Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Masih jadi Rahasia


__ADS_3

🌹Kasih emak vote ya🌹


🌹Emak sayang kalian🌹


🌹Selamat membaca🌹


Judi menununduk mendengarkan apa yang Tante nya katakan, memang betul dia seharusnya tidak menutupi kebohongan itu. Tapi Judi benar benar merasa khawatir kepada bayi mereka.


“Jud, kamu itu salah. Bukan hanya bayi kamu yang harus kamu jaga, tapi juga istri kamu.”


“Judi akan jelaskan semuanya pada Vanessa nanti, Tan.”


“Kapan? Semakin lama kamu menutupinya, maka Vanessa akan semakin kecewa. Kebayang gak gimana kalau nanti Vanessa tahu bakalan gimana?”


“Vanessa bakal paham,” ucap Judi mengingat bagaimana istrinya itu telah berubah menjadi sosok yang lebih dewasa dan lebih memahami dirinya dalam segala hal.


“Jud, sakit hati itu gak kenal umur. Jangan kamu kira karena Vanessa udah dewasa dan lebih tua dari kamu, jadi dia bisa menghadapi semua masalah. Ini menyangkut ayahnya loh, satu satunya keluarga kandung yang tersisa dari dirinya.”


Judi mengusap wajahnya kasar. “Tapi Judi gak bisa pulang sekarang.”


“sebentar aja, nanti balik lagi ke sini.”


“Gak bisa, Tan. Semuanya suka mendadak. Perusahaan Judi lagi gak seimbang, Judi gak bisa pulang dengan hati yang masih gelisah.”


Tante Metry terdiam tidak bisa berkata kata, dia gagal membujuk Judi untuk pulang dan menyelesaikan masalah.


“Jud, masalah internal lebih penting.”


“Judi bakalan selesain semuanya, Tan,” ucap Judi menggenggam tangan Tante Metry. “Judi janji, tapi enggak sekarang.”

__ADS_1


Kemudian setelah mengatakan hal itu, Judi naik ke kamarnya meninggalkan Tante Metry yang masih bertanya tanya di sana. Beberapa pekerjaan membuat Judi terlena. Dia takut kehilangan harta dunianya, tapi tidak dengan harta yang bisa membangunkan rumah di akhirat kelak.


Tante Metry memilih untuk menghubungi ibunya sambil duduk tenang di sofa di sana. 


“Hallo assalamualaiku, Bu?”


“Waalaikum salam. Gimana, Met? Judi mau pulang?”


“Dia bilang mau nyelesain dulu masalah di sini, Bu.”


Terdengar suara gelisah Oma Asih di sana.


“Ibu tenang, Metry akan coba bujuk dia lagi ya.”


“Jangan kelamaan, kasihan Vanessa. Nanti mereka gak akur mau gimana?”


Oma Asih menarik napas dalam. “Paling telat seminggu, bantu dia, Met. Dia masih muda untuk bisa mendapat terjangan.”


“Akan Metry lakukan, Ibu.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Vanessa terbangun dari tidurnya, dia merasa kehausan yang sangat.


Karena dia kehabisan gula di kamarnya, Vanessa memutuskan untuk turun dan mengambil gula untuk membuat es teh hangat,


Saat menuruni tangga, Vanessa melihat Oma Asih yang sedang berbincang bincang dengan bibi pembantu. Mereka terlihat akrab, dan Vanessa senang akan hal itu. Dia senang jika Oma Asih memiliki teman yang membuatnya nyaman. Karena Vanessa berharap Oma Asih akan tetap tinggal di sini walau pun Vanessa sudah melahirkan dan anak anaknya tumbuh besar.


“Oma.”

__ADS_1


“Oh astagfirullah!” teriak Oma Asih kaget. “Kenapa kamu ngagetin, Van?”


“Mau ambil gula, Oma.”


“Oh Ya allah, maaf Nyonya saya lupa isi ulang.”


“Gak papa, Bi. Gak ngantuk juga. Lagi pada ngapain?”


“Nyerita aja, orangtua itu udah kayak punya feeling. Suka bangun bersamaan.”


Vanessa tertawa, dia menerima teh hangat dari bibi pembantu. “Terima kasih, Bi,” ucap Vanessa.


“Cepetan abisin, udah itu tidur sama Oma.”


“Cieee… Oma mau tidur sama Vanessa?”


“Iya, udah gak baik bumil bangun malam malam.”


Vanessa menengok menatap jam. “Sholat tahajud bareng?”


Oma mengangguk. “Ke sana duluan.”


Dan saat Vanessa menuruti perkataan Oma Asih dan berjalan lebih dulu ke kamar. Setelah Vanessa hilang dibalik pintu, baru Oma Asih berkata, “Simpan dulu rahasianya ya, Bi.”


“Baik, Nyonya Besar.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE

__ADS_1


__ADS_2