Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Tuan Tajir


__ADS_3

🌹VOTE YA GAISSSSS🌹


Madelle terburu buru hendak menemui menatunya. Dia senang bukan main akan dibayarkan les memasak oleh Alan. 


Pekerjaan Madelle adalah menjual tas tas branded, bukan hal yang sulit untuknya sering meninggalkan pekerjaan. 


Madelle menekan bel dan berdiri selama beberapa detik sebelum akhirnya masuk.


"Assalamualaikum menantu Mamah yang cantik dan wa-- Nan, kamu bau bawang!"


Inanti tertawa. "Waalaikum salam. Abis misahin bawang yang jelek, Mah. Mas Alan beli kebanyakan. Ayo masuk."


"Nadia mana?"


"Tuh di ruang tengah lagi tidur." Mertuanya diam sesaat, membuat Inanti penasaran. "Kenapa, Mah?"


"Bau bawang, kamu gak mau mandi?"


"Mau, itu nunggu Nadia tidur. Baru mu mandi, Mamah dateng."


Madelle menyimpan sepatunya di rak samping. "Biar Mamah yang jaga Nadia, kamu mandi sana. Jangan lupa pake sabun yang Mamah kasih yah, biar seger wangi."


"Iya, Mah. Titip Nadia yah."


"Siap."


Madelle masuk setelah Inanti pergi, dia mendapati Bi Idah yang sedang membersihkan beranda balkon yang luas. "Bi?"


"Nyonya? Ya Allah, Nyonya sehat?"


"Alhamdulillah, bibi ngapain?"


"Ini, Ibu Inanti mau bikin kebun mini. Jadi dibereskan dulu. Nyonya butuh sesuatu?"


"Enggak, Bi. Ini mau cek Nadia dulu."


Madelle pergi mendekati Nadia yang terlelap. "Aduhhh, cucunya Mbah Uti cantik banget. Bobonya cantik gini. Sun dulu sini. Muach! Aduh wangiiii…."


Nadia terlelap diiringi oleh suara mengaji digital. Beberapa menit Madelle memotret cucunya di sana sebelum meng-uploadnya pada instagram.


"Ha ha ha, biar pada tau rasa kalian," ucap Madelle menandai Alan. "Biar gak ngarepin si abang lagi, wong dia dah punya anak."


Hal lain yang membuat Madelle bahagia, di sana Alan sudah meng-upload foto istri dan anaknya di instgram. Mereka yang menyukai lebih dari dua puluh ribu orang, dengan komentar yang dibatasi. "Ha ha ha, patah hati massal lu pada. Awas aja kalau hujat mantu aye."


Dan tidak lama kemudian, ponsel Madelle berbunyi.


"Hallo, Assalamualaikum? Ada apa?"


"Waalaikum salam, Jeng. Bener ya Nak Alan udah nikah sama punya anak?"


"Udah, kan ibu udah liat di instagram saya, udah nge-like juga."


"Loh, kok gak undang undang sih? Atau hamidun ya?"


"Gini, Bu. Kami hanya mengundang orang berkualitas dengan tingkatan pembicaraan yang bagus. Jadi maf ya tidak diundang di akad nikahnya."

__ADS_1


"Berarti nanti bakal resepsi dong?"


"Oh ya pasti, Ibu lihat aja ya mantu saya cantik banget nanti, nanti muncul di TV kok. Ha ha ha, Assslamualaikum."


Madelle berdecak, dia kembali menatap Nadia. "Nanti mah Mbah Uti yang ngaji ya, sekarang mah Mbah mau bikin masker dulu buat Mamah nya Nadia."


Madelle bergegas membuka isi tasnya. Di sana ada masker wajah yang akan dia seduh.


"Nan?"


"Iya, Mah?"


"Udah?"


"Udah, bentar."


Madelle di sana masih mengaduk, dan tersenyum melihat Inanti keluar. "Kenapa, Mah?"


"Pake bandi itu, biar rambut kamu gak ke mana mana."


"Hah?"


"Udah pake, Mamah bikin masker buat kamu. Ini masker mahal loh, dari eeh."


"Kotoran, Mah?"


