Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Salah rempah


__ADS_3

🌹VOTEEE YEE GAISSS🌹


Sore hari, Tante Metry baru saja pulang dari toko tokonya. Dia mampir dulu untuk membeli sesuatu. Itu adalah bahan makanan.


Tante Metry menyadari kalau antara Oma Asih dan Vanessa masih ada jarak. Dan dia ingin mereka akur supaya Judi juga nyaman.


Setelah membeli sayur sayuran itu, baru Tante Metry kembali ke rumah.


"Perlu saya bantu, Bu?" Tanya seorang pelayan.


"Tidak perlu, saya mau ke kantai dua. Tolong bawakan jus mangga dua ya."


"Baik, Bu."


Tante Metry naik ke lantai dua, dia mengetuk dulu pintu kamar Vanessa. Sampai akhirnya mendapat kalimat, "Masuk aja, gak dikunci kok."


Tante Metry masuk. "Van?"


"Iya, Tan? Kenapa?"


Tante Metry terkejut melihat Vanessa yang baru saja menutup al-Quran. 


"Abis sholat ashar?"


"Iya."


Namun saat membuka mukena, Tante Metry kembali dikejutkan dengan Vanessa yang hanya memakai pakaian dalam saja. "Ya Allah, Van. Itu body goals banget."


"Rahasianya gini, Tan."


"Ya Allah! Ya Allah! Astagfirullah," ucap Tante Metry mencoba mengalihkan perhatian saat Vanessa berjoget meliuk liukan pinggul layaknya instruktur zumba stres yang pernah ditemui Tante Metry. "Van udah, Van! Astagfirullah! Udah! Nanti pinggangnya copot."


"Gitu rahasianya, Tan," ucap Vanessa kembali melipat mukena. "Bagus kan?"


"Iya deh, bagus," ucap Tante Metry menyimpan bahan makanan di meja. 


"Apa itu, Tan?"


"Kamu sama Oma Asih udah akur?"


"Emang kita lagi perang, Tan?"


Tante Metry berdecak. "Ya maksunya udah akrab kalian itu. Dari tadi diem di sini? Gak turun?"


"Turun kalau makan."


"Ketemu Oma Asih?"


Vanessa mengangguk. "Ketemu, tapi tenang aja lah, Tan. Kita gak baku hantam kok."


"Dia liatin kamu sinis?"

__ADS_1


Vanessa mengangguk jujur.


"Nih, makannya Tante bawain sayuran. Oma Asih suka banget gado gado mentah. Kamu buatin pas makan malam ya."


"Mana bisa aku bikin gado gado mentah, Tan."


"Nanti Tante bantu, yuk turun."


Vanessa akhirnya menyanggupi, dia memakai kaos dulu sebelum turun. Dibantu dengan Tante Metry, Vanessa diarahkan.


"Pake apa ini, Tan?"


"Udah deh tinggal masukin kencur. Tante mau ganti baju dulu ya."


"Oke, Tan."


Dan ketika memilih yang mana yang kencur, Vanessa bingung. "Kencur yang mana ya?"


Dia menimang tiga jenis rempah di sana. "Bodo amat ah, semuanya kencur kali. Kecuali yang kuning."


Vanessa melakukannya sesuai arahan Tante Metry tadi.


Sampai saat Tante Metry datang. "Udah, Van?"


"Udah, Tan. Nih cantik kan?"


"Mantul, Tante panggilin Oma dulu."


🌹🌹🌹


"Assalamualaikum, Mas Ganteng?"


"Waalaikum salam. Kenapa, Jah?"


"Makan di rumah gak?"


"Iya, ini mau pulang. Kenapa?"


"Gak, aku abis masak."


Dan tanpa diduga, Judi tertawa kuat di sana. Yang mana membuat Vanessa kesal. "Serius ih!"


"Oh ya? Ini lagi dijalan kok."


Vanessa berdecak. "Yaudah. Hati hati tuh, jaga mata biar gak kena cabe cabean."


"Mana ada di Belanda cabe cabean."


"Adanya apa? Nonu noni hantu?"


Judi malah tertawa kembali.

__ADS_1


"Tau ah, pokoknya cepetan pulang."


"Iya, yaudah ini lagi di jalan. Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Setelah menutup telponnya, Vanessa mendapat ketukan di pintu. 


"Van?"


"Iya, Tan?"


Tante Metry membuka pintu. "Yuk makan, beliau udah keluar kamar."


Vanessa tampak menimang, dia ingin makan bersama Judi. 


"Kenapa, Van?"


"Aku mau…. Eum… makan sama Mas Bule itu, Tan. Gak papa?"


"Oh, yaudah gak papa. Tapi gado gadonya diabisin ya?"


"Abisin aja, Tan. Nanti aku buat yang baru kalau Mas Judi pulang."


"Yaudah, tante makan duluan ya?"


"Makan aja, Tan."


Tante Metry kembali menutup pintu, dia turun dan mendapati Ibunya sedang memasang wajah kecut.


"Ngapain kamu sampe samperin dia segala? Kalau laper juga turun sendiri kayak tadi."


"Hush, ibu jangan gitu ah. Yuk makan bareng, Vanessa mau makan sama Judi katanya."


"Ijah, dia mau dipanggil Ijah katanya," ucap Oma Asih sinis dan melangkah menuju ruang makan. "Apa ini?"


"Nah, ini buatan Vanessa, Bu. Ayo coba."


"Sepertinya enak."


"Nah iya kan…. Vanessa buat khusus untuk Ibu. Jadi jangan sinis sama dia ya."


Tante Metry menuangkan gado gado ke piring sang ibu. "Makan, Bu."


Oma Asih awalnya hendak mencoba baik pada Vanessa saat melihat ada sajian ini di meja. Namun saat memakannya….., "Ya Allah! Ini pedas! Dia pake jahe?!"


"Masa sih, Bu?"


"Dia mau buat gado gado wedang atau apa ini?!"


🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


__ADS_2