Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Kemungkinan


__ADS_3

🌹Vote sebelum membaca ya, Ghaisss🌹


🌹Jangan lupa follow igeh emak ya di : @REDLILY123🌹


🌹Emak sayang sama kalian.🌹


Vanessa menatap tidak percaya, dia kini sedang menatap suaminya yang bersiap siap hendak pergi keluar mencari pembalut. Vanessa yang duduk di sofa itu senyam senyum sendiri. “Mas, yakin mau beliin aku itu?”


“Iyalah, daripada meleber.”


“Ih, seriusan, emang kamu gak malu?”


“Kan aku gak maling, Van.”


Vanessa tertawa, dia mendekat kemudian memeluk suaminya dari belakang. Dengan tengilnya, Vanessa menciumi pundak Judi yang membuat pria itu menelan ludahnya kasar.


“Mas….,” ucapnya dengan tangan merayap ke bagian dada. Vanessa sangat suka menggoda suaminya, dia bisa melihat dengan jelas kalau suaminya menahan gairah dalam dirinya. Yang membuktikan kalau Judi sangat tertarik padanya. “Mas…..”


Ucapan panggilan berulang itu membuat telinga Judi panas dingin. “van, jangan beginian. Kalau kamu gak merah udah aku makan.”


Vanessa tertawa. “Utuk utuk utuk, tahan ya.”


Judi menghela napas dalam merasa kesal. “Udah sana dulu. Aku mau pake jaket.”


“Okeh.”


CIUP.


Judi menatap Vanessa tajam saat istrinya kembali mencium pundaknya.


“Apa?” tanya Vanessa tanpa dosa.


“Iya tau, orang cantik mah bebas.”

__ADS_1


Karena kalimat itu, Vanessa tertawa seketika. “Tau aja. Tahan dong, Mas. Enam harian paling. Nanti bisa lah di ujung bulan madu bikin, jadinya made in Raja Ampat.”


“Tau ah,” ucap Judi yang masih kesal dengan godaan dari istrinya.


Bagaimana tidak, tangan tangan Vanessa merambat hingga membuat urat uratnya berdiri kekar.


“Kan bulan madu harusnya sebulan, Mas.”


“Bisa sebulan juga.”


“Serius?”


“Iya, nanti sebulan kemudiannya kamu gak makan.”


“Ih nyebelin, kamu gak tau yah kalau orang lagi dapet tuh sensi? Nanti kamu dimakan aku baru tau rasa,” ucap Vanessa yang kini kesal.


Tau kemarahan istrinya tidak main main, Judi segera mendekat. Dia berjongkok bersimpuh di hadapan sang istri yang duduk di sofa dan berpaling darinya.


“Maaf, Sayang. Kan kamu tau kerjaan aku banyak, buat kamu juga. Buat rumah kita, kendaraan kita, tabungan kita, buat anak anak kita juga kan nantinya.”


“Gak usah banyak ngomong, sini kalau mau kiss.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Karena menyewa mobil, Judi jadi mudah pergi kemanapun saat ini. Dia pergi ke super market terdekat.


Namun sayang, tempat itu mengantri dan dipenuhi dengan bule bule yang sepertinya sedang berlibur.


Judi berusaha masuk, dia mengambil keranjang dan mengambil beberapa cemilan.


Malam ini yang rencananya membuat anak ditemani angin malam dan laut yang indah hilang sudah. Kini yang Judi pikirkan hanyalah menonton film untuk mengalihkan perhatiannya.


Sebenarnya Judi menyukai buku. Namun, jika dia membaca buku, yang ada Vanessa akan merasa bosan kemudian mengganggunya.

__ADS_1


Jadi opsi terakhir adalah menonton film.


Saat sedang membeli beberapa pembalut yang memiliki berbagai ukiran, ada wanita bule yang melihatnya.


“You’re a good boyfriend.”


“This is for my wife,” jawab Judi singkat.


“Wow,” ucap wanita bule itu kemudian membisikan sesuatu pada teman di sampingnya.


Persis seperti terjadi di Belanda, Judi mendapat pujian lewat bisikan.


Dia buru buru keluar setelah selesai. Namun, antrian yang panjang membuatnya menunggu.


Sampai tinggal satu orang lagi di depannya, Judi tidak sengaja melihat seorang pria yang baru saja naik ke dalam mobil. Pria itu tidak asing, karena itu adalah Alan.


“Apa aku salah lihat?” ucapnya bertanya tanya.


Judi ingin mengecek dengan mengejar mobil itu, tapi sayang seorang kasir menyuruhnya maju.


“Ini saja, Pak?”


“Iya, tolong cepat.”


“Baik.”


Dan ketika keluar dari sana, Judi berfikir. 


“Apa benar itu Alan? Apa Inanti juga ada di sini? Bagaimana jika mereka bertemu?” tanya Judi dalam hati.


Dia mulai khawatir, pasalnya ini bukan waktu yang tepat untuk mereka bertemu meskipun Vanessa menginginkannya. Harus ada persetujuan dahulu dari pihak Alan dan Inanti.


“Semoga bukan mereka,” ucapnya naik ke dalam mobil.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2