
🌹Jangan lupa Voteee ya Ghaisss🌹
🌹Jangan lupa follw ige emak ya di @RedLily123🌹
Judi memasuki butik yang dimaksud, butik dengan merk itu memang sudah lama menjadi langganannya. Beruntung dia adalah pelanggan VVIP, sehingga dibawa langsung ke lantai dua.
Dulu Judi terbiasa membeli merk merk busana muslim ini untuk Oma Asih dan Tante Metry, kini dia merasa senang membelikannya untuk sang istri.
Saat memasuki lantai dua, seseorang menyambutnya.
“Selamat datang, Tuan? Ada yang bisa saya bantu? Anda mencari sesuatu untuk istri anda?”
“Biarkan aku sendiri,” ucap Judi dengan ramah, dia ingin memilih milih pakaian seorang diri.
Saat sedang melihat lihat, ada pasangan yang juga berada di lantai VVIP, mereka terlihat bahagia belanja bersama sampai akhirnya seorang wanita datang. Dan terjadilah pertengkaran, dari yang Judi tangkap, wanita yang memilih pakaian bersama pria itu adalah mantannya. Dan wanita yang baru saja datang adalah istrinya.
Membuat Judi menjauh, “Untuk aku tidak punya mantan,” ucapnya melihat lihat yang lain.
Untuk berjaga jaga, Judi menghubungi Mile untuk naik ke atas dan menunggunya juga.
Setelahnya, Judi kembali focus memilih milih pakaian yang akan dia beli. Dan Judi suka ketika Vanessa memakai warna warna soft seperti baby pink, baby blue, dan yang lainnya, itu membuat Vanessa terlihat sangat imut dan muda.
Ketika Judi memilih salah satunya, seorang pelayan datang dengan membawa keranjang.
“Anda bisa meletakannya di sini, Tuan.”
“Baik.” Judi menurut.
“Ada busana zaman sekarang yang sedang tren, Tuan, di sebelah sana, barang kali anda ingin melihatnya.”
__ADS_1
“Tidak perlu, aku suka gamis gamis ini.”
“Ah, apakah ini untuk istri anda?”
“Ya, bisakah kau membungkusnya dengan cantik?”
“Baik, Tuan.”
Kemudian `Judi memberi isyarat agar Mile mendekat.
“Ada apa, Tuan?”
“Lihat pakaian yang dibawa wanita itu.”
“Iya, Tuan.”
“Vanessa suka warna warna itu. Tolong tanya padanya dimana dia mendapatkan itu.”
“Baik, Tuan.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Ketika dalam perjalanan, setiap melihat ada resto yang menyajikan makanan pedas, hampir semuanya Judi berhenti karena dia ingat keinginan sang istri untuk memakan sesuatu yang pedas pedas.
Dan saat Judi hendak berhenti lagi untuk yang ke sekian kalinya, Mile baru mengingatkan, “Tuan, Nyonya bisa sakit perut jika anda terus memberinya makanan pedas.”
“benar juga,” ucap Judi menahan diri untuk tidak keluar mobil. “Baiklah ayo jalan.”
Dan Mile kembali menjalankan mobil.
__ADS_1
Dari kaca, dia melihat Judi yang tersenyum sendiri terus menerus, matanya terlihat berbinar dan bahagia. Berbeda sekali saat dia menyukai Inanti, Judi tersenyum penuh tekanan dan ketakutan karena jelas Inanti bukan haknya. Dan kini saat memiliki Vanessa, Mile hanya melihat sinar kebahagian yang mendalam.
“Haruskah kita membeli bunga Mile?”
“Jika anda menginginkannya, saya bisa berhenti.”
“Tidak perlu, Vanessa lebih menyukaiku daripada bunga,” ucap Judi membanggakan diri.
Dan saat sampai di hotel, ketika Mile hendak membantunya, Judi menolak. Dia jelas ingat kalau Vanessa memakai pakaian minim di kamarnya.
“Jangan bantu aku, Mile.”
“Tapi barangnya terlalu banyak, Tuan.”
“Aku lebih kuat dari superman.”
“Ba…. Baiklah,” ucap Mile membiarkan majikannya dengan penuh kesusahan berjalan dengan barang barang yang dibelinya.
Saat mengetuk pintu, Judi menunggu sebentar. Sampai akhirnya pintu terbuka, dia kaget melihat Vanessa yang menutupi dirinya sendiri dengan selimut.
“Masuk, Mas.”
“Kok selimut bertebaran?”
“Tadi ada pelayan, cewek sih. Jadi aku pake itu.”
“Kamu kedinginan apa gimana?”
“Enggak, aku takutnya pas aku buka pintu ada cowok liat. Nanti kan dosanya buat kamu, Mas.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TBC yaa