
🌹Voteee dong ya Ghaisss🌹
🌹jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123🌹
🌹Terus selamat membacaaaaa yakkkk.🌹
Vanessa merasa sedih sendirian di rumah, Judi pergi untuk beberapa urusan, dan tidak ada pekerja di sini. Mereka diliburkan untuk sehari karena ada kendala dari orang orang pekerja tersebut.Â
Karena merasa bosan, Vanessa memutuskan untuk jalan jalan sebentar. Mobil sudah disediakan oleh suaminya. Dan sebagai istri yang sholehah, Vanessa menghubungi dahulu suaminya.Â
“Hallo Assalamualaikum, Mas?”
“Waalaikum salam,” jawab Judi. “Kenapa, Yank?”
“Aku mau keluar boleh?”
“Keluar kemana?”
“Jalan jalan lagi bosen di rumah, sama mau beli bahan bahan makanan juga kan abis.”
“Gak mau berduaan sama aku aja nanti?” tanya Judi.
Yang mana membuat Vanessa bingung membuat alasan apa lagi keluar, dirinya ingin keluar untuk menghirup udara segar. Tapi dia juga tidak ingin durhaka kepada suaminya dengan melanggar semua larangannya.
Dan Judi yang mendengar suara napas istrinya saja bisa tahu. Dia terkekeh. “Iya boleh, tapi jangan keluyuran gak jelas. Boleh mau belanja juga, pake kredit biar aku bisa liat.”
“nanti kamu yang lunasin?” tanya Vanessa dengan hati berbunga bunga.
“Ya iyalah aku.”
“Serius, Mas? Boleh? Kalau enggak juga gak papa.”
“Sana bersosialisasi sama tetangga.”
“Oh iya yah. Yaudah keluarnya nanti sama kamu aja, aku mau jalan jalan ke depan.”
“Hati hati.”
__ADS_1
“Iya, kamu pulang jam berapa?”Â
“Siangan deh, Yank.”
“Telpon aja ya.”
“heem.”
“yaudah, Assalamualaikum.”
“Waalaikum salam.”
Dan setelah terputus, Vanessa segera bersiap untuk jalan jalan dan melihat sekitar. Karena di depannya bukan jalanan umum, jadi agak sepi. Untuk menemui pedagang harus keluar gerbang perumahan.Â
Dan perumahan di sini sifatnya private, jadi memiliki benteng sendiri sendiri. Dengan lingkungan yang penuh dengan pepohonan, Vanessa ingat bagaimana dia dulu ingin tinggal di lingkungan ini.
Meskipun rumahnya dulu juga bagus dan megah, tapi lingkungannya tidak sebagus di sini.Â
Ketika sedang berjalan jalan, Vanessa melihat seorang ibu ibu yang sedang mengasuh cucunya. Vanessa berjalan mendekat.
“Hallo adek cantik. Wah, sudah bisa jalan. Berapa bulan, Bu?”
“Gak papa ya, De, ya. Nanti juga lancar ya.”
Ibu tersebut tersenyum melihat ke arah Vanessa. “Neng baru ya di sini?”
“Iya, Bu.”
“Yang rumah baru itu?”
“Iya.”
“Wah, Alhamdulillah jadi punya tetangga. Itu rumah udah lama gak ada penghuninya.”
Seketika Vanessa panic. “Angker, Bu?”
“Mana ada angker,” ucap ibu tersebut tertawa. “Petugas keamanan sering control kok ke sana. Neng pengantin baru?”
__ADS_1
Vanessa menjawab dengan senyuman. “Emang kenapa, Bu? Keliatan jelas?”
Keduanya tertawa. “Ibu punya acara arisan, satu lagi masih kosong.”
“Arisan?”
“Iya, tapi tenang kita nggak main main doang kalau ngumpul. Jadi kalau yang menang, nanti di rumahnya ngadain pengajian. Kayak pengajian keliling gitu, Neng mau ikut?”
“Saya tanya dulu suami ya, Bu. Insyalllah kalau diizinkan pasti ikut.”
Ibu tersebut mengangguk. “Kita tetanggan kok, kalau fiks atau enggaknya ke sini aja ya, main ke rumah Ibu.”
“Baik, Bu.”
“Duluan ya, ini anaknya udah ngantuk kayaknya.”
“Iya, Bu.”
“Assalamualaikum.”
“Waalaikum salam.”
“Oh ya, Neng. Kalau mau tau, perbulannya 40 juta.”
“Masya Allah,” ucap Vanessa terkejut. “Serius, Bu?”
“Ehehehehe, iya. Tapi kalau Neng gak mau ikut gak papa, ini juga saya ikutan karena anak saya mau nikah. Di masjid juga ada pengajian kok Neng tiap bulan. Bisa ikutan ke sana.”
“Iya, Bu. Terima kasih.”
Bagi Vanessa, sekarang uang segitu terasa banyak. Dalam pikirannya dia lebih baik membeli panci dan alat penggorengan lainnya.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE Continue.
Pendek? Ya sorry emak lagi ngurus anak anak cuy. Apalagi malem suka gadang, anak cowok tuh alamaaahooooooyyy susah banget buat tidur. Jadi ya, sekian dulu aja ya.
__ADS_1
Emak sayang sama kalian kok. Emak gak akan berpaling, tenang aja.