Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Rayuan kelas Kakap


__ADS_3

🌹Vote dong ya ghaisss.🌹


🌹Jangan lupa pantengin terus ig emak di : @REDLILY123🌹


🌹Selamet membaca.🌹


🌹Please akan ada saatnya mereka panas panasan di Kasur, tapi nggak sekarang. Emak belum mood bikin nana nini duh. Ehehehe.🌹


Seperti perkiraan Vanessa, malam ini mereka bergadang. Setelah sholat isya, Judi tancap gas sampai akhirnya berakhir jam 12 malam.


Vanessa tidak menyalahkan suaminya, dia hanya bergumam dalam hati, “Daun muda.”


Judi memeluk istrinya dari belakang dan mencium puncak kepalanya berulang kali.


“Makasih, Sayang,” ucap Judi yang semakin erat memeluk istrinya itu.


Dan ketika Vanessa akan terlelap tidur, perutnya berbunyi yang membuat Judi sadar. “Sayang, kamu laper?”


Bagaimana tidak lapar, dirinya terus saja berolahraga dengan suami brondongnya itu sampai kehabisan tenaga. Selain itu, makan malam tadi hanya sedikit sehingga sekarang lapar.


Vanessa menengok ke belakang menatap suaminya. “Resto masih buka?”


“Aku bikin aja ya?”


Vanessa mengangguk, dia merasakan ciuman di keningnya dan merasakan suaminya beranjak dari ranjang. Vanessa melirik Judi yang memakai baju. Memang seksi, perutnya terlihat kotak kotak dengan otot yang sangat kencang. Apalagi melihat ada bekas cakaran di dadanya, membuat Vanessa berbangga. Pria itu miliknya, suaminya.


“Tunggu ya.”


Vanessa mengangguk.


Setelah suaminya pergi, dia membentangkan tangannya merasakan pegal pegal. Rasa lengket di tubuhnya ingin sekali dibilas.


Tapi karena ini malam hari dan air panas di matikan dari sananya, maka Vanessa hanya mengelap tubuhnya dengan handuk basah. Dia juga membasuh wajah, merapikan rambut dan berganti pakaian dengan yang baru.


Ketika sedang menyisir, Vanessa terdiam. “Gak usah dandan cantik cantik amat deh,” ucapnya menyimpan kembali sisir itu.


“Takutnya nanti minta lagi dia,” lanjut Vanessa khawatir.


Dan tidak lama setelah itu, Judi masuk.


“Loh kok? Mandi, Yank? Pake air dingin?”

__ADS_1


“Enggak, dilap pake handuk basah kok,” jawab Vanessa. “Kamu bikin apa?”


“Goreng roti.”


“Huh?” Vanessa mengangkat pandangannya menatap apa yang ada dalam piring. “Kok bentuknya mirip dorayaki ya?”


“Siapa dulu yang masak.”


“Isinya apa?”


“Hati aku.”


“Lebay.”


“Cokelat lah, sini duduk.”


Vanessa mendekat, dia duduk di samping suaminya dan mulai memakan roti itu.


Dan ketika cokelat menempel di sudut bibir istrinya, Judi mengusapnya kemudian memakannya.


Seketika itu juga Vanessa paham, suaminya belum puas.


“Mas?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Ini adalah hari mereka kembali ke Bandung. Berada di pesawat first class tidak membuat Vanessa nyaman, dia tidak bisa tidur karena suaminya mengabaikannya.


Bayangkan saja, dia merasa pegal sementara suaminya bermain game. Meskipun Vanessa tidak bilang, seharusnya suaminya mengerti. Ini juga karena dirinya dia menjadi lemas seperti ini.


“Mas?” tanya Vanessa.


“Iya?”


“Mas, nengok napa.”


“Bentar, Yank.”


“Mas,” panggilnya lagi.


Dan pekerjaannya bermain game ini didapat setelah bulan madu mereka menjadi bulan darah. Ketika istrinya tidur lebih awal, Judi menghabiskan waktunya bermain game. Karena dengan cara itu dia bisa menemani istrinya tidur di sampingnya.

__ADS_1


“Mas?” panggil Vanessa lagi.


“Iya, Sayang?”


“Tau ah, males,” ucap Vanessa kesal, dia berdiri dengan wajah murka.


“Mau kemana, Yank?”


“Toilet, apa? Mau ikut?”


Vanessa berjalan penuh emosi, dia pergi ke toilet untuk membersihkan wajahnya dan mencoba menenangkan diri. Yang benar saja suaminya mengabaikannya setelah membuatnya tidak bisa tidur semalaman, itu benar benar menyebalkan.


Dan saat keluar kamar mandi, Vanessa hendak memarahi Judi. Namun, hal itu terkurung saat melihat suaminya senyum dengan secangkir kopi di tangannya.


“Ini buat kamu,” ucapnya.


Kemudian Vanessa melihat ada tulisan\, *I’am sorry and I love you.* di atasnya.


“Maaf, Yank.”


“Kamu suruh pramugari bikin ini?”


“Enggak, aku minta izin bikin sendiri.”


“Emang bisa?”


“Bisa, kan aku boss. Maaf ya, sini deh minum kopi sambil liatin aku.”


“Liatin kamu main game? Ogah males.”


“Enggak, liatin aku yang mandangin kamu. Sini duduk.”


Dalam hati Vanessa berkata, ‘Bisaan banget dia, masa belum pernah pacaran?’


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


 


TBC

__ADS_1


 


 


__ADS_2