Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Permintaan


__ADS_3

🌹Vote dulu dong ghais.🌹


🌹Jangan lupa follow ig emak di : @RedLily123🌹


🌹Terus juga jangan lupa ajak yang lain buat baca ini yak. Emak saayang sama kalian, jangan lupa jadiin favorite yaaa.🌹


Mile mengantarkan Oma Asih dan tante Metry menuju Bandung, tepatnya di rumah yang akan ditempati oleh Vanessa dan Judi. Rumah itu terdapat di kawasan perumahan ramah lingkungan yang memiliki oksigen yang bagus, pohon pohon di mana mana. Selain itu rumah yang akan ditempati cucunya juga memiliki lingkungan sendiri. 


Benteng tinggi mengelilingi rumah dan halaman sekelilingnya yang sangat luas. Membuat Oma Asih leluasa jika meninggalkan cucunya di sini.


“Bukankah keluarganya juga tinggal di sini?” tanya Oma pada Tante Metry.


“Mile bilang begitu.”


“Mile!” panggil Oma.


“Iya, Nyonya?”


“Dimana rumah orangtua Vanessa?”


“Sekitar lima kilometer dari sini.”


“Apa Judi tahu?”


“Ya, Tuan tahu.”


Kemudian Oma Asih kembali menatap anaknya. “Ibu khawatir.”


“Ibu tau Judi gimana, dia pasti mikirin yang terbaik.” 


“Gimana kalau Ibunya Vanessa jahat?”


“Gimana kalau kita lihat lantai dua?”


Pikiran Oma Asih pun teralihkan. Mereka melihat lantai dua dimana itu masih kosong.


“Kemanakan semua barang barangnya?” tanya Tante Metry pada Mile.


“Diberikan pada panti, Tuan ingin Nyonya Vanessa yang mendesainnya sendiri.”

__ADS_1


“Wah, Ibu…. Judi benar benar jatuh cinta pada Vanessa.”


Oma Asih mengangguk. “Ya, meskipun dia membuat brownies mie, tapi asalkan baik pada Judi dan menyayangi juga mau berubah⸻”


“Tidak usah panjang lebar, Bu.”


“Aduh, anak durhaka.”


“Ibu juga menyayangi Vanessa kan?”


“Sangat.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


“Mas….?” Tanya Vanessa dengan Judi yang sedang sarapan.


Daritadi Vanessa menatap suaminya yang tidak kunjung selesai sarapan, dia terlihat sedang berfikir keras. “Mas? Mas Judi!”


“Huh?” tanya Judi menatap istrinya. “Bentar, Van. Aku lagi mencerna."


“Mencerna makanan kok lama amat sih, tinggal telen, Mas.”


“Terus?”


“Mikirin kata kata kamu lah.”


“Datang bulan?”


Mendengarnya saja membuat Judi merinding. “Mas, emangnya kenapa kalau aku datang bulan?” tanya Vanessa menggoda.


Dia pikir suaminya akan malu menjawab pertanyaan itu, tapi ternyata Judi malah menantang Vanessa dengan menjawab, “Ya kan kamu udah gede, Yank. Orang bulan madu buat bikin anak, masa bulan madu mau jualan cendol gitu biar nambahin penghasilan?”


“Ya gak usah marah napa, kan aku gak tau kapan si bulannya datang.”


“Maaf, Sayang,” ucap Judi halus. “Aku gak marah, Cuma bingung aja nanti kita ngapain kalau gak bikin anak. Kan aku udah bikin jadwal.”


“Jadwal apa?” tanya Vanessa penasaran. “Jadwal kita main di sini?”


“Iya, di jadwal aku dominasi sama berduaan sama kamu di kasur.”

__ADS_1


“Cie,” ucap Vanessa menutup mulutnya tidak percaya. “Kan kecanduan.”


“Kan sekarang mah gak bisa, jadi gak cie dong.”


Vanessa yang gemas segera mendekati Judi yang selesai sarapan, dia memeluk tangan suaminya sambil duduk di sofa. “Maaf,” ucapnya dengan nada lucu. “Mas….”


“Ngapain minta maaf, kan bukan salah kamu.”


“Nambah aja jadi seminggu lagi di sini.”


“gak bisa, Yank. Kan kita harus beres beres rumah di Bandung kan. Lagian aku punya kerjaan.”


Vanessa bingung, dia tidak bisa merengek memohon pada suaminya karena Judi memang harus bekerja. “Yaudah, nana nini nya nanti aja di rumah baru.”


“Emang biasanya berapa hari sih?”


“Biasanya sih seminggu, tapi kadang juga empat atau lima hari udah selesai.”


“Nah boleh tuh, jadikan nanti baby kita made in Raja Ampat.”


Vanessa tertawa seketika. “Made in Raja Ampat?”


“Iyalah, kok malah ketawa sih.”


“Mas….,” panggil Vanessa dengan suara yang pelan. 


“Kenapa?”


“Bisa bantu aku?”


“Bantu apa?”


“Beliin pembalut,” ucapnya dengan suara pelan.


“Apa, Yank?”


“Pembalut, Mas.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


__ADS_2