
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK🌹
🌹JANGGAN LUPA FOLLOW IGE EMAK DI : @REDLILY123🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, EMAK SAYANG KALIAN🌹
Judi menatap istrinya tidak percaya, Vanessa memberinya bantal.
"Yank, gak serius kan?"
"Gak mau bobo sama kamu. Ini bantal kesayangan kamu, bobonya di kamar lain dulu."
Judi terdiam, dia baru bergerak saat istrinya mendorongnya pelan menuju pintu.
"Yank, kamu gak serius 'kan?"
Vanessa mengangguk.
"Tuh kan kamu gak serius."
"Aku serius, pake banget," lanjut Vanessa kemudia menutup pintu kamar.
Judi masih berdiri di sana dengan penuh tanya. Sekitar sepuluh menit berdiri di sana, baru Judi melangkah menuju kamar lain yang ada di lantai dua.
Sprei di kamar sana sudah diganti, seolah semua orang tahu kalau dirinya akan berakhir tidur di sini.
"Si Bibi pengertian amat," ucap Judi yang mencoba membaringkan diri di sana.
Namun, sayangnya Judi tidak bisa memejamkan matanya. Dia khawatir dengan Vanessa.
"Haruskah aku naik tangga ke balkon lagi?" Tanya Judi pada dirinya sendiri.
Dia pun memutuskan untuk melakukannya.
__ADS_1
Malam malam, Judi keluar dari rumah dan menaiki tangga menuju balkon lantai dua.
"Akhirnya," gumam Judi yang nekad.
Namun sayang, saat hendak membuka pintu balkon, pintunya terkunci. Terlihat juga di sana Vanessa sudah tertidur.
"Kok udah tidur aja sih?" Tanya Judi mengerucutkan bibirnya. "Apa dia tidak rindu padaku?"
Mulai merasa dingin, Judi kembali turun dan masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sendu.
"Dikunci?"
Judi menoleh menatap Oma Asih yang ada di sana sedang menonton TV dengan Bibi Pembantu.
"Kok Oma belum tidur?"
"Mau liat kamu diusir Vanessa. Ahahahaha."
"Oma," ucap Judi dengan nada yang kesal.
Judi menarik napas dalam dan melangkah menaiki tangga.
Melihat itu, Oma Asih tertawa bahagia, memang cucunya butuh pelajaran seperti ini.
"****** kau Judi, dipanggang kan sama si Vanessa."
🌹🌹🌹
Judi tidak bisa tidur. Dia bergerak ke sana ke mari merasa gatal di segala sisi. Sampai akhirnya matanya kembali terbuka karena suara dering telpon.
Itu dari nomor baru.
"Hallo?" Tanya Judi mengangkatnya lebih dulu.
__ADS_1
"Hallo, Jud?"
"Siapa ya?"
"Nakula."
"Bang Nakula? Kenapa, Bang? Abang gimana kabarnya? Kemana aja lu, Bang?" Tanya Judi yang mengingat kakak kelasnya ketika kuliah itu.
"Baik kok. Gue mau ketemu, Jud."
"Sekarang, Bang?"
"Gila kali, enggak lah. Nanti aja," ucap lawa bicara telponnya. "Gue mau ke luar negri dulu."
"Oke oke, Bang. Nanti bilang aja kalau mau ketemu," ucap Judi.
"Save nomor gue, Jud."
"Sip."
Dan saat sadar, Judi mengingat akibat dari dirinya terlalu lama bereuni dengan Sean, dirinya jadi melupakan istrinya.
Apalagi jika bertemu dengan kakak kelasnya ini, dan mereka sama sama teman dalam hal kekacauan. Jadi Judi segera mengirimkan pesan kalau harus dari jauh jauh hari merencanakan untuk bertemu.
Dan karena tidak kunjung tidur, Judi keluar dari kamar. Dia memilih untuk tidur di sofa yang ada di samping pintu kamar istrinya.
Dia benar benar tidak bisa berjauhan dengan Vanessa. Apalagi dia takut istrinya butuh apa apa.
"Selamat malam, Sayang," ucap Judi pada pintu yang tertutup. Dia menutupi diri dengan selimut saat itu juga.
"Kapok aku, Van."
🌹🌹🌹
__ADS_1
To Be Continue