Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Pengaruh buruk


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE, ULASAN SAMA BINTANG YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹


🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN.🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123.🌹


Oma Asih terlihat sangat panic, apalagi melihat Vanessa yang terbaring dan belum juga membuka matanya. Untuk yang kesekian kalinya, dia berkata, “Bi, panggilin dokter."


“Nyonya, anda memanggilnya lima menit yang lalu.”


“Kita harus tahu kenapa Vanessa gak sadar juga.”


“Nyonya Muda baik baik saja, dia hanya syok. Bayinya juga pasti kuat.”


“Aduh… apa yang harus saya bilang, Bi? Apalagi kalau dia tahu saya juga mengetahui tentang kematian ayahnya.”


“Tapi kita menyembunyikannya sesuai keinginan Tuan Judi.”


Mengingat kembali cucunya, Oma Asih merasa kesal. “Si Judi itu.”


Apalagi anaknya Metry telah mengatakan kalau Judi bertemu teman semasa sekolahnya saat kecil di Belanda, yakni Sean. Dan setahu Oma, jika mereka berdua bersama, Judi selalu menjadi sosok yang menyebalkan dan sedikit pembangkang.


“Nyonya juga harus istirahat, biar saya yang menjaga Nyonya Muda. Nyonya tidur saja.”


“bagaimana saya bisa tidur jika melihat cucu dan calon cicit seperti ini?”


Bibi pembantu itu juga kebingungan.


“Dan yang saya takutkan, nanti Vanessa tidak mau makan apapun. Bagaimana nasib cicit saya?”


Tidak ada jawaban, mereka sendiri bingung. Sampai Oma memiliki ide. “Oh iya, Bi, tolong beliin ubi ya buat jaga jaga. Di depan tadi ada.”

__ADS_1


“Baik, Nyonya.”


Oma Asih ingin memastikan kalau Vanessa nanti makan dengan baik, karena Oma menduga Vanessa akan mogok makan dan melakukan apa pun.


“Semoga saja Judi segera pulang.”


“Oma?” panggil Vanessa yang mulai sadar.


“Vanessa? Van, ini Oma.”


“Oma tau?” tanya Vanessa dengan mata berkaca kaca sambil mencoba mendudukan diri.


“Tenang dulu, Van. Jangan maksain duduk, tidur aja.”


“Oma tau kan?”


Oma terdiam menunduk.


“Kenapa Oma gak bilang?” tanya Vanessa dengan air mata berjatuhan. “Kok Oma tega sih? Kenapa gak ngasih tau Vanessa? Ini ayah Vanessa loh, keluarga Vanessa yang tersisa. Kenapa Oma tega?”


“Kapan Oma tau?”


Oma Asih diam mencoba melindungi Judi, supaya pernikahan mereka tidak terguncang.


“Oma, kapan Oma tau?”


Dan keterdiaman Oma malah menjelaskan semuanya, membuat Vanessa tertawa sambil menitikan air mata. “Kok Mas Judi tega?”


“Van, Judi akan jelasin semuanya. Untuk saat ini kita tunggu dulu kepulangannya, kamu jangan kayak gini.”


“Ini ayah aku loh, Oma. Ayanya aku.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Judi tertawa mendengar lelucon temannya itu. Kini mereka sedang berkeliling di kota Amsterdam menggunakan sepeda.


“Kenapa kau menikah?” tanya Sean temannya.


“Aku mencintai seseorang.”


“Kau mencintai istrimu?”


“Bukan, musuh istriku. Semuanya berjalan dengan aneh. Kapan kau akan menikah?”


“Aku masih muda, kenapa terburu buru?” tanya Sean dengan keningnya yang berkerut. “Kapan kita akan berkeliling dunia? Kau ingat saat kita kecil pernah berjanji seperti itu?”


“Yaps, tapi aku tidak bisa untuk saat ini. Aku akan jadi ayah.”


“Wow, aku tidak tahu bagaimana kau bisa menjadi pria rumah tangga.”


Keduanya tertawa sambil menelusuri sungai di sana. Dengan mata menatap ke langit, memperlihatkan bintang yang bertaburan.


“Kapan kau kembali ke Indonesia?”


“Entahlah, mungkin saat aku bosan dengan pacarku.”


“Kau benar benat diluar dugaan.”


“Aku tampan, kaya, apa yang tidak bisa aku lakukan?”


Judi terkekeh, dia berhenti sesaat untuk mengaktifkan ponselnya dan memberi kabar pada Mile.


Tapi tertahan saat sahabatnya itu mengambil ponselnya dan memasukannya ke dalam tasnya. “Tidak ada yang mengganggu. Ayolah, nikmati hidupmu, kau akan stress jika terus mengurusi keluarga.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2