
🌹Vote dulu dong ghaisss🌹
🌹Ajak yang lain baca gih biar cepet cepet nyentuh angka 20 M🌹
🌹Sama jangan lupa follow igeh nya emak di : @REDLILY123🌹
“Mas, kita gak mau jalan jalan aja ke pantai gitu? Atau sekeliling?”
“Besok aja deh, Van. Kita nonton aja dulu yuk. Our quality time berduaan dulu.”
“Wow, atau harusnya sekarang kita nana nini ya?” tanya Vanessa yang baru selesai mandi.
Dia memakai bajunya di sana tanpa merasa malu dengan Judi yang sedang mencari film bagus di internet. Diam