Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Pembantu


__ADS_3

🌹Voteee yeeeee. Woy hatersss, bacoot mulu, mending sana ke laut aja lu pada.🌹


🌹Jangan lupa follow igeh emak ya di : @RedLily123.🌹


🌹Gak suka? Tinggalin. Jelek? Bikin sendiri. Kalian yang bilang cerita ini jelek, yes! Gue terinspirasi dari muka lu anjeeeer! Jadi berbangga dirilah si mulut sering nyinyir.🌹


Suara mobil masuk ke area sekitar rumah membuat Vanessa bergegas keluar, dia tersenyum lebar dan menyambut kedatangan Oma Asih dengan penuh kebahagiaan. Bukan hanya rindu, Vanessa juga merasa bersalah kepadanya dan kepada Tante Metry.


Maka begitu mereka turun dari taksi, Vanessa langsung datang dan memeluk Oma Asih. “Omaaaaaaa,” ucapnya penuh kerinduan.


Oma Asih yang baru saja turun jelas merasa kaget, dia menahan tubuhnya agar tidak limbung. “Aduh, Van. Bentar, Oma mau mabok.”


Setelah mendengar itu, baru Vanessa melepaskannya dan membiarkan Oma Asih duduk dulu di pinggiran teras.


“Oma jangan duduk di sini, ayo ke dalam,” ucap Vanessa.


“Bentaran, Oma masih mabok ih.”


“Biarin aja, Van. Dari tadi Ibu ripuh banget soalnya mabuk.”


Daripada mendapat serangan dari Oma Asih, Vanessa membantu Tante Metry menurunkan barang barang.


“Judi kerja, Van?”


“Enggak, Tan. Dia lagi sakit jadi istirahat dulu.”


“Oh dia ada di rumah?”


“Iya.”


Ketika membawa barang barang masuk, tidak lupa Tante Metry memberi isyarat pada ibunya agar ikut masuk. Yang mana membuat Vanessa was was, apalagi keadaannya sedang tidak baik. “Oma tunggu aja, nanti aku yang tuntun Oma.”


“Ogah ah,” ucap Oma Asih memilih berjalan sendiri. “Nanti dipikir udah nenek nenek.”


Kalimat itu membuat Tante Metry memberi isyarat agar Vanessa berhenti bicara.


“Yang tas merah itu buat kamu, Van, gak usah dibawa ke kamar.”


“Wah, makasih, Tan.”

__ADS_1


Vanessa menyediakan kamar di bawah supaya Oma Asih tidak kesulitan naik turun tangga.


“Tante kamernya udah aku siapin yang disamping Oma.”


“Gak papa, Tante tidur di sini aja deket Ibu.”


Dan saat itulah Oma Asih datang. “Minggir,” ucapnya kemudian merebahkan diri.


Membuat Vanessa sedikit heran. “Biasanya Oma gak mabuk kendaraan, Tan?”


“Ini gara gara Tante kamu, Van.”


“Kok gara gara Metry sih, Bu?”


“Ya kamu ngapain malah bawa terasi segala. Mana nyimpennya di saku lagi.”


“Ya allah,” ucap Tante Metry baru ingat. Dan saat dia memeriksanya, ternyata terasinya sudah penyek. “Yah…. Padahal ini terasi eksklusive.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Jangan dibangunin, Van. Kasihan,” ucap Oma Asih yang sedang hendak mulai memasak bersama Tante Metry. “Gak papa nanti dibanguninnya kalau makanannya jadi.”


“Oh…., iyakah? Yaudah terserah, ehehehe.” Oma Asih malah ketawa ketawa tidak jelas.


Vanessa hendak membangunkan Judi untuk sholat, tapi saat dia masuk dia melihat suaminya baru selesai sholat. “Mas udah bangun?”


“Oma datang, Yank?”


“Iya.” Vanessa mendekat dan memegang kening suaminya. “Lumayan anget, tapi lumayan turun. Cek pake thermometer ya.”


“Iya, pake kilometer juga gak papa asal sama kamu.”


Bukannya tersipu, Vanessa malah tertawa ngakak. Bisa bisanya suaminya menggombalinya hal hal seperti itu.


Sambil mengukur suhu tubuh suaminya, mereka berdua berbincang bincang. “Yank….?”


“Iya?”


“Sewa pembantu ya, buat beres beres doang. Pembantunya gak nginep, datangnya di jam tertentu aja. Aku gak mau kamu kecapean lah, mana ini rumah gede. Gimana?”

__ADS_1


“Tapi ibu ibu ya?”


“Iya, aku sewa yang ibu ibu.”


Vanessa mengangguk setuju. “Aku yang atur jam datangnya.”


“Oke, kalau satpam? Aku pikir butuh deh. Lagian kan Cuma jaga di depan aja.”


“Boleh.”


“Tukang kebun?”


“Manggil aja deh seminggu sekali.”


Judi mengangguk setuju. “Yang nyari pembantunya aku?”


“Enggak lah. Gila kali, tar kayak di tv tv ituloh yang kepincut.”


“Ya allah,” ucap Judi gemas. Dia mencium kening Vanessa berulang kali. “Ya enggak gitu lah, masa iya. Liat aku dong.”


“Males ah.”


“Liat dulu.”


Terpaksa Vanessa melakukannya. “Kenapa?”


“Aku bule loh. Emang di film film itu ada cowoknya yang mukanya bule ganteng gini? Nih, cowok yang selingkuh itu cowok yang jelek, mereka mau diakui ganteng dengan banyak ceweknya. Beda sama yang ganteng betulan, gak perlu pengakuan.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


To Be Continueeee


 


 

__ADS_1


__ADS_2