Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Surat


__ADS_3

🌹Vote sebelum membaca ya Ghaisstrong🌹


🌹Ig emak is : @Redlily123🌹


Judi tersenyum bahagia, dia akan pulang dan kembali disibukan dengan rengekan Vanessa. Entah kenapa, lambat laun setiap rengekan, dan Vanessa yang manja kini melekat bersama kesehariannya.


Sebelum pulang, Judi melihat lihat online shop, mungkin saja ada sesuatu yang akan disukai Vanessa. Sejak kemarin dia disibukan sehingga tidak jadi membeli buah tangan.


Pertama Judi melihat lihat pakaian, tapi dia terhenti. Keinginan terdalamnya menghrapkan istrinya menutupi lekuk tubuh indahnya dan membungkusnya dengan baik untuknya. Melihat lihat hijab, Judi ingin menghadiahkan itu pada Vanessa. 


Dan keyakinannya bertambah, Judi ingin tegas meminta istrinya menutup aurat. Oleh karenanya, Judi membeli beberapa pakaian muslim dari toko terdekat hingga datang dalam waktu beberapa jam.


Terdengar suara ketukan membuat Judi bergegas membuka, itu adalah sekretaris pribadinya Mile. Judi memang sengaja mengarahkan pengiriman ke kamar Mile.


“Pesanan anda, Tuan.”


“Bawa masuk.”


Dengan kesusahan. Mile membawanya masuk. Bukan hanya satu atau dua yang Judi beli, tapi puluhan.


Sesaat Judi berdeham, apalagi saat Mile menatapnya dengan kening berkerut. “Aku tau, ini terlalu banyak bukan.”


“Ingin diperiksa isinya, Tuan?”


Judi mengangguk. “Periksalah.”


Membuka satu persatu membuat Judi tersenyum bahagia. Semua pakaian itu persis seperti yang ada dalam gambar.


“Ini memang terlalu banyak,” gumam Judi yang tidak sadar memasukan semua belanjaan ke dalam keranjang virtualnya. “Kau mau sebagian, Mile?”


“Saya tidak punya seseorang untuk diberikan ini, Tuan.”


“Astaga, aku kalap. Tante Metry tidak memakai yang seperti ini.”

__ADS_1


“Mungkin anda bisa mengembalikannya.”


Judi terkekeh. “Kau ingin membuatku terlihat miskin?”


“Ya?”


“Sudahlah lupakan, ini untuk istriku. Kau boleh pergi.”


“Baik, Tuan.” 


Namun sebelum membalikan badan, Mile menatap Judi ingat dia memiliki sesuatu yang harus diberikan kepada majikannya.


“Ada apa, Mile?”


“Saya sudah mengirim dokumen.”


“Dokumen apa lagi? Apa harus ada rapat lagi dan sejenisnya?” tanya Judi kaget, pasalnya dia sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan istrinya. Dia rindu dengan semua perkataan Vanessa yang membuatnya terasa hidup.


“Ini dokumen tentang Nona Inanti yang anda inginkan.”


Dia menarik napas dalam.


“Apa anda ingin laporan bulan selanjutnya?” tanya Mile memastikan.


“Tidak usah, akhiri sampai di sini.”


“Baik, Tuan.”


Dan saat Mile pergi, baru Judi membukanya. Dia melihat anak buah Mile bekerja dengan sangat baik. Mereka mengawasi dari kejauhan, di sana Judi melihat Inanti hidup dengan sangat baik dalam lindungan suaminya.


Menghapus dokumen itu, Judi memilih untuk menghubungi Vanessa. Lama menunggu, istrinya tidak kunjung mengangkat telpon. “Apa yang terjadi dengannya?”


Kemudian Judi beralih untuk menghubungi Tante Metry, semuanya sama tidak ada jawaban. Judi mulai merasa tidak enak.

__ADS_1


“Kemana mereka? Apa yang terjadi?”


🌹🌹🌹


“Kemana Vanessa?” tanya Tante Metry saat pelayan itu turun dengan terburu buru. “Mana Vanessa? Apa dia sudah bersiap?”


Kali ini seharusnya Vanessa turun untuk sarapan. Namun, sudah lama Tante metry menunggu Vanessa yang tidak kunjung turun.


“Ada apa? Kenapa wajahmu begitu?”


“Nyonya Vanessa tidak ada di kamar, lemarinya kosong, Nyonya.”


“Apa?” tanya Tante metry merasa ini konyol. Dengan pelan dia melangkah menaiki tangga menuju kamar Vanessa.


Baru saat Tante Metry masuk, dia tidak mendapati Vanessa. “Vanessa? Van?” 


Tidak ada jawaban, dan benar lemarinya kosong. Meninggalkan jejak bahwa Vanessa telah pergi. “Dia lagi nge drama atau gimana sih ini?” tanya Tante Metry kesal.


“Van! Jangan main main kamu! Van! Kamu dimana!”


Dan teriakan Tante Metry terhenti saat melihat tiga buah amplop putih dengan masing masing nama Tante Metry, Oma Asih dan Judi.


Tante Metry membuka bagiannya, di sana tertulis :


*Tante Metry, terima kasih mau menemaniku dan menerimaku sebagai bagian dari keluarga. Aku sangat menyayangimu, Tan. Tapi Judi butuh wanita sempurna, wanita yang bisa melahirkan keturunannya dan wanita yang dia cintai. Judi harus merasakan rasanya jatuh cinta lagi, bersama perempuan yang dia sayangi.


Jangan khawatir, aku akan baik baik saja. 


Aku harap kita bisa bertemu lagi di lain waktu. 


Dan Tante, aku melakukan ini bukan karena tidak menyukai keponakanmu, aku sangat menyayanginya. Dan aku ingin yang terbaik untuknya.*


🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


__ADS_2