Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Tidur


__ADS_3

🌹Voteeee sebelum membaca ya sayang sayangku yang tersayang yang termuda tertua dan tercantik, jangan bikin Emak marah ya. Kayak gak tau aja, Emak kalau marah melebih rempongnya Kim seokJin.🌹


🌹Follow igeh emak dong di : @redlily123🌹


🌹Emak sayang kalian, tapi ajak yang lain ya.🌹


Vanessa diam saat mendengar penuturan suaminya, dia menunduk memainkan jemarinya membayangkan kalau dirinya tidak akan pernah bertemu dengan Inanti.


“Mereka maafin kamu, Sayang.”


“Tetep aja, Mas. Aku pengen ketemu sama mereka.”


“Kamu pasti ngerti gimana rasa sakitnya Inanti, orang kamu leadernya.”


Vanessa bukan tipe wanita baperan, dia hanya tersenyum. “Iya juga sih. Aku gak nyalahin dia gak mau ketemu sama aku. Harusnya aku nyadar diri.”


“Hah? Bukan gitu maksud aku, Yank,” ucap Judi membawa tangan istrinya untuk dia genggam.


“Enggak lah, emang gitu, Mas. Aku juga kalau kamu hamilin aku duluan, terus kamu seneng seneng sama cewek lain, aku disiksa secara bathin, terus pacar kamu bikin aku bayi aku meninggal. Kalau aku pasti udah gantung diri.”


Judi menatap bagaimana Vanessa menatap kosong, dia menarik napas dalam. “Gak usah maksa mereka, emang harusnya gini. Harusnya dari dulu aku nempatin diri di posisi Inanti biar gak ngotot.”


“Kan namanya juga usaha, lagian niat kamu baik,” ucap Judi membawa istrinya ke dalam pelukan. Dia mencium puncak kepala istrinya berulang kali. “Gak papa, kamu punya aku.”


“Jangan ninggalin aku ya, Mas.”


“Cie…., yang gak mau ditinggalin aku.”

__ADS_1


“Soalnya kamu itu tiket aku masuk syurga.”


Seketika senyuman Judi luntur, dia berdecak. “Iya, paham. Aku juga lagi mencoba menempatkan diri di posisi kamu.”


Vanessa tertawa, dia mengadahkan kepalanya. “Mau ciuman gak?”


Judi diam, dia tidak ingin melakukannya, karena jika berciuman maka harus berlanjut ke espisode selanjutnya.


“Ciuman aja, nempel doang gitu.”


“Pengen sih, tapi…..”


Vanessa merasa gemas, dia melihat sosok anak kecil dalam diri suaminya. Tidak tahan, Vanessa mencium pipi Judi dengan lembut.


Judi merasakan sapuan panas di tubuhnya, ini pertama kalinya berdekatan dengan perempuan. Apalagi Vanessa adalah istrinya yang seksi,


“Van,” rengek Judi.


🌹🌹🌹🌹🌹


Vanessa bangun lebih pagi, dia melihat suaminya yang kembali terlelap setelah sholat subuh.


Vanessa membuka ponselnya untuk melihat lihat artikel yang menampilkan cara cara supaya Rahim subur.


Sambil membaca itu, Vanessa duduk di sofa dengan jendela terbuka. Dia membaca sambil memakan cemilan yang semalam dibeli suaminya.


Ketika sedang asyik membaca dan makan cemilan, terdengar suara panggilan dari kamar, “Van? Kamu dimana?”

__ADS_1


Ternyata bayi besarnya sudah bangun. “Aku di sini, Mas. Lagi ngemil.”


“Kok udah ngemil aja sih?”


“Mas, lari yuk,” ajak Vanessa.


Judi menatap jam, ini masih jam setengah enam. Cahaya matahari belum keluar.


“Yuk, terus sarapan di luar. Kamu gak bikin jadwal kan buat pagi ini?”


“Enggak, jadwalnya ancur.”


Vanessa tertawa. “Sana cuci muka dulu, aku mau ganti baju.”


Beruntungnya, Judi juga membelikan baju olahraga muslim yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh, suaminya benar benar sudah menyiapkan semuanya untuk perubahannya.


Setelah berganti pakaian, Vanessa menyiapkan air untuk mereka minum nanti. Dia tersenyum bahagia, tidak biasanya olahraga bersama pasangan.


Dalam bayangannya, mereka akan bergandengan tangan seperti film film yang pernah Vanessa tonton.


“Mas….,” panggil Vanessa.


Tidak adanya jawaban membuat Vanessa berdecak. Yang benar saja cuci muka melebihi 20 menit.


“Mas.”


Dan saat melihat ke kamar, Vanessa melihat Judi sedang terbaring di atas ranjang. “Pantesan gak keluar, udah ngorok lagi aja.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TBC yaaaaaaa…..


__ADS_2