GARA-GARA 3 MILLIAR

GARA-GARA 3 MILLIAR
22. Menaklukkan Mia


__ADS_3

Sudah sepekan Mia terkurung dalam rumahnya sendiri. Tak ada yang bisa dilakukan selain mengikuti semua agenda yang sudah disusun oleh Joko. Tak ada kesenangan yang bisa didapatkan, bahkan Hp mikiknya ikut di sita.


Sialnya, ayah kandungnya sendiri mendukung penuh apa yang Joko lakukan. Hanya ibunya yang ikut memprotes kebijakan Joko, tapi tetap tak bisa melakukan apapun sebab lagi-lagi Joko sudah memegang kartu As Mia. Ia benar-benar seperti burung yang terpenjara dalam sarangnya.


"Sampai kapan kamu akan melakukan semua ini oadaku? Mengurungku di kamar, hanya memberikan izin untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan oleh pelayan. Kamu benar-benar menyiksaku, Joko. Apa kamu tak punya hati, tega sekali memperlakukan aku seperti ini padahal aku sudah menaikkan derajat kamu. Lihatlah, sekarang kamu sudah jadi wakil direktur, jabatan yang tak semua orang bisa mendapatkannya. Apalagi untuk seorang lelaki yang kuliahnya saja tidak selesai seperti kamu!" pekik Mia.


"Kalau kamu masih belum bisa bicara yang sopan pada suamimu, maka kau akan semakin lama terkurung di sini!" Kata Joko dengan tegas, sambil memainkan Hp istrinya.


"Apa yang kau lihat dari Hp milikku? Ayo kembalikan! Apa kau tak malu, mengajariku tentang adab tapi kau sendiri tak tahu adab, membuka Hp orang lain tanpa izin."


"Kau bukan orang lain, kau adalah istriku dan aku berhak tahu dengan siapa saja kau berkomunikasi. Selagi kau masih belum bisa diatur, aku akan terus memperlakukan kamu seperti ini. Paham Mia! Sekarang belajar mengajilah dengan baik sebab nanti kau akan dites. Kalau belum lulus maka kau tak boleh nonton televisi."


"Apa? Kau tak bisa mengaturku terus menerus!"


"Bisa. Kau lupa siapa aku?"


"Apa pedulimu aku masuk surga atau neraka."


"Hah, kau benar-benar tak tahu? Dengar Mia, kukatakan sekali lagi, kau itu istriku. Setelah ijab kabul, kau adalah tanggung jawabku. Aku bisa masuk neraka jika tak bisa membimbing kamu. Makanya kuputuskan untuk mendidik kamu semaksimal mungkin agar nanti kau bisa jadi istri sekaligus ibu yang baik. Mengerti!"


"Surga, neraka? Hahaha, kau tak salah bicara? Lupa apa yang kita lakukan sebelum ini? Kau adalah kaki tanganku dalam melakukan kejahatan. Kenapa sekarang malah membicarakan neraka? Ahhh, naif sekali. Jangan sok suci lah!"


"Pernah melakukan kesalahan bukan berarti harus terus-menerus berada dalam keburukan. Sudah kukatakan saat kita akan menikah bahwa aku sudah berubah dan aku tak main-main dengan taubatku. Aku sungguh-sungguh Mia. Sekarang kau tak punya pilihan lain lagi selain menurut denganku. Ayo kita berubah sama-sama ke arah yang lebih baik. Semoga kita bisa jadi keluarga yang sakinah. Tentang kesalahan yang aku dan kau buat selama ini, akan kutebus hari ini!"


"Apa maksudmu?"


"Sudah, jangan banyak tanya lagi. Segera belajar..oh ya, satu lagi, kau harus mulai belajar mencintaiku, menerimaku apa adanya dab melupakan Ren sebab mulai sekarang Ren tak akan pernah lagi ada di hadapanmu. Mengerti!"


"Apa maksudmu?"


"Sudah kukatakan jangan banyak tanya!"

__ADS_1


"Joko, aku mohon jangan lakukan apapun yang membuatku marah!"


"Tak akan kalau kamu mau nurut! lupakan Ren! belajarlah jadi istri yang baik sebab sebentar lagi kita akan punya anak."


"anak? hahaha, anak siapa? kau kira aku mau menjadi ibu dari anak-anakmu?"


