Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Keinginan Judi


__ADS_3

🌹Vote nya jangan kendor dong Ghaisss🌹


🌹Jangan lupa follow ig emak di : @RedLily123🌹


Vanessa dan Judi akhirnya sudah sampai di kediaman baru mereka di Bandung. Sebuah rumah yang kosong, hanya lantai satu dengan satu kamar dengan peralatan masih lengkap, ditambah dengan dapur untuk Vanessa masak.


"Wow," ucap Vanessa kagum melihat betapa besarnya rumah ini. "Gak kegedean, Mas?"


"Enggak lah, nanti kan di lantai dua juga penuh sama anak anak."


"Kamu mau bikin berapa emang?"


"Ketebak kali, kan aku sering bikinnya sama kamu," ucap Judi sambil membenahi barang barangnya dan milik istrinya. 


"Dasar," gumam Vanessa.


Membuat Vanessa hanya duduk di sana melihat suaminya yang mandiri dan tidak pernah menyusahkan.


"Mas, biar nanti sama aku aja itu cuciannya."


"Gak papa, istirahat aja."


"Kamu juga istirahat dong sini," panggil Vanessa.


"Aku gak terlalu cape. Aku simpen dulu cuciannya," ucap Judi membawa tas berisi pakaian kotor ke bagian belakang.


Dan tidak lama setelah itu, Vanessa mendengar suara mesin cuci.


Membuatnya merasa tidak enak karena membuat suaminya yang bekerja. Tapi apalah daya, dirinya benar benar merasa kelelahan.


"Mas…..," panggil Vanessa dengan suara rengekan saat suaminya kembali masuk ke kamar. 


"Kenapa?"


"Sini tiduran, nanti beres beresnya biar aku aja."


"Nyuci dulu."


Vanessa memajukan bibirnya. "Kamu bikin aku gak enak tauuu."


"Gak enak gimana?" Tanya Judi heran.


"Ya kan harusnya aku yang beres beres gitu, bukan kamu."


"Ya gak papa kali. Tugas istri emang harusnya didik anak sama mempercantik diri."


Vanessa semakin terharu, dia merentangkan tangannya meminta dipeluk.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Judi.


"Peluk ih sini."


Judi diam sejenak, jika dia sudah masuk ke dalam pelukan Vanessa, dia tidak bisa berhenti melancarkan aksi selanjutnya. Dan dia tidak ingin membuat istrinya kelelahan.


"Kok diem aja sih?" Tanya Vanessa yang masih merentangkan tangannya.


"Pelukannya nanti ya."


"Sekarang, Mas," ucap Vanessa dengan nada mendesah dan seksi.


"Gak bisa, Van."


"Kok tega?"


"Bukan gitu, dada kamunya empuk. Nanti aku gak bisa berhenti."


Vanessa menatap dadanya sendiri, dia mulai menyeringai. Membuat Judi menggeleng kuat, "Jangan, Van."


Judi seolah tahu apa yang ada dalam pikiran istrinya.


"Van, jangan," ucapnya penuh penekanan dengan tangan menunjuk istrinya. "Nanti kamu sendiri yang merajuk bilang aku yang ngegas mulu."


"Yaudah, buat nanti aja ya," ucap Vanessa seolah bicara dengan anak kecil.


🌹🌹🌹🌹


"Mas, kita ketemu Oma kapan? Oma masih di Jawa kan sama Tante Metry?"


"Iya, mau dua minggu kok di sana. Nanti kalau mau berangkat lagi ke sini mampir," ucap Judi yang sedang makan.


Ketika Vanessa membuka matanya meminta dimasukan makanan, Judi menurut dengan penuh kehalusan.


Ketika ada kecap di sudut bibirnya, dengan cepat Judi menghapusnya dengan telunjuk.


"Cieeee so sweat banget," ucap Vanessa merasa senang. "Kiss dong."


"Tar bau rendang."


Vanessa malah cekikikan. "Oma nanti tinggal di Indo?"


"Gak tau, liat nanti dia betah apa enggaknya di sana."


"Kalau gak betah sam saudaranya, suruh aja di sini, Mas."


"Kalau mau juga aku bakal tahan."

__ADS_1


"Gak mau?"


Judi mengangguk. "Jangan dilawan, biarin aja gimana Oma sukanya."


"Mas…."


"Apa?" Tanya Judi kembali menyuapi istrinya.


"Mau punya anak berapa?"


"Gimana dikasih sama Allah aja."


Vanessa cemberut. "Ya kalau kamu maunya berapa? Keinginan yang ada dalam hati kamu?"


Judi yang sibuk mengunyah itu membuat Vanessa berfikiran yang tidak tidak. Dia pikir suaminya mengatakan itu karena dokter yang memprediksinya akan kesulitan memiliki keturunan. 


Karena pemikiran itu, Vanessa menunduk sedih.


Dan Judi tahu apa yang ada dalam pikiran istrinya. "Van…"


"Kamu mikir gitu karena kondisi aku ya?"


"Kondisi apa?" Tanya Judi. "Yang kata dokter itu? Van, keajaiban Allah itu ada, kita perlu ikhtiar. Kan kita juga minum jamu buatan Oma dulu. Lihat perkembangannya satu sampai dua bulan, sambil rutin ke dokter biar di cek."


"Kalau aku masih gak bisa kasih kamu keturunan?"


"Ucapan itu doa loh, mau dicatat malaikat?"


Vanessa menggeleng seketika.


Judi menghela napas. "Makannya udah?"


"Udah," ucap Vanessa dengan suara pelan.


Judi segera mencuci tangannya, kemudian datang kembali kepada istrinya untuk memeluk dan mencium puncak kepalanya penuh kasih sayang.


"Aku mau punya anak yang bisa isi semua kamar," ucap Judi.


"Lima anak?" Tanya Vanessa mengadah menatap suaminya yang sedang mengusap kepalanya.


Judi menggeleng. "Masing masing sepasang lah."


"Sepuluh anak?" Tanya Vanessa terkejut.


🌹🌹🌹🌹


TBC

__ADS_1


__ADS_2