
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹FOLLOW JUGA IGEH EMAK DI : @REDLILY123🌹
🌹STAY SAFE, PAKE MASER KALAU KELUAR YA ANAK ANAK. EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA🌹
Vanessa segera turun untuk menemui Oma setelah dia bersiap siap. Dia akan menemui sang ayah setelah memeriksa kandungannya. Vanessa sangat exited dengan semua ini, dia ingin meperlihatkan pada ayahnya kalau dia bahagia dengan kehidupannya sekarang.
Dan itu juga selalu membuat ayahnya ikut bahagia, Vanessa berharap saat ayahnya keluar dari penjara, dia akan menjadi lebih baik.
"Oma dimana, Bi?" Tanya Vanessa pada pembantu yang sedang membereskan ruangan.
"Di kamarnya, Nyonya. Perlu saya panggilkan?"
"Tidak, biar saya aja. Makasih, Bi."
"Baik, Nyonya."
Vanessa melangkah ke kamar Oma dengan senyumannya yang lebar. "Oma," panggilnya sambil mengetuk sebelum masuk.
Di sana ada Oma yang sedang berdandan. "Oma ayo, kok lama amat sih?"
"Emang kamu aja yang harus cantik? Nanti Oma disangka pembantu kamu."
"Ya enggak lah," ucap Vanessa sambil tertawa kemudian memeluk Oma dari belakang.
"Ayo, Oma. Vanessa udah gak sabar liat wajah bahagia ayah."
"Kamu bawa makanan gak?"
"Makanan? Beli aja nanti di jalan."
"Orangtua itu lebih suka buatan tangan."
"Ada bolu doang."
"Gak papa, bawa ajaa itu."
__ADS_1
"Oke deh," ucap Vanessa keluar dan meminta Bibi Pembatu membungkuskannya.
Sesuai perjanjian, mereka diantar oleh supir. Oma juga sudah merasa sangat ngilu dengan perut Vanessa yang mulai membesar.
Diperjalanan, Oma menceritakan masa kecil Judi yang nakal. Yang membuat Vanessa tertawa bahagia.
Sampai akhirnya sampai di rumah sakit, Oma menunggu sampai ruangan tunggu. Vanessa masuk sendiri ke ruangan dokter. Oma menolak masuk karena dia tidak suka bau obat.
Saat sedang menunggu, Oma tiba tiba mendapat telpon dari Judi.
Oma berdecak kemudian mengangkatnya.
"Hallo, Judi kesayagan Oma?"
"Salam dulu, Oma."
"Waalaikum salam."
"Assalamualaikum," ucap Judi.
"Waalaikum salam. Kenapa?"
"Kamu lacak Vanessa?" Tanya Oma tida percaya.
Judi menarik napas. "Ehehe, namanya juga suami yang khawatir."
"Vanessa lagi di rumah sakit lagi periksa kandungan," jelas Oma.
"Kenapa gak bilang ya sama aku?"
"Dia bilang mau ngasih kejutan, tapi ketahuan duluan."
"Oh oke, hati hati ya pulangnya. Sama supir kan?"
Oma mengangguk. "Iya sama supir, tapi abis ini gak langsung pulang."
"Emang mau kemana?" Tanya Judi masih dengan santai, tidak mengira apa yang akan dilakukan Oma da istrinya.
__ADS_1
Sampai Oma menjawab, "Terus abis ini mau nengok ayahnya Vanessa di penjara."
Saat itulah Judi terdiam, dia tersedak salivanya sendiri. Dan Oma paham, dia mengerti apa yang terjadi.
Mengurus Judi sejak kecil membuat Oma tahu kapan cucunya berdusta. "Apa yang kamu sembunyikan, Judi?"
Judi terdiam membisu seribu bahasa.
"Judi!"
"Oma…," ucap Judi dengan suara bergetar. "Aku butuh bantuan, Oma. Plis bantu Judi, Judi yang akan menjelaskannya nanti. Tapi tolong untuk saat ini."
"Apa yang kamu lakukan, Judi?" Tanya Oma dengan suara yang rendah. Dia benar benar tahu telah terjadi sesuatu yang buruk.
Untuk menghindari Vanessa mendengar percakapan mereka, Oma Asih berpinda tempat agar mendengar suara Judi lebih jelas.
"Kenapa? Bilang sama Oma."
"Oma cegah Vanessa nemuin ayahnya ya, plis Oma."
"Kenapa?"
"Pokoknya tolong cegah dulu sampai Judi pulang, plis Oma."
"Kenapa?" Tanya Oma untuk yang kesekian kalinya.
"Tolong cegah aja."
"Gak bisa gitu dong, masa Oma bantu kamu tanpa alasan. Kalau mau Oma bantu, kamu harus jujur. Bilang kenapa."
Bahkan dari suara napasnya saja, Oma merasakan kalau Judi itu ketakutan.
"Bilang kenapa? Judi?"
Dengan suara bergetar, Judi berkata, "Ayahnya Vanessa meninggal, Oma. Dia udah gak ada. Tolong bantu Judi."
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
To be continue