kak Yu'er tidak mempunyai dukungan jadi mereka berpihak ke keluarga Dao" sahut Yao Yao.
"Tapi aku tidak suka orang-orang seperti itu, kalau untuk sekarang sih aku pasti memilih untuk mengampuni mereka, orang-orang yang pikirannya licik seperti itu paling bagus jadi pasukan yang bertempur di garis depan, tapi kekacauan yang akan terjadi bakalan lebih parah seperti peperangan, bisa di bilang akhir dari dunia dewa tapi sebelum itu aku akan memperkuat fondasi dunia dewa untuk menghadapi peperangan yang akan aku bawa" ucap Xhin lalu meletakkan sumpit dan mangkuk sup.
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG...^^^