
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹MAAF TELAT UPDATE YA, EMAK SAYANG KALIAN SEKALEHH.🌹
🌹SELAMAT MEMBACA, IGEH EMAK FOLLOW YA DI : @REDLILY123.🌹
Judi mulai memeriksa berkas yang harus dia selesaikan.
Mile datang dengan mengetuk pintu sebelumnya, tapi tidak dihiraukan oleh Judi karena dia sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya supaya dia bisa cepat cepat pulang dan melihat keadaan istrinya.
Dan ketukan itu sampai akhirnya tidak dihiraukan juga, sampai sampai membuat Mile kesal dan masuk begitu saja tanpa berkata apa apa lagi.
Langsung ke dalam intinya, Mile berkata, “Istri anda sedang melahirkan, Tuan.”
“Astaga, kenapa kau tidak bilang dari tadi?”
“Aku mengetuk pintu, tapi an⸻”
“Sudah jangan banyak bicara,” ucap Judi yang sedang memakai mantelnya.
Mile segera menyusul mengingat majikannya selalu menggila jika dia berkendara sendirian.
“Biar saya yang menyetir, Tuan.”
“Tapi kau harus cepat.”
“Baik, Tuan,” ucap Mile yang mengambil alih kemudi.
“Kenapa kau memberitahuku dengan lambat?”
“Saya baru mendapatkan telpon dari Nyonya Besar barusan.”
“Bagaimana katanya?”
“Itu berlangsung dari dua jam yang lalu.”
__ADS_1
Judi terkejut bukan main. “Dan mereka baru mengabarkan sekarang?”
“Karena Nyonya Muda tidak yakin kalau dia akan melahirkan sekarang mengingat masa masa pembukaan selalu lama.”
“Sudah jangan banyak bicara,” ucap Judi yang kesal sendiri.
Sampai dia akhirnya sampai di rumah sakit, Judi berjalan cepat menuju ke lobi rumah sakit dan bertanya, “Wanita yang melahirkan? Bule?”
“Di ruangan persalinan, Tuan.”
“Oh benar juga,” ucap Judi melangkah ke ruang persalinan.
Mile mengikutinya dari belakang, bagaimana majikannya berjalan dengan sangat cepat.
Namun saat sampai di ruang persalinan, tidak terlihat Oma maupun orang yang dia kenal. Membuat Judi kembali bertanya, “Dimana wanita yang melahirkan? Bule? Namanya Vanessa?”
“Ah… Nona Vanessa sudah dipindahkan ke ruangan inap.”
“Bayinya?”
Judi terlihat sangat lega.
Dia kembali melangkah ke ruangan yang dimaksud, saat membuka pintu, dia melihat Vanessa yang terbaring dengan mata terbuka.
“Sayangku….,” ucap Judi. “Maaf aku datang terlambat.”
Vanessa tertawa dan merentangkan tangannya. Membiarkan suaminya memeluknya.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Siapa namanya?” tanya Oma Asih pada Vanessa..
“Tidak tahu, Mas Judi belum mengatakannya.”
Seperti seorang ayah pada umumnya, Judi menyambut anaknya dengan suara adzan. Dia mencium pucuk hidung putranya sebelum berbalik dan menatap Oma Asih dan istrinya yang tersenyum.
__ADS_1
“Siapa namanya?” tanya Vanessa.
“Ali.”
“Ali?” tanya Vanessa dengan senyuman, kemudian merentangkan tangannya menyambut anaknya.
“Nama akhirnya menggunakan namaku..”
Vanessa mengangguk paham dan tersenyum dengan setuju. “Hallo, Ali.”
Vanessa bahkan merintikan air matanya saat mencium putranya. Di sana Judi dengan penuh kehangatan memeluk istrinya dari samping. Menatap anak mereka yang telah lahir.
Mata cokelatnya diturunkan dari Vanessa. Keseluruhan wajahnya begitu terlihat seperti bangsa barat mengingat kedua orangtuanya memiliki darah itu.
Kulitnya begitu putih pucat, bibirnya merah merona.
Membuat Oma Asih ikut tersenyum dan mengusap kepala Judi dan Vanessa secara bergantian. “Ada yang harus kalian jaga, jiwa dan raganya. Jangan sering bertengkar.”
Mendengar itu seolah Oma akan pergi, membuat Vanessa menatap Oma. “Oma tidak akan pergi bukan? Oma akan tetap bersama kita bukan?”
Oma asih mengangguk. “Tentu saja, Oma akan ikut membesarkan Ali. Oma ingin kalian adalah hal terakhir yang Oma lihat sebelum kembali pada-Nya.”
“Oma jangan katakan itu,” ucap Judi. “Ini adalah hari bahagia.”
Oma kembali mengusap kepala Judi. “Kau sudah menjadi ayah, jadilah sosok yang bisa menjadi panutan bagi Ali.”
Percakapan itu membuat mata bayi mungil itu perlahan terbuka.
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا" حَسَنًا,” ucap Vanessa memanjatkan doa untuk buah hatinya.
Mereka…. Bahagia.
🌹🌹🌹🌹
THE END.
__ADS_1
Jangan dihapus dulu dari favorite ya, soalnya ada extra part dan juga pengumuman cerita selanjutnya. Emak sayang kalian.