Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Kegelisahan Oma


__ADS_3

🌹JANGAN LUPA KASIH OMA VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN🌹


🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123🌹


🌹STAY SAFE, JANGAN LUPA PAKE MASKER. EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹


"Saya akan keluar dulu," ucap Judi pada salah satu pelayan. "Jika ada Tante Metry, bilang saya akan kembali sebelum jam makan."


"Baik, Tuan."


Judi perlu menjernihkan pikiran dari tebakan tebakan yang membuatnya stres. Dia mengkhawatirkan Vanessa mengetahuinya kemudian istrinya itu membencinya.


Dia tida menginginkan hal itu, jadi Judi ingin sendirian dan menenangkan diri.


Dia pergi ke sebuah danau yang ada di kota itu. Dipinggi danau terdapat bangku yang membuat Judi memilih duduk di sana.


Tempatnya sepi, ini selalu jadi tempat favorite Judi untuk menyendiri sejak kecil.


Dan saat sedang menikmati kesendirian, Judi mendapatkan pesan dari Mile. Isinya adalah persoalan yang harus segera mereka bahas.


Hal itu membuat Judi malah semakin kesal, jadi dia memilih mematikan ponselnya.


"Tuhan, semoga ini tidak terjadi," ucapnya sambil mengusap rambutnya kasar.


Dia ketakutan, tapi permasalahan di sini juga tidak bisa ditinggalkan.


Sampai seseorang tiba tiba mendekati Judi dan berkata, "Judi?"


Judi menengok, dan terkejut dengan orang yang dilihatnya. "What the…"


🌹🌹🌹

__ADS_1


Vanessa keluar dengan wajah sumringah. Dia ingin segera memperlihatkannya pada sang ayah bagaimana perkembangan bayinya. 


Namun  saat keluar dari ruangan itu, Vanessa tidak mendapati Oma.


"Oma?" Panggil Vanessa di ruangan tunggu.


Karena tidak ada jawaban, Vanessa duduk dulu kemudian menghubungi Oma dahulu dengan cara menelponnya.


Panggilan pertama tidak diangkat, sampai akhirnya panggilan kedua terhubung.


"Hallo, Assalamualaikum. Oma dimana?"


"Oma lagi di kamar mandi, sebentar."


"Kok suara Oma gitu? Oma nangis?"


"Bentar Oma keluar."


Suara Oma Asih membuat Vanessa khawatir, Om terdengar seperti habis menangis.


"Oma, Oma kenapa?" Tanya Vanessa melihat Oma yang memegang perutnya.


"Kayaknya Oma sakit perut deh."


"Kayaknya? Kok kayaknya sih. Udah jelas jelas Oma sakit perut. Ke dokter mau? Mumpung di sini?"


Oma segera menggeleng. "Enggak, Oma mau istirahat aja nanti di rumah. Sekarang mau nengok ayah kamu kan?"


"Ah gak usah sekarang kalau Oma gak sehat, udah yuk pulang aja."


Kalimat itu membuat Oma Asih lega. Meskipun hatinya tidak tenang menutupi kebohongan ini, tapi Oma ingin Judi sendiri yang menjelaskannya supaya tidak ada pertengkaran diantara mereka.

__ADS_1


Namun, entah sampai kapan Oma bisa menahan Vanessa untuk pergi ke sana. Apalagi Judi akan lama berada di Amsterdam.


"Maaf ya, Van," ucap Oma saat mereka di dalam mobil.


"Gak papa Oma, jangan gitu ngomongnya. Kesehatan Oma itu penting," ucap Vanesaa memeluk Oma Asih dari samping sambil mengusap pundaknya.


Itu malah membuat Oma Asih merasa bersalah, air matanya menetes dalam diam.


Sampai akhirnya Vanessa menyadari hal itu. "Oma kenapa nangis?" Tanya Vanessa panik.


"Oma ada yang sakit?"


"Oma ngerasa….," Suara Oma terputus putus. "Oma ngerasa bersalah. Kamu udah exited banget. Oma malah…"


Sebelum Oma menyelesaikan kalimatnya, Vanessa memotongnya. "Oma gak papa," ucap Vanessa. "Masih sakit gak?"


"Dikit aja."


"Kita beli bolen ya, Oma kan suka. Nanti kita makan sambil nonton, Vanessa temenin Oma istirahat."


Oma Asih hanya mengangguk.


Dan saat Vanessa turun di sebuah toko roti, Oma ditinggal berdua dengan sopir yang ada di sana.


Melihat Vanessa yang sangat menyayanginya membuat Oma Asih kembali menangis tersedu sedu.


Dan sopir yang mengetahui kalau majikannya itu sakit perut berkata, "Nyonya, apa anda perlu ke toilet?"


Oma menatap tidak percaya. "Saya tidak sembelit, Asep!"


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


To be Continue


__ADS_2