
🌹Jangan lupa kasih vote emak sebelum membaca ya anak anak.🌹
🌹Terus follow juga igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca dan emak sayang kalian.🌹
Sudah beberapa minggu Oma Asih berada di rumah Judi dan Vanessa, dan dia benar benar merasakan sendiri bagaimana Judi yang ngidam, sedangkan Vanessa baik baik saja dengan kebugarannya.
Akhir akhir ini aktivitas Vanessa adalah menjahit. Dia biasa membeli Kain kain yang cukup murah tapi bagus, kemudian menjahit pakaian anak anak untuk disumbangkan ke panti panti.
Dibantu dengan Oma Asih yang memiliki banyak channel, Vanessa dengan mudah menyalurkan barang barang ini.
Karena Oma Asih malas naik tangga, dia selalu menelpon Vanessa dari lantai bawah. “Hallo, Assalamualaikum Oma?”
“Waalaikum salam. Van, turun. Oma buat sesuatu.”
“Baik, Oma.”
Setelah menutup telpon, Oma kembali memakan renginang di depannya sambil menatap bibi pembantu yang masih membersihkan dapur bekas Oma Asih membuat sesuatu.
“Biarin aja nanti, Bi.”
“Tidak apa, Nyonya Sepuh.”
“Bibi butuh bantuan gak? Mau temen gak?” tanya Oma Asih yang khawatir melihat pembantunya yang sudah tua.
“Tidak perlu, Nyonya Sepuh. Insyaallah saya kuat kok, lagian juga sudah biasa, kalau kurang gerak suka sakit pinggang.”
“Oh gitu ya?” Oma kembali memakan renginang yang baru digoreng.
Saat itulah Vanessa turun dan mencium aroma sesuatu. “Vanessa mencium aroma enak, wah apa itu, Oma?”
“Renginang, masa gak tau sih.”
“Dari mana maksudnya?” tanya Vanessa yang ikut memakan dan duduk di sampingnya.
“Buatan si Bibi.”
__ADS_1
“Wah iya yah, kalau pulang katanya Bibi jualan renginang ya.”
“Iya, Nyonya.”
“Katanya Oma buat sesuatu, ini renginang mah buatan si Bibi, hi hi hi hi.”
Dan dengan polosnya Oma ikut tertawa, “Hi hi hi hi.”
Yang mana membuat Vanessa spechlees, dia terdiam seketika. Oma yang sadar segera mengucapkan, “Usap perut, usap cepetan!”
“Udah, Oma.”
“Bagus bagus.”
“Oma buat apa?”
“Tuh liat, Oma buat kue kering, buat besok kita ke panti.”
“Loh loh, kok Oma gak ajak ajak aku pas buat?”
“Kan kamu lagi jahit, Van.”
Oma berdecak. “Kan panti yang sekarang deket, jadi kamu lah yang bawa mobil.”
“Oma kan tau kalau bujuk Mas Judi itu harus seminggu sebelumnya.”
“Gak usah, nanti malem mau Oma ajak jalan jalan ke mall.”
“Hah?”
🌹🌹🌹🌹
Dan benar saja, saat malam tiba dengan Judi yang sudah pulang, Oma mengajak Judi ke mall. Dan Judi menjadi curiga, biasanya jika Oma Asih mengajak ke mall, pasti ada yang diinginkannya.
“Oma mau apa sih?”
“Apa? Mau ke mall mau beli bahan rumah.”
__ADS_1
“Kenapa Vanessa gak diajak? Pasti Oma buat sesuatu kan?”
“Iya, mau buat kamu jadi renginang.”
“Oma, bukan gitu maksud aku.”
“udah cepetan, Oma tunggu kamu di luar ya.”
Judi menatap istrinya yang sedang makan cemilan dengan penuh tanya.
“Apa?” tanya Vanessa bingung. “Kenapa, Mas?”
“Oma kenapa ajak aku ke mall ya?”
“Udah sana pergi aja, lagian kan cemilan kesukaan kamu abis.”
“Yang keripik jagung itu?” tanya Judi terkejut.
“Iya, itu udah abis.”
Mendengar itu, Judi jadi berubah pikiran ingin ke mall dan membeli cemilan anti mualnya. Kemana mana, Judi selalu membawa cemilan itu agar meredam rasa mualnya, ditambah juga dengan permen jahe.
“sayang, aku berangkat ya. Assalamualaikum.”
“Waalaikum salam,” jawab Vanessa.
Judi bersemangat pergi ke mall, di perjalanan dia hanya diam mendengarkan Oma yang menerangkan tentang pembawa berita cuaca yang berbohong. Ketika hampir sampai pun, Judi tidak kunjung bicara.
“Judi, durhaka kamu gak jawab Oma yang ngomong.”
“Iya, Oma. Judi percaya kok, ayo cepetan biar gak kehabisan.”
“Mana ada habis, biasanya juga banyak.”
Dan saat sampai, Judi segera membawa trolli kemudian langsung menuju ke tempat makanan. Dengan kedua tangannya, Judi mengambil snack dan permen yang dia sukai puluhan.Â
Yang mana membuat Oma berteriak, “Istigfar, Judi! Itu buat kamu makan atau buat yasinan hah? Banyak amat.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
TBC