Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Gagal


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak voteee ya biar emak semakin semangat.🌹


🌹Jangan lupa juga ajak yang lain buat baca ini novel receh ya.🌹


🌹Novel ini hanya didekasikan buat orang orang yang menyukainya, kalau tidak suka tinggalkan saja jangan nyinyir.🌹


🌹Ig emak : @RedLily123.🌹


“Yank….”


“Hm?” Vanessa menengok pada suaminya yang sedang menyetir. “Kenapa, Mas?”


“Aku tuh seneng banget,” ucapnya dan tidak ingin melepaskan senyumannya yang mengembang, membuat Vanessa tidak tahan untuk ikut tersenyum melihat suaminya yang bahagia. “Makasih, Sayang.”


“Sama sama, Mas. Kamu ngasih tau Oma Asih?”


“Iya, tapi kayaknya ke sini nya nanti lagi deh. Soalnya tanggung baru juga nyampe, usaha Oma masih terbengkalai. Paling kalau masuk empat bulanan.”


Vanessa mengangguk tidak keberatan. 


Saat sampai di rumah, Judi langsung memanggil bibi pembantu juga satpam di sana untuk membawa barang belanjaan. Bahkan ketika Vanessa membawa belanjaannya yang berisi kosmetik untuk ibu hamil itu langsung Judi bawa.


“Kamu gak boleh bawa apa apa.”


“Ini gak berat tau, Mas.”


“Aku gak mau kamu kecapean.”


“Mana ada kecapean,” ucap Vanessa melingkarkan tangannya pada tangan milik suaminya.

__ADS_1


Sebelum naik ke lantai dua, Judi berucap pada Bibi pembantu, “Bi, beresin ke dalam kulkas ya. Sesuai bekasnya aja.”


Vanessa tertawa, dia tahu suaminya tidak ingin dirinya kelelahan bahkan melakukan pekerjaan rumah.


“Kita mau kemana nih?”


“Ke kamar dulu lah,” ucap Judi membawa istrinya ke sana. “Aku mau cium kamu dulu.”


Dan benar saja, saat sampai di kamar, Vanessa mendapatkan ciuman di kening cukup lama. Yang mana membuat hatinya menghangat, tubuhnya merinding merasakan dengan jelas bagaimana kasih sayang dari suaminya.


“Kayaknya aku harus pikirin lagi deh buat si Bibi kalau hari minggu tetep di sini.”


Vanessa tetawa, tangannya melingkar di pinggang suaminya. “Mas….”


“Aku gak mau kamu kecapean.”


“Kasihan si Bibi, lagian kan kalau hari minggu ada kamu. Jadi aku bisa dong berduaan bebas sama kamu.”


“Mas, geli,” ucap Vanessa terkikik geli.


Tapi Judi tidak berhenti, dia malah mendudukan istrinya, lalu dirinya berjongkok untuk mencium perut istrinya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Terima kasih untuk semuanya, Nyonya,” ucap Bibi pembantu saat menerima banyak pemberian bahkan di hari pertamanya.


“Sama sama, Bi. Ini semua juga berkat Bibi jadi ketahuan. Kok bibi bisa tau sih?” tanya Vanessa yang sedang memakan buah, dia menatap Bibi yang sedang membereskan pemberiannya.


“Saya punya lima anak perempuan, jelas saya tahu, Nyonya.”

__ADS_1


“Kok Bibi gak ngomong sama saya?”


Si Bibi malah tertawa. “Karena saya pikir Nyonya tau dengan kehamilan, saya masih ragu mau menegur, apalagi kan ini hari pertama.”


“Jangan gitu, Bi. Kalau saya salah tegur saja, kan Bibi juga ngelakuin itu buat kebaikan saya.”


“Baik, Nyonya.”


Vanessa tertawa, dia menengok kea rah dapur. Entah apa yang sedang suaminya lakukan di sana, tapi dia mengusir si Bibi supaya bisa menguasai dapur.


“Kalau masih awal awal masih rawan, Nyonya. Makannya jika Nyonya butuh sesuatu, bilang saja pada saya, jangan lakukan sendiri.”


“Siap, Bi. Makasih ya sebelumnya.”


“Sama sama, Nyonya.”


“Yank!” panggil Judi dari arah dapur.


Membuat Vanessa meninggalkan piring buahnya dan berjalan menuju dapur. Dia melihat suaminya sedang tersenyum di sana. “Kenapa, Mas?”


“Eum… sebenarnya….”


Sampai Vanessa mencium sesuatu. “Bau apa ini? Gosong? Mas?”


Judi malah tertawa bodoh. “Maaf, Yank. Aku tadinya niat buatin pie buat kamu. Tapi….”


“Ya Allah, ireng banget ini, Mas.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To Be Continue


__ADS_2