Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Mesraan


__ADS_3

🌹Vote yeee ghauusss🌹


Inanti tersenyum gembira saat dirinya masuk ke 10 besar. Dia mendatangi Madelle dan memeluknya.


"Selamat ya, Nak. Minggu depan harus lebih optimal."


"Makasih, Mamah," ucap Inanti masih belum ingin melepaskan pelukannya.


Riganta ikut tersenyum, dia mengusap kepala menantunya. "Gimana kalau kita makan malam untuk merayakannya?"


Inanti melepaskan pelukan mendegar tawaran ayah mertuanya. "Mas Alan di mana ya, Mah? Beneran pulang?"


"Iya, soalnya Nadia tadi gak suka di sini. Tapi anteng kok, tadi Abang nelpon."


"Gimana nih? Mau gak makan di luar?"


Inanti menimang cukup lama, sampa akhirnya dia menggeleng. "Enggak deh, Pah. Kasian Mas Alan diikut, gimana kalau makan di apartemen aja? Nanti Inanti yang masak?"


"Boleh tuh."


"Anak anak ajak juga, Mah."


"Iya ini lagi di chat chip chup."


Kening Inanti berkerut melihat tingkah mertuanya.


"Mereka udah di depan katanya, kamu mau sama siapa, Nan?"


"Sama siapa aja, Inan mah bebas."


"Sama Mamah aja deh, biar ngobrol ngobrol yang tadi."


Inanti mengangguk setuju.


Di dalam mobil, Riganta menggeleng tidak percaya berada di depan sendirian. Istrinya di jok belakang bersama menantunya sedang saling bercerita.


"Tadi pake apa, Nan? Kok biaa gitu?"


"Lada hitam, Mah. Makannya ada sedikit pedes kata juri nya."

__ADS_1


"Ih… mamah bangga deh sama kamu, untung tadi Mamah foto kamu pas lagi masak. Mamah upload di instagram, nge-tag si abang biar semua tau bini nya hebat."


Inanti tersenyum mendengarnya. "Tapi katanya buat minggu depan, itu buat yang manis manis katanya. Tapi gak tau itu kabar dari mana, takutnya Inan udah belajar eh malah yang disuruh hidangan pembuka."


"Jangan cemas, tiap hari Mamah sama Chef Tuti datang ya. Selain dari masukan kami berdua, kamu berinovasi sendiri kayak tadi, Nan. Duh bangga deh Mamah sama kamu."


Inanti tersenyum manis merasa sangat bersyukur.


Dan saat sampai di apartemen, orang yang pertama kali dia cari adalah Alan. Inanti mendapati suaminya di kamar sedang hendak memakai baju. Dia memeluk Alan dari belakang sebelum pria itu memakai baju.


"Mas…."


"Ciee… yang menang? Aku dapat jatah dong, Yank?"


Inanti tersenyum. "Makasih ya, udah jaga Nadia."


Tatapan mata Inanti beralih pada bayi mungil yang memejamkan matanya di sana. "Makasih, Mas."


Alan sebelumnya merasa sesak dengan berita yang dia dengar. Tapi dirinya mencoba tersenyum lalu membalikan badannya menatap sang istri. Alan merangkup pipi Inanti.


"Aku suami kamu, Sayang. Aku sayang kamu. Barakallah untuk kemenangan kamu."


🌹🌹🌹


Setelah sholat subuh, Inanti kembali tidur. Berbeda dengan Alan yang menyiapkan roti bakar untuk dinikmati diatas kasur sambil menatap matahari terbit.


Saat masuk kamar, dia mendapati Inanti sudah bangun


"Yank, kok bangun?"


"Aku lupa, Mas. Mamah bilang mau ke sini."


"Jangan deh, Yank," ucap Alan yang ingin menikmati waktu berduaan dengan istri dan anaknya. "Aku mau berduaan sama kamu, sama Nadia."


"Eum…." Inanti menimang bingung.


"Bilang sama Mamah gak bisa yah."


"Iya, Mas."

__ADS_1


Saat Inanti akan membalas, ponselnya malah mati. "Yah, Mas. Batrenya abis, gimana dong?"


"Gak papa nanti aku yang chat Mamah, sekarang makan dulu nih."


Alan membuka tirai di samping istrinya dan membuka jendela lebar lebar hingga cahaya matahari yang mulai terbit terlihat.


Nadia masih tidur diantara selimut diantara mereka.


Inanti makan roti bakar buatan suaminya sambil melihat matahari terbit.


"Yank…."


"Iya?"


"Jangan tinggalin aku ya."


Inanti mengerutkan keningnya, dia mengadah menatap suaminya. "Ya enggak lah, kenapa aku ninggalin kamu?"


Inanti menerima susu yang dibuatkan suaminya. Setelahnya disimpan di nakas supaya bisa berpelukan kembali.


Namun, kemesraan mereka terganggu oleh ponsel Alan.


Terpaksa Alan memeriksanya.


Mamah : Abang, Inanti kemana? Kok gak bales?


Me : Lupa bilang, Inanti sama Nadia lagi Abang kantongin, Mah. Jangan datang, besok lagi kalau Abang ngantor.


Mamah : Gak bisa gitu dong, Mamah udah mau ke sana.


Me : Mamah tega misahin kita bertiga?



Mamah : Bisaan pisan! Nadia nya mana?


Me : Tidur, udah ya, mau mesra mesraan lagi. Assalamualaikum


__ADS_1


🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2