"Ya, harus. Sekarang diam dan kerjakan tugasmu!"


Joko berlalu keluar. Ia mempercepat langkahnya,naik ke atas mobil baru keluaran Eropa yang jadi hadiah dari mertuanya.


Apa yang dikatakan Mia memang benar, setelah menikah kehidupannya berubah seratus persen. Dulu ia hanya pemuda miskin, sekarang sudah punya istri anak orang kaya. Ayah mertuanya membelikannya rumah baru untuk ditempati bersama Mia. Ia juga diberi dana untuk merehab rumah ibunya, dibelikan mobil mewah dan dihadiahi saham sebesar sepuluh persen. Angka yang tidak kecil.


Begitulah kehidupan, kadang kita di atas, tiba-tiba bisa di bawah.


***


Mobil yang dikemudikan Joko melaju menuju salah satu cafe di daerah Jakarta Selatan. Ia langsung masuk ke dalam, memesan segelas minuman dingin sambil mengetik pesan untuk seseorang,memberi tahu dimana keberadaannya.


"Mia di rumah." jawab Joko, sambil mempersilahkan Ren duduk. "Ia tak akan datang ke sini sebab yang berkirim pesan denganmu sejak tadi adalah aku."


"Apa yang kau lakukan pada istrimu sendiri? Kau menyakitinya lagi?"


"Heh, kau itu bodoh atau terlalu naif? Padahal kau adalah salah satu mahasiswa dan bahkan dokter terbaik, tapi masa tidak bisa berpikir."


"Apa maksudmu?"


"Aku tak akan menjelaskan sekarang, tunggu lima menit lagi."


"Kenapa harus menunggu lima menit lagi? Jelaskan apa yang terjadi pada Mia? Kau pasti menyakitinya lagi? Penjahat, dia sudah baik-baik menjadikanmu suami, kalau saja ia tak mencintaimu sedemikian rupa maka sudah kulaporkan kau ke polisi."


"Diamlah Ren. Kau tak perlu mengumpat ku sekarang. Nanti, kalau mau bicara setelah ku ceritakan semuanya!"

__ADS_1


"Kenapa tak sekarang saja? Apa yang sedang kau rencanakan Joko? Kalau kau berani macam-macam pada Mia, maka aku akan mengahbisimu!"


"Ren, boleh aku bertanya. Apa kau akan melakukan hal yang sama jika istrimu diperlakukan seperti apa yang diceritakan istriku? Apa kau juga akan menghabisi orang yang pernah mencelakai bahkan membenci istrimu seumur hidupnya?"


"Kenapa kau jadi bawa-bawa istriku?".


"Sebab ini semua saling berkaitan. Kau harus buka pikiranmu baik-baik. Jangan gampang tertipu oleh pengakuan satu orang saja. Adillah. mengerti!"


"Kau tak perlu mengajariku. Aku tahu mana yang baik dan buruk!".


"Nyatanya tidak, Ren!"


"Tidak usah sok tahu!"


"Aku tahu banyak tentang kamu."


"Hahaha,entah permainan apa yang sedang kau mainkan, tapi aku sungguh-sungguh penasaran, awas saja kalau kau menyaktiki Mia maka kau tak akan selamat."


"Hati-hati kalau bicara, Ren. Lagipula Mia itu bukan tanggung jawab kamu. Ada yang lebih pantas kau perhatikan!"


"Apa maksudmu?"


"Sudah kukatakan, Mia adalah istriku, kalaupun benar aku melakukan kejahatan padanya, ada ayah dan ibunya yang bisa melaporkan aku. kedua orang tua Mia selalu rutin mengunjungi kami, minimal sekali sepekan. Bagaimana mungkin mereka tak bertindak jika outri semata wayangnya ku sakiti?


pikir juga baik-baik,Ren. ayahnya Mia memberiku sebagian kekayaannya. Bahkan aku dijadikan satu-satunya pewaris keluarga mereka, padahal ayahnya punya istri dan anak.


Kenapa begitu? sebab ia memeprcayaiku. ayahnya yakin aku orang baik."


"Kau melakukan tipu daya!"


"Ckckkc, aku kira kau benar-benar cerdas. Ternyata tidak. Baiklah,setelah pengakuan nanti, kau bolej tanyakan faktanya pada ayah mertuaku!"

__ADS_1


__ADS_2