Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Tukang Bubur


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow juga igeh emak di : @RedLIly123.🌹


🌹Selamat membaca ya anak anak kesayangan emak, emak sayang kalian.🌹


“Wowww, tampilan lu jadi beda,” ucap Delisa melanjutkan perkataannya sambil memberikan tatapan yang tajam. “Lu mau tau kabar terbaru dari mantan laki lu? Si alan itu?”


Vanessa menahan semua perkataannya, dia sangat kesal pada Delisa. Terlebih apa yang pernah dilakukannya dengan menggunakan barang barang miliknya untuk merusak kebahagiaan Inanti dan Alan. Vanessa ingin mengumpat, sisi liarnya ingin sekali keluar dan melakukan hal yang biasa dia lakukan.


“Lu bisu apa gimana? Kok kagak ngomong?”


“Lagi sariawan,” ucap Vanessa malas kemudian dia duduk di kursi tunggu untuk menunggu Oma yang sedang bicara dengan resepsionis.


Sayangnya mereka terhalang sekat, jadi Oma Asih tidak bisa melihat keberadaan Delisa di sana yang mengganggu kenyamanan Vanessa.


“Van, lu beneran nikah sama si Judi? Adek kelas kita kan dulu. Beda berapa tahun? Eh, itu perut lu kembung? Anjiiiirrr lu lagi hamil?”


Vanessa diam, tapi wajahnya memperlihatkan dia kesal.


“Woy ngomong napa?”


Oma Asih yang melihat itu segera datang. “Ayo, Van.”


Delisa menengok, dia melihat wanita tua bergaya seperti wanita zaman dulu dengan kebaya jadul yang mana membuatnya menatap tidak percaya. “Nenek ini siapa ya?”


“Pencabut nyawa kamu kalau kamu terus ganggu cucu saya,” ucap Oma Asih kemudian menarik tangan Vanessa untuk masuk ke ruangan.


Dan Oma Asih bukan tipe orang yang lari dari permasalahan. Maka dari itu, setelah mengantarkan Vanessa ke dalam, Oma Asih kembali keluar untuk menemui Delisa. “Hei!”


Delisa menengok. “Manggi saya, Nek? Mau apa?”


“Tolong jangan ganggu Vanessa, apalagi dengan kalimat kalimat kamu yang mengungkit masa lalunya.”


“Lah, emang ada ya undang undang yang larang saya bicara tentang masa lalu?”


“Gak ada, tapi tolong jangan ganggu Vanessa lagi.”

__ADS_1


Dan saat Oma sedang bicara dengan Delisa, saat itu Mile datang untuk memastikan Oma Asih dan Vanessa baik baik saja sesuai perintah dari majikannya Judi.


Ketika melihat kedatangan Mile, Delisa langsung menunduk. “Pak,” ucapnya.


“Kenapa kamu di sini? Bukannya ini jam kerja?”


“Saya cuti sakit, Pak,” ucap Delisa pelan.


Yang mana membuat Oma membaca situasi dengan baik, dia berdehem. “Mile, kenapa kau datang?”


“Tuan Muda menyuruh saya memastikan anda dan Nyonya baik baik saja, Nyonya Besar.”


“Nyonya Besar?” gumam Delisa.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Vanessa begitu menikmati perawatan tubuh ini, apalaggi dia tahu apa yang terjadi anatara Mile dan Delisa. Ternyata Mile itu punya usaha caffe di beberapa kota, dan Mile bisa menghafal jelas setiap karyawannya.


“Oma, itu sungguh mengejutkan.”


“Asataga, Oma sangat bahagia, tapi itu secara tidak langsung memperlihatkan kalau kita bukan apa apa tanpa uang dan kekuasaan di dunia ini.”


“Benar, jangan bangga karena besar di dunia.”


Saat sedang bicara bicara, Vanessa mendapatkan pesan dari sang suami. Membuatnya mengerutkan kening saat membacanya.


“Kenapa, Van?”


“Mas Judi bilang dia mau masak, tapi aku khawatir. Soalnya dia sedikit alergi dengan bau bau makanan.”


“Bukan alergi, namanya itu akibat kehamilan.”


“Iya maksudnya begitu, Oma,” ucap Vanessa. “Tapi dia maksa mau masak makan malam katanya, apalagi hari ini si Bibi Pembantu hari ini pulang ke kontrakannya, baru datang lagi besok katanya.”


“Yaudah kasian, izinin aja masak.”


“Dia juga nanya aku mau apa.”

__ADS_1


“Minta yang mudah aja, Van.”


“Bubur? Gak papa, Oma?”


“Iya lah gak papa.”


Vanessa pun meminta dimasakan bubur untuk makan malam. 


Karena memang benar, mereka baru pulang saat matahari mulai tenggalam. Dan Mile datang hanya untuk memastikan. Vanessa bawa mobil sendiri dengan Oma yang berada di sampingnya.


“Judi gak bisa dihubungi,” ucap Oma.


“Lagi masak mungkin, Oma.”


“Iya kayaknya.”


Dan dalam waktu beberapa puluh menit, akhirnya mereka sampai di rumah.


“Jangan, biar Oma yang bawa barang barangnya,” ucap Oma Asih mengambil alih beberapa belanjaan. “Kamu naik aja sana, gak papa ini Oma yang bawa ke dapur.”


Vanessa mengangguk, keduanya masuk ke rumah.


“Asssalamualaikum,” ucap keduanya.


“Waalaikum salam,” jawab Judi dari dapur.


“Udah kamu naik aja, biar Oma yang liat Judi.”


Sambil membawa belanjaan, Oma berjalan ke arah dapur. “Judi?” panggil Oma.


Dan Oma Asih melihat Judi yang berdiri mematung sambil memegang panci di sana.


“Judi? Kamu kenapa?”


Dan saat itulah Judi memperlihatkan isi pancinya. “Buburnya gosong, Oma.”


“Astagfirullah, Judi! Makannya kalau masak bubur jangan ditinggal naik haji!”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2