Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Terbongkar


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote banyak banyak ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow juga igeh emak di : @REDLILY123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian.🌹


Ini sudah satu minggu berlalu, dan Judi belum juga menyelesaikan masalahnya. Memang tidak seburuk sebelumnya, tapi dia masih harus tetap berada di Belanda dan tidak bisa pulang.


Semakin lama Judi berada di Belanda, semakin dia melupakan apa yang seharusnya dia lakukan. Dia mulai melupakan apa yang harus diselesaikannya bersama dengan Vanessa, yakni tentang kematian ayah mertuanya.


Seperti yang Tante Metry perhatikan sekarang, Judi terlihat kembali ceria dengan masalahnya yang telah mereda dan menganggap permasalahannya bersama Vanessa itu tidak lagi penting.


Untuk mengingatkan, Tante Metry menaiki tangga untuk berbicara dengan Judi, dia menuju kamar keponakannya itu.


Namun dia tertahan saat akan mengetuk pintu, Tante Metry memilih duduk dulu di ruangan santai di samping kamar Judi untuk menghubungi Mile.


“Hallo, Nyonya?”


“Mile, saya ingin tahu tentang permasalahan Judi di perusahaan. Seperti apa? Apa sudah selesai?”


“Ya, tinggal besok penandatanganan. Dan kami menyelesaikan semuanya.”


“Apa Judi memintamu untuk memesan tiket atau sesuatu?”


“Tiket?”


“Ya, untuk pulang ke Indonesia.”


“Tidak, Nyonya.”


Tante Metry mendesah kesal. “Baiklah, terima kasih kalau begitu.”


“Baik, Nyonya.”

__ADS_1


Setelah menutup telpon, Tante Metry baru mengetuk pintu kamar Judi. “Jud, Tante mau ngomong dulu.”


Tidak lama, Judi membuka pintu. Dia keluar dari kamarnya dan mengisyaratkan untuk berbicara di ruang samping.


“Kenapa, Tan?”


“Urusan kamu udah beres?”


Judi mengangguk. “Alhamdulillah, tinggal besok sehari lagi.”


Supaya tidak terlihat mengatur, Tante Metry mengatakan, “Oh iya, suami tante mau keluar negara ada urusan, mau sekalian dipesenin tiket?”


Judi menggeleng. “Aku mau ketemuan dulu sama temen SMA aku, Tan.”


“Jud, Vanessa loh ini. Kamu belum ngasih tau dia.”


“Gak lama, lusa langsung pulang. Lagian udah lama gak ketemu sahabat aku itu, jadi itu moment langka.”


“Kamu gak bisa buat Oma menahannya terus, kalau Vanessa tahu gimana?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Vanessa benar benar merindukan suaminya, apalagi akhir akhir ini Judi juga jarang menghubunginya. Vanessa berfikir mungkin itu karena sibuk, tapi Vanessa benar benar merindukan suaminya itu.


Dia menarik napas dalam dan turun ke lantai utama. “Bi, Oma Asih belum pulang pengajian?”


“Belum, Nyonya.”


Vanessa juga merasa bosan karena Oma Asih belum juga pulang. Tidak ingin merasa kesepian sendiri, Vanessa berkata, “Bi, tolong suruh supir bersiap ya, saya mau belanja.”


“Baik, Nyonya.”


Vanessa yang tinggal membawa ta situ pergi dengan sopir untuk berbelanja. Tapi keinginan itu hilang saat Vanessa melihat toko roti kesukaan ayahnya. Dia langsung teringat belum menjenguk ayahnya.

__ADS_1


“Mang, kita beli roti di sana ya. Gak jadi belanja, antar saya ke tempat ayah saya.”


“baik, Nyonya.”


Sambil memilih milih roti, Vanessa tersenyum bahagia. Ayahnya pasti akan senang melihat kedatangannya, apalagi perutnya semakin membesar. Vanessa senang bisa memberikan cucu untuk ayahnya.


Bahkan Vanessa membeli banyak roti hingga dia kesusahan membawanya.


“Biar saya yang bawa, Nyonya,” ucap supirnya.


“Makasih, Mang.”


“Sama sama, Nyonya. Mari.”


Dan tidak butuh waktu lama, mereka sampai di lapas tempat ayah Vanessa ditahan.


Dengan wajah cerianya, Vanessa ditemani supir yang membawa makanan kesukaan ayahnya itu datang.


Seorang polisi yang sudah tidak asing dengan Vanessa itu mengerutkan keningnya.


“Assalamualaikum,” ucap Vanessa.


“Waalaikum salam, Ibu, ada keperluan apa datang ke sini?”


“Loh, saya mau jenguk ayah saya, Pak.”


Dan polisi itu terdiam heran. “Maksudnya, Bu?”


“Maksudnya gimana, Pak” tanya Vanessa masih dengan senyumannya. “Saya mau jenguk ayah saya seperti biasa.”


“Bu….., Ayah ibu udah gak ada. Ibu denger kabar ini kan dari Bapak? Dari suami Ibu?”


“Maksudnya?” tanya Vanessa dengan senyuman yang mulai luntur.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2