"Kotoran burung mahal lah, Mamah beli ini hampir 100 juta tau. Makannya ayo pake."


Inanti menurut saat Madelle mengisyaratkannya untuk tidur di atas karpet dengan mertuanya yang memoles masker padanya. Masker itu beraroma menenangkan, tidak seburuk yang dibayangkan.


"Biar Inan sendiri aja, Mah."


"Eum… warna rambut, Mah? Inan kalau keluar pake kerudung."


"Tapi di depan Alan enggak kan? Bikin suami bahagia itu pahala loh, Nan. Udah nurut aja sama Mamah, kamu gak tau pengalaman Mamah udah sedalam lautan dan setinggi gunung. Biar Alan makin kesem sem sama kamu."


🌹🌹🌹


"Selesai?"


"Anda ada pertemuan bersama kepala cabang hotel yang ada di Bandung."


Alan menatap jam di tangannya, ini sudah jam makan siang.


"Dia meminta bertemu dengan anda di jam makan siang."


"Kau yang mewakili, aku akan pergi."


"Bagaimana dengan pertemuan sore ini, Tuan?"


Alan memakai jas di sana. "Aku akan datang."


Alan dengan wajahnya yang dingin memasuki lift khsus eksekutif. Di dalam sana Alan menghubungi Mang Asep.


"Saya sudah stay di bawah, Tuan."

__ADS_1


Dan kalimat itu cukup, Alan mematikan ponsel.


Dengan Mang Asep sudah menunggu di sana, Alan masuk ke mobil.


"Pergi ke pusat online shopping."


"Baik, Tuan."


Siang hari, Alan melewatkan makan siangnya demi mencari sebuah benda. Sampai di sana, Alan disambut oleh seorang karyawan. "Selamat datang, Tuan, apa yang anda inginkan?"


Alan berkata sambil berjalan, "Aku butuh kursi pijat."


"Anda akan mendapatkannya di sini, dibuat khusus untuk pria ya--"


"Ini untuk istriku," ucap Alan dingin.


"Ah, anda bisa mendapatkannya di sini. Bukan hanya kursi pijat, ini juga sebagai sauna untuk mendetox racun dalam tubuh kita. Disertai dengan bebatuan alam dan kaya akan oksigen segar dengan adanya aroma tetumbuhan yang bisa menyegarkan paru paru, ini cocok untuk ibu rumah tangga."


Kening Alan berkerut, dia hanya diperlihatkan sebuah spanduk.


"Di mana bendanya?"


"Ini diimpor khusus dari Bulgaria, Tuan. Jika ingin memesan, anda bisa membayar DP sejumlah 960 juta, selebihnya anda bisa mencicil sejumlah 90 juta setiap bulannya dalam waktu dua tahun. Jika ada kerusakan dalam waktu satu tahun, akan ada cashback senilai 40% dari harga asli."


"Berapa jika dibayar cash?"


"Ya?" Pegawai itu nampak terkejut. "Ah, jika cash lebih murah, Tuan. Hanya sejumlah 3 millyar."


Alan memberikan kartunya dan membayarnya secara langsung. "Sisanya akan diurus sekretarisku."


"Baik, Tuan. Terima kasih."


Saat Alan melangkah menuju mobil, Madelle memanggilnya.


"Hallo, Mah? Ada apa?"


"Assslamualaikum ya ahli kubur."


"Waalaikum salam ya calon kubur."


"Nah, dasar bule, gak baik gak salam dulu."


"Kenapa, Mah?"


"Mamah udah minta sama chef profesional buat ajarin Mamah sama Inanti. Tapi dia lagi di Amerika, dia butuh tempat tinggal, tiket pesawat sama DP katanya, Bang."


"Berapa, Mah?"


"Lima M, he he he."


"Bilang sama Karl."


"Aduh, Abang tajirrrr banget. Tenang, Mamah masakin sambel jengkol ya, cepet pulang anakku tersayang!"


"Pantesan Papah dompetnya jebol ya, Mah. Udah tingkat ikan kakap ternyata."

__ADS_1


🌹🌹🌹


TBC.


__ADS_2