Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Perhatiannya Judi


__ADS_3

🌹Voteeee yeeee, sama ajak yang lain. Maaf emak agak lama, tau lah kalau minggu emak emak itu banyakin waktu sama keluarga. Kalau maen hape terus disangkanya asyik dengan dunianya sendiri, ya meskipun kenyataannya lagi cari duit. Apalagi kalau suami di rumah, kan gak enak tuh. Dalam satu minggu hanya dua hari dia ada di rumah, jadi aku puas puasin rampok dia, pacaran lagi sama dia, Cuma bedanya ya sekarang ada anak anak yang ganggu.🌹


🌹Buat semua pembaca saya di luar sana, jangan sia siakan waktu ya. Dedikasikan waktu untuk hal hal bermanfaat, bersama orang yang kita sayang. Jangan sampai apa yang kita lakukan hari ini akan membuat kalian menyesal di kemudian hari. Cari hiburan boleh, asal jangan berlebihan ya sayang sayangku. Makannya emak juga kadang kalau updatenya irit, karena emak mau kalian itu menghabiskan waktu dengan lingkungan sekitar, dalam balutan dunia nyata.🌹


🌹Jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Selamat membaca.🌹


Sudah beberapa hari Oma Asih dan Tante Metry berada di rumah Vanessa dan Judi. Karena kebeulan masih ada beberapa pekerja yang mengerjakan taman bunga, Tante Metry dan Oma Asih yang merupakan pecinta bunga ikut membantu sehingga tempat itu semakin bagus.


Dan tidak lupa, Oma Asih juga membawa Vanessa ke tempat tempat bagus untuk menenangkan diri. Vanessa mengikuti arahan Oma Asih untuk terapi dengan jamu jamu herbal. Oma Asih memperlihatkan secara langsung bagaimana cara membuatnya.


Dan itu membuat Vanessa sangat senang. Hingga dia terpikir jika Oma Asih pergi, maka dia akan sendirian di sini.


“Oma….,” ucap Vanessa yang tiba tiba memeluk Oma Asih dari belakang.


“Duh, ini kenapa? Oma lagi parut kunyit. Minggir, Van. Bentar lagi kan Judi pulang, nanti peluk Judi aja.”


“Vanessa kangennya sama Oma.”


“Ngomong apa toh kamu itu? Kenapa?”


“Kangen.”


“Ih minggir dulu, Oma lagi parut kunyit. Nanti Oma kasih ke wajah kamu mau? Liat gimana Oma buatnya, jangan lengah. Kamu itu pelupa.”


Vanessa tertawa, dia melepaskan pelukannya, kemudian duduk di samping Oma Asih untuk kembali memperhatikan. “Makannya biar Vanessa yang parutnya, biar bisa langsung paham.”


“Enggak lah, abis ini kamu bikin sendiri. Oma gak akan bantu.”


“Loh kok?”


“Makannya perhatiin,” ucap Oma Asih kesal sambil tetap memarut. “Kalau Oma gak ada, nanti kan bingung. Jam Indonesia sama jam di Belanda kan beda, nanti malah ngabisin uang.”


“Makannya Oma tinggal di sini aja,” ucap Vanessa dengan suara seraknya.


Yang mana hal itu membuat Oma Asih menengok, dia sadar suara Vanessa berubah seolah sedang menahan tangisan. Dan benar saja, mata Vanessa berkaca kaca.


“Van, kok nangis? Oma gak parut kamu ya.”

__ADS_1


Vanessa malah tertawa, tapi air matanya jatuh.


“Loh kok nangis sih? Kenapa?”


“Omaaaaa……,” ucapnya sambil mengeluarkan tangisan pilunya.


Oma Asih otomatis memeluknya dan mengusap ngusap punggungnya tanpa peduli warna kuning di tangan Oma merambat ke kaos putih Vanessa.


“Oma…. Hiks…. Hiks…. Oma….”


“Kenapa? Judi nakal? Bilang sama Oma. Kan Oma bilang jangan pernah pendem semuanya sendiri. Iya? Dia kenapa? Atau apa?”


“Oma….. jangan pergi,” ucap Vanessa dengan suaranya pelan. “Nanti siapa yang mau nenemin Vanessa di sini.,. hiks… siapa yang ngobrol sama Vanessa lagi… hiks…”


Dan suara Vanessa semakin banyak bicara semakin kuat, membuat Oma Asih kebingungan. Hal itu juga memicu Tante Metry datang dan melihat.


Memberi jawaban lewat isyarat, Oma Asih menyuruh Tante Metry mundur dan menunggu.


“Oma jangan pergi, tinggal di sini aja.”


“Denger, kamu sama Judi itu pasangan baru. Harus rasain dulu gimana berdua duaan, saling bahu membahu. Bukannya Oma gak mau tinggal di sini, tapi dengan gitu kalian berdua bisa saling lebih memahami.”


“kalau… hiks… nanti aku punya bayi… Oma mau tinggal di sini gak?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Judi baru saja pulang bekerja, dan dia pulang terlambat. Judi tidak makan malam di rumah, membuatnya pulang agak larut.


Dan dia melihat Tante Metry sedang duduk di luar.


“Tante?”


“Iya?” jawab Tante Metry tanpa mengalihkan pandangannya dari tatapan kosong.


“Tan, tante kenapa?”


“Gak papa.”


“Kok diem aja?”

__ADS_1


“Harus ya Tante joget?”


“Gak gitu juga kali. Kenapa diem di luar? Nanti masuk angin.”


“Tadi Vanessa nangis.”


“Kenapa?” tanya Judi seketika panic. “Dia kenapa? Sakit apa gimana?”


“Tanya aja sendiri.”


Judi yang tidak puas dengan jawaban Tante Metry seketika berlari untuk menuju istrinya, dan di sana Vanessa sedang tersenyum menyambutnya.


Memang terlihat sisa sisa menangis dengan matanya yang bengkak. Membuat Judi mendekat, mengusap pipi istrinya pelan.


“Kenapa, Mas?” tanya Vanessa heran.


Dan Judi tahu, jika Vanessa ingin membicarakan hal serius, harus didampingi sesuatu yang menghiburnya.


“Mau kiss aku?”


“Hah?”


“Tante Metry bilang kamu nangis.”


“Iya, it⸻”


“Gak papa, sini mau peluk? Atau di kiss dulu? Tapi jangan dipendam sendiri.”


“Kok kiss sama peluk sih?”


“Kan kamu suka itu. Biasanya kalau kamu sedih, selalu cari apa yang bikin kamu senang. Sini, aku peluk.”


🌹🌹🌹🌹


 


 


To Be Continue

__ADS_1


 


 


__ADS_2