Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Akhirnya


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹IGEH EMAK DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹


🌹EMAK SAYANG KALIAN,SELAMAT MEMBACA.🌹


BULAN KELAHIRAN…..


Ini adalah bulan kelahiran Vanessa, dan itu yang membuat Judi tidak ingin meninggalkan sang istri di rumah. Sudah beberapa kali Judi bolos, membuat Mile selalu datang dan meminta Judi datang untuk menangani beberapa permasalahan.


Sayangnya Judi enggan juga, dia selalu mencari alasan dan mempercayakan semuanya pada Mile mengingat sekarang perusahaan sudah mulai membaik lagi.


Seperti saat ini, Judi kembali tidur setelah sholat subuh. Membuat Vanessa kesulitan untuk membangunkannya.


“Mas….., bangun,” ucap Vanessa yang mulai kesal.


Akhir akhir ini Judi semakin kekanak kanakan, dan itu membuat Vanessa khawatir, apalagi dia akan segera melahirkan.


“Mas, bangun ih.”


“Hmmmm?”


“Itu Mile ada di sini, dia minta kamu datang.”


“Aku mau jagain kamu,” ucap Judi melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang duduk di bibir ranjang.


Membuat Vanessa kesal dan melempar tangan Judi begitu saja, dia melangkah menjauh.


Dan itu membuat Judi bangun seketika, dia menahan Vanessa yang hendak keluar kamar.


“Sayang,” ucap Judi dengan pelan. 

__ADS_1


“Males ah aku ngomong sama kamu, awas dulu.”


“Maaf.”


Akhrirnya Vanessa membalas tatapan Judi. “Mas, aku mau lahiran. Kamu jangan kanak kanak gini dong.”


“Kanak kanak gimana? Aku Cuma mau jagain kamu.”


“Kan di sini ada Oma, kasihan Mile dari kemaren bulak balik ke sini buat minta tanda tangan kamu. Jangan gitu dong, kamu kan kerja juga buat aku.”


Judi terdiam. “Kamu kayak gak ngehargain aku yang jagain kamu.”


“Bukan gitu, Mas. Tapikan yang jagain aku ada Oma, ada bibi pembantu juga. Lagian kamu kalau jagain aku juga paling tidur tuh gak gerak gerak. Mendingan kerja, bukan Cuma duit yang jadi alesan, tapi bentuk tanggung jawab kamu sebagai pemimpin. Aku hargain banget, aku juga gak mau kamu pergi. Tapi ini udah berlebihan, udah beberapa hari.”


Judi menarik napas dalam. “Kalau gitu, ci⸻”


CUP.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Oma Asih yang melihat Vanessa menuruni tangga itu terlihat sangat ketakutan, dia datang dengan berkata, “Hati hati, Van, aduh itu perutnya bikin Oma ngilu. Pelan sih.”


“Ini juga pelan, Oma.”


“Kenapa gak tidur di bawah aja sih? Maunya di atas mulu, lagian Oma gak akan nguping kalau kalian lagi main.”


Seketika pipi Vanessa memerah. “Bukan gitu, Oma. Lagian kan kata dokter aku harus banyak jalan jalan.”


“Di tempat yang datar, Van, bukan kek gini naik turun tangga.”


Vanessa tersenyum, dia duduk di kursi ruang makan sambil melihat menu makan siang yang sedang disiapkan bibi pembantu. Untuk sarapan Vanessa selalu dibawakan ke kamar oleh sang suami.

__ADS_1


“Masak apa, Bi?”


“Sayur asem, kemarin Nyonya minta ini. Atau mau ganti, Nyonya?”


“Eh, enggak, Bi. Udah itu aja.” 


“Van, sini. Oma mau tanya?”


“Tanya apa, Oma?” vanessa menghadap pada Oma yang juga menatapnya. “Kenapa?”


“Judi tumben mau kerja.”


Vanessa terkekeh. “Aku ceramahin, Oma. Lagian dia gak kerja kerja enak banget gak tanggung jawab, kasihan Mile.”


“Tadi sama Oma manyun loh dia.”


“Gak papa, Oma. Biar dia tanggung jawab,” ucap Vanessa berdiri dan melangkah untuk memgambil jus.


Saat itulah Oma melihat baju bagian belakang Vanessa ada darah. “Van! Van!”


“Kenapa, Oma?”


“Darah,” ucap Oma menunjuk ke belakang pakaian Vanessa.


“Eh, kok?”


“Ketubannya belum pecah kan?”


Vanessa menggeleng. “Makan dulu ya, nanti ke rumah sakit.”


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTONUE


__ADS_2