Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Perasaan Judi


__ADS_3

🌹Voteee yeee Ghaisss🌹


🌹IGeh emak is : @REdlily123🌹


Sudah terbiasa naik turun pesawat hingga tidak sulit baginya menemukan jalan keluar dari Belanda. Setelah pesawat landas, Vanessa menyeret kopernya menuju ke ATM. Dia belum memiliki uang, dan satu satunya uang yang dimilikinya ada di dalam ATM yang diberikan suaminya itu.


Vanessa menghela napas, dia sudah menjual ponselnya di Belanda untuk bisa pulang ke Indonesia. Dan saat menarik uang di ATM, Vanessa sadar ada CCTV di sana. Dan dia juga sedikit yakin kalau Judi akan mencarinya.


Setelah menarik sejumlah uang, Vanessa merasa malu. Dia seharusnya tidak memiliki ini, tapi dia terjepit kebutuhan. Karenanya, Vanessa menatap CCTV dan berkata, “Mas Judi Tersayang, maaf aku mengambil uangmu, aku lapar, he he he,” ucap Vanessa menutupi kesedihannya saat membayangkan Judi ada di depannya.


Vanessa berdehem, dia keluar dari tempat itu setelah membiarkan ATM nya tertelan.


Dia menarik napas dalam dan masuk ke sebuah taksi. 


“Kemana, Bu?”


“Bandung.”


Pengemudi taksi itu Nampak terkejut.


“Saya bayar kok, ke Bandung ya. Pake kecepatan jet, jangan kecepatan tayo. Kalau nyampenya cepet, saya kasih bonus.”


“Baik, Bu.”


Dan saat berada di dalam mobil, Vanessa lebih banyak diam. Sampai dia tidak sadar air matanya turun begitu saja. Menyakitkan memang meninggalkan Oma Asih, Tante Metry dan juga suaminya. Namun, itu semua demi kebaikan suaminya.


“Kenapa, Bu? Sakit?”


“Nyetir aja, Pak.”


“Baik, Bu.”


Sampai akhirnya Vanessa sampai di tempat tujuannya, dia menarik napas dalam merasa gugup untuk masuk ke dalam rumahnya. Di dalam sana ada adik tirinya dan juga ibu tiri beserta kerabat kerabatnya yang tidak Vanessa kenal.

__ADS_1


“Ini uangnya, Pak. Bonusnya ini.”


“Permen, Bu?”


“Bonus kan sama?”


Supir taksi itu memilih pergi daripada berdebat dengan orang seperti Vanessa. Dari penampilannya supir taksi itu mengira kalau Vanessa adalah wanita aneh yang hanya suka duniawi saja.


“Makasih, Bu.”


“Hati hati di jalan, Pak.”


Vanessa menatap rumah di depannya, rumah itu selalu menjadi pusat gossip di sekitaran perumahan elite ini. Karena banyak sekali kejadian, mulai dari adiknya yang berpacaran dengan preman, ibu tirinya yang selingkuh sampai ayahnya yang tertangkap polisi karena korupsi.


Rencana Vanessa, dia akan datang dan mengambil beberapa ijazahnya, mengingat dulu apartemennya disita hingga barang barangnya sebagian ada di sini termasuk ijazah S1. Vanessa ingin bekerja mandiri dan pergi dari sini, menghindari keluarga, Inanti ataupun suaminya Judi.


Dan saat masuki gerbang, Vanessa mengetuk pintu rumah. Vanessa tidak sadar di taman samping ada ibu tirinya melihat.


Oleh karenanya, ibu tirinya membawa ember berisi air kotor dan melemparkannya dari belakang Vanessa. 


“Akkkkhhhhh!” vanessa berbalik dan menatap jengkel. “Apa yang kau lakukan?!”


“Mau apa kau datang?! Dasar anak tidak tahu malu!”


🌹🌹🌹


Judi terdiam bungkam selama beberapa saat tatkala Oma Asih menceritakan semuanya. Judi menyisir rambutnya kasar, dia memejamkan mata seolah ingin meremukan dunia. 


“Judi…,” ucap Oma Asih saat melihat cucunya terdiam.


Oma Asih mengatakan semuanya, begitu pula dengan Tante metry. Tante Metry mengatakan bagaimana Vanessa menceritakan semuanya.


“Dan dia meninggalkan surat ini untukmu, Tante belum membacanya,” ucap Tante Metry memberikan surat itu di atas meja dan menyodorkannya.

__ADS_1


Bukannya mengambilnya, Judi hanya tertawa. “Kalian pasti bercanda.”


Setelah mengatakan itu, Judi bergegas naik ke atas lantai dua menuju ke kamar mereka. Wajahnya merah padam merasakan ledakan amarah yang mendalam, entah amarah untuk apa, yang jelas Judi merasa sangat marah. “Ijah, berhenti main main. Kamu di mana? Keluar cepat?”


Sambil mengeluarkan kalimat itu, Judi mencari keberadaan istrinya.


“Van! Gak lucu tau!”


Dan setelah mendengar mobil berhenti di depan, Judi bergegas turun saat tahu itu Mile. “Bagaimana?”


“Kami menemukan rekaman CCTV dan tanda keberangkatannya ke Indonesia.”


“Tidak mungkin,” ucap Judi kembali ke dalam.


Membuat Oma segera menahannya. “Sadarlah, Nak, dia pergi, dia tidak main main.”


Judi menggeleng. “Dia tidak mungkin pergi, kenapa dia pergi? Apa aku berbuat salah?”


Judi berpaling saat tangan Oma Asih hendak menyentuh pipinya. 


“Tuan?” mile mengikuti Judi masuk ke dalam menuju bagian belakang.


Di sana Judi menahan teriakan dan perasaan marahnya dengan menggenggam erat meja di bawahnya. Dia merasa tertekan, dan perasaan ini sama persis dengan perasaan saat Judi mendapat pemberitahuan kalau ayah dan ibunya meninggak.


Rasanya pedih, Judi pikir dia tidak akan merasakan perasaan itu lagi. Tapi sekarang lebih menyakitkan. Vanessa alasan Judi menjadi lebih baik agar dicontoh istrinya, dimana dia bisa bertingkah menjadi diri sendiri. Tidak melucu dibuat buat. Dengan Vanessa, Judi bisa menjadi apa pun yang diinginkan hati dan perasaannya.


“Tuan?”


“Dia pergi hanya karena dokter itu mengatakan kemungkinan dia sulit memiliki anak,” ucap Judi dengan suara beratnya. 


“Anda ingin saya melakukan sesuatu?”


“Ya, temukan dia. Kau harus menemukannya secepat mungkin, bawa dia kembali padakku. Bawa dia padakku, Mile. Cari dia.”

__ADS_1


🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2