Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Dibalik ketengilannya


__ADS_3

🌹VOTE🌹


"Kamu beli beginian buat apa?" Tanya Inanti kesal.


"Ya buat kamu lah, masa dikasih tetangga. Ha ha, gila kali, Nan, saya ngasih sabun keputihan sama tetangga."


Inanti tidak habis pikir, dari mulai pembersih kewanitaan, pembalut, lulur, bedak dan segala macamnya, krim payud*ra dan juga susu pembesar bagian tubuh tertentu.


"Kamu gak malu pas bawa ini?"


"Kenapa malu? Emang saya nyolong, enggak, Nan. Saya beli."


"Yakali cowok beli beginian."


"Lah kan buat istrinya, kenapa kamu ganas sih?"


"Bilang apa?!"


Saat itulah Nadia yang ada di kamar menangis, Inanti segera pergi ke sana untuk menyusui.


Alan menyusul dengan membawa papper bag.


"Apaan ke sini? Sana!"


"Tenang, tenang, ini pawang."


"Apa?"


"Nih, Nan." Alan duduk di kasur samping Inanti. "Ini buat sedot enen kamu."


"Apasih ih."


"Yah kan kayak gini, kamu lagi beres beres harus berhenti dulu karena Nadia nangis. Nah ini buat enen kamu di sedot, biar asinya keluar. Simpen di kulkas, jadi kalau kamu lagi keluar, saya bisa jaga Nadia."


Inanti melirik benda yang dipegang Alan. Dia tidak tahu cara menggunakannya.


"Jangan risau, nanti saya bantu sedot enen nya."

__ADS_1


"Gila kamu," gumam Inanti.


"Terus ini satunya lagi monitor bayi, jadi kalau jarak kamu jauh dari Nadia, kamu tetep bisa liat dia lagi ngapain. Ada kameranya di monitor yang disimpen di deket Nadia."


Inanti diam tetap menatap keluar kamar.


"Kamarnya di sini cuma satu?"


"Ada, satu lagi buat Nadia nanti."


"Saya mau tidur di sana sama Nadia."


"Ya enggak lah, kamu tidurnya di sini sama saya, sama Nadia juga."


"Terus itu kamar kosong?"


Alan nyengir. "Sengaja saya kunci, biar kamu gak bisa kabur."


"Gila kamu, saya gak mau tidur sama kamu."


"Yaudah, saya mau tidur sama kamu, kebalikannya kan?"


"Kalau itu enggak, berarti kamu mau tidur sama saya. Cieeee… ha ha ha."


Inanti menatap kesal Alan yang berjalan ke kamar mandi.


"Gesrek dasar."


🌹🌹🌹


Mengikuti gerakan Alan, Inanti melakulan salam. Dia berdoa sebentar, bersyukur karena dia mendapatkan apa yang dibutuhkannya. Setelah semua kejadian menakutkan dan membuat hatinya teriris, Inanti bersyukur semua kejadian itu menegur Alan untuk menjadi lebih baik.


"Sini sun dulu."


"Ih, sun apaaan?" Tanya Inanti enggan mendekat.


Membuat Alan berdecak. "Cium tangan suami, kan barusan saya udah imamin. Masa gak mau salam salaman."

__ADS_1


Inanti mendekat malas, dia mencium tangan Alan. Dan sepersekian detik, Alan mengecup keningnya.


Inanti menegang, dia terdiam sesaat tidak bisa merasakan apa pun kecuali rasa panas di tubuhnya dengan jantung yang berdetak kencang.


"Modus," ucap Inanti ketus, dia menjauh sambil membuka mukena.


"Kan soswit, Nan. Kamu cium tangan saya, nah imbalannya saya cium kening kamu."


"Gak usah ada imbalan imbalan, dasar mesum."


Alan malah tertawa, dia melipat sajadah. "Bikin makan malam ya, Sayang. Mas Alan nya mau nengokin dede dulu."


Tanpa bicara lagi, Inanti keluar dari mushola.


Selepas sholat isya dengan Alan yang menjadi imam, Inanti menyiapkan makan malam dengan memasak semua yang ingin Inanti masak dulu.


Semua barang barang sudah beres, Inanti menyimpan baby monitor di meja sambil memasak.


Inanti memasak dengan riang, dia tersenyum senang. Jika di apartemen, Inanti membuka jilbabnya, toh Alan juga suami sah nya.


Sejenak Inanti melupakan semua kesedihannya, rasa sakitnya. Inanti merasa sangat senang, bahagia bisa melakukan apa pun yang diinginkannya.


Setelah selesai, Inanti masuk ke kamar hendak memanggil Alan. 


Dia membuka pintu, tapi Inanti berhenti bergerak saat melihat Alan yang menggendong Nadia. Alan menggenggam tangan mungil Nadia dengan air mata menetes.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Alan, tapi mata Alan menjelaskan semunya. 


Air mata itu menetes, wajahnya datar. Tapi matanya memperlihatkan kesedihan yang sangat mendalam.


Menggenggam tangan Nadia yang terlelap, membuat Inanti keluar dari sana. Inanti menyandarkan punggungnya di dinding. Inanti menarik napasnya dalam menahan air mata yang akan menetes.


Haruskah dirinya memaafkan Alan?


🌹🌹🌹


TBC.

__ADS_1


__ADS_2