
🌹Vote Yaaa Ghaissss.🌹
🌹Jangan lupa follow ig emak : @RedLily123🌹
🌹And, kalau kalian penasaran, emang emak ini Army sama Moa.🌹
🌹Ahahahaha, meski udah jadi Emak anak dua kan gak ngaruh, apalagi masih muda.🌹
“Bu….,” panggil Tante Metry dari luar kamar, dia mengetuk pintu kamar Oma Asih yang tertutup. “Bu, udah belum?”
“Bentar,” jawab Oma Asih dari dalam sana.
“Ibu lagi ngapain sih?”
“Bentar.”
Karena tidak sabar, Tante Metry membukanya dan masuk. Dia melihat Oma Asih yang sedang melihat ke sekitar ruangan kamarnya. Matanya memperlihatkan jelas kalau dia merasa berat meninggalkan kamar ini.
Memang benar, setelah semalaman berunding dengan Tante Metry, Oma Asih memutuskan untuk kembali pulang ke kampong halamannya di Indonesia.
Apalagi di sini Tante Metry akan kembali bersama suaminya. Setidaknya di Indonesia, Oma Asih memiliki saudara.
“Ibu mau ikut sama Metry aja?”
“Enggak,” jawabnya seketika tanpa mengalihkan pandang. Sanubarinya mengatakan kalau hal ini lambat laun akan datang.
Suaminya telah meninggal, tidak ada alasan dia bertahan di Belanda.Â
“Ibu…” tante Metry duduk di samping Oma. “Ikut aja ya sama Metry. Metry risau kalau Ibu sendirian di sini.”
“Enggak, Met. Kamu kan juga punya keluarga sendiri.”
“Lah, gak papa. Daripada Ibu sendiri di sini. Gak papa sama aku aja ikut.”
“Ibu kangen sama saudari ibu di kampong. Kamu kan tau kita hanya kasih kabar lewat hape. Dia udah tua, Ibu takut dia keburu mati.”
__ADS_1
“Ibu…, ngomongnya jangan gitu.”
“Apalagi kan Mile bilang kalau Judi beli tanah sama rumah di Bandung, jadi bisa deketan lah.”
Tante Metry menarik napasnya dalam. “Maaf Metry gak nemenin Ibu ya.”
“Gak papa lah, Met. Lagian kita bisa tukeran kabar, kamu juga kalau mau kemana mana kan mudah, laki kamu pilot.”
Tante Metry tersenyum. “Oma udah tanya kan sama Mile dia gak akan ke Belanda bawa Judi?”
Oma Asih mengangguk. “Mile bilang Vanessa sama Judi mau di sana dulu beberapa minggu.”
“Nah, sebelum mereka ke sini, ayok kita ke sana. Sambil izinin mereka buat tinggal di Indonesia.”
Oma Asih mengangguk. “Bawain buku resep Ibu ya.”
“Buat apa? Nanti aja sama perabotan yang mau dibawa.”
“Mau di kasih sama Vanessa lah, dia harus bisa masak pokoknya. Jangan masak yang aneh aneh lagi.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Hmmmm?”
“Kamu pindah hotel karena sinyal wifi doang?”
“Iya, kan aku bilang ada yang harus aku kerjain, Van.”
“sayang dong, manggilnya Sayang kan udah janjian.”
Dan dengan halus, Judi berkata, “Iya, Sayang… tunggu ya, sabar dulu. Kan aku cari duit juga buat jajan kamu.”
“Tapi timing nya gak tepat tuh. Masa aku udah seksi gini dianggurin di kasur.”
Judi menatap perlahan istrinya yang hanya memakai bra sport dan celana pendek, dia benar benar bar bar seperti sebelumnya. Dan bekas kemerahan di dadanya membuat Judi menelan ludahnya sendiri.
__ADS_1
“Noh, kamu nelen liur. Sini dong,” panggil Vanessa sambil menggerakan tangannya.
Judi segera berpaling. “Bentar, Sayang. Belum beres, biar minggu depan gak ada yang bisa ganggu kita.”
“Emang minggu depan mau kemana?”
“Ke Raja Ampat yuk.”
Mata Vanessa berbinar. “Bulan madu?”
“Iya. Tapi sekarang aku ngerjain ini dulu, makannya tunggu bentar.”
Vanessa tersenyum, dia bangkit dari ranjang. “Kalau gitu aku mau pake baju.”
Dan ketika istrinya melakukan itu, perlahan mata Judi menatap, dia kembali menelan ludahnya kasar. “Yaudah satu kali aja.”
“Hah?” tanya Vanessa bingung. “Satu kali apanya?”
“Sunah.”
“Sunah apaan?” tanya Vanessa yang loading.
“Jangan dipake dong bajunya.”
“Mau kamu apa sih, Mas?”
“Yuk ke sana lagi,” ucap Judi sambil memegang tangan Vanessa dan menuntunnya ke atas ranjang.
“Ke mana? Tidur siang?”
“Bikin anak lah. Kok lola nya masih nempel aja sih?”
🌹🌹🌹🌹🌹
TBC
__ADS_1