
Keluarga Lou yang tersisa tidak sampai 100 orang, Xhin juga telah membuat jutaan Pill berbagai jenis untuk di jual.
Sebelum pergi Xhin juga telah memasang array pelindung tingkat ilahi untuk melindungi Sakte Serigala Malam, keluarga Lou, keluarga Ye dan rumah danau.
alsan kenapa Xhin memilih untuk memasang array dari pada formasi pelindung yaitu Jikalau menggunakan formasi pelindung maka akan membutuhkan batu energi murni dalam jumlah yang sangat banyak dan juga akan sangat boros.
Maka Array pelindung lebih bagus dari pada formasi, Array pelindung milik Xhin berada di tingkat illahi dan juga selama Xhin masih hidup maka Array pelindung itu tidak akan bisa rusak maupun hilang karena tidak membutuhkan batu energi murni.
Dan juga tidak ada kultivator atau petarung di benua tengah yang bisa menggunakan teknik Array, jadi tidak ada orang yang bisa membuka Array yang dibuat oleh Xhin.
Hanya murid yang menjaga Gerbang dan master Sakte yang bisa membuka Array untuk membuat jalan keluar, karena penjaga gerbang memiliki satu token yang berisi tanda jiwa Xhin dan juga master Sakte yang memiliki tanda jiwa Xhin di dalam tubuhnya.
jadi intinya hanya orang yang memiliki tanda jiwa Xhin saja yang dapat masuk atau keluar sesuka hatinya, tidak bisa dipungkiri kalau Mao Le dan yang lainnya juga bisa.
Xhin juga memerintahkan Panther untuk melindungi kedua istri dan anaknya beserta Mao Le dan yang lainnya selama dia tidak berada di tempat.
kini Xhin dan Liu Gao sudah berada pelabuhan, mereka berdua akan pergi menggunakan kapal.
kedua istri, anak dan saudara Xhin yang lain juga mengantar kepergiannya.
"Rin'er, Lian'er aku pergi ya.. Zhu'er jaga kedua ibumu baik-baik selama ayah pergi" ucap Xhin memeluk mereka satu persatu.
"Mao Le, Long Ju aku pergi dulu! Ingat kalau aku balik kekuatan kalian sudah harus meningkat" ucap Xhin lalu berjalan menaiki kapal.
Xhin dan Liu Gao menaiki kapal menuju benua Hijau, karena Sakte Pedang Suci berada di benua Hijau.
Hanya butuh waktu beberapa jam kapal yang di naiki Xhin sudah tidak lagi kelihatan.
****
Di dalam kapal.
"Senior Gao, aku ingin berkultivasi untuk menaikkan tingkat pelatihanku" ucap Xhin lalu masuk ke kamarnya meninggalkan Liu Gao.
Di dalam kamar, Xhin mengeluarkan seribu batu energi murni yang tersisa dan ratusan batu mulia yang tersisa.
Setelah itu Xhin membuat Array penyerapan energi untuk menyerap energi yang terkandung dalam kristal energi murni dan batu mulia.
Xhin kemudian menelan sebutir Pill tingkat ilahi yang tersisa, setelah itu dia langsung meditasi.
__ADS_1
Hari terus berganti, Kini sudah dua Minggu Xhin bermeditasi, dia telah menyerap seluruh energi dalam Pill maupun kristal energi dan batu mulia.
Kapal yang Xhin dan Liu Gao naiki juga telah berlabuh di dermaga, Liu Gao juga ingin memberikan waktu untuk Xhin berkultivasi, dia tidak tahu kalau Xhin telah selesai berkultivasi.
Energi spirit dalam jumlah besar telah terkumpul di Dantian Xhin dan hanya tinggal menunggu waktu untuk naik tingkatan.
Bang!
Bang!
Bang!
Karena lonjakan energi spirit dalam jumlah besar yang membuat ledakan beruntun dari dalam tubuhnya, Xhin langsung berfokus untuk menjaga Dantian miliknya agar tidak terluka.
Peningkatan kali ini tidak seperti biasanya, mungkin karena dia akan membuat terobosan ke tingkat tinggi.
Ledakan terendam berlangsung cukup lama, 4 jam berlalu dan terdengar 15 kali ledakan teredam dari dalam tubuh Xhin, kini Xhin lansung menerobos ke tingkat Expert enam.
Xhin lansung menghilangkan Array penyerapan, akan tetapi Xhin merasa ada yang janggal.
Tok.. tok.. tok..
Dan benar saja Liu Gao tiba-tiba mengetuk pintu kamar yang ditempati Xhin.
Bam!
Xhin menabrak pintu kamar hingga hancur, Liu Gao begitu terkejut dan melompat mundur secara refleks.
"Senior, aku akan pergi mencari tempat untuk menerima Kesengsaraan Petir, kalau tidak kapal ini akan tenggelam!" Ucap Xhin.
"Kita sudah berlabuh, dan sekarang kamu lansung saja menuju pantai atau hutan terdekat, tetapi aku sarankan agar di pantai saja" balas Liu Gao.
"Aku pergi dulu senior dan aku minta tolong untuk melindungiku selama menerima Kesengsaraan Petir" ucap Xhin.
Setelah itu Xhin lansung melesat keluar dari kapal, Xhin lalu menuju pantai untuk menerima Kesengsaraan Petir karena pasir pantai yang sangat luas dan tidak ada orang yang berada di sekitarnya.
Dan juga hari sudah malam jadi Xhin juga tidak butuh banyak waktu.
Guurrr!!!
__ADS_1
Duar!!!
Kini langit yang penuh dengan bintang telah ditutupi awan gelap, sebelumnya rembulan bersinar terang kini telah ditutupi oleh awan hitam dengan suara gemuruh petir yang terdengar sangat kencang.
Duuaaarr!!
Tidak menunggu waktu lama, kini kesangsaran Petir pertama yaitu Petir ungu dengan ukuran sangat besar lansung menyambar tubuh Xhin.
Xhin tidak merasakan sakit apapun saat petir pertama mengenai tubuh Xhin, dan juga karena Xhin menerima Kesengsaraan Petir pada malam hari jadi tubuh Xhin terlihat sangat jelas setelah di sambar petir ungu
Setelah petir pertama menyambar tubuhnya, kini Xhin merasakan adanya energi yang sangat besar memasuki tubuhnya.
Liu Gao begitu tercengang saat melihat Xhin menghadapi Sambaran Petir ungu dengan ukuran sangat besar dan dia baik-baik saja bahkan tidak berteriak kesakitan.
"Tidak heran, dia itu Dewa yang kembali bereinkarnasi" batin Liu Gao.
Kini langit kembali memancarkan cahaya yang sangat terang, cahaya tersebut tak lain adalah kesengsaraan Petir yang kedua.
DUUAAARRTT!!!
Terlihat petir ungu berbentuk Serigala besar yang melesat turun ke arah Xhin, Xhin yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil menunggu.
Baaamm!!
Terlihat serigala petir menyambar tubuh Xhin, akan tetapi Xhin tidak terluka sedikitpun, hanya saja pakaiannya telah sedikit robek di bagian punggungnya.
Tubuh Xhin juga telah menyerap energi Petir dalam jumlah yang sangat banyak saat menghadapi dua Sambaran Kesengsaraan Petir.
DUUAAARRT!!!
Langit kini kembali bergemuruh, tempat tersebut seketika menjadi terang akibat Kesengsaraan Petir yang ketiga.
Xhin melewati Sambaran petir ketiga sampai Sambaran petir yang ketujuh dengan senang hati.
Langit di kota tersebut yang pada awalnya penuh dengan jutaan bintang, kini telah ditutupi awan petir dan juga orang-orang begitu terkejut saat melihat Xhin di sambar oleh petir ungu dengan ukuran yang sangat besar.
Bahkan beberapa petarung yang telah mencapai tingkat Expert juga sempat bingung, karena Xhin menghadapi ujian petir pertama yang pertama sampai ketujuh adalah Sambaran petir yang seharusnya menjadi Sambaran petir terakhir.
Tiba-tiba langit memunculkan kilatan cahaya berwarna Emas, dan benar saja kini muncul Petir Emas.
__ADS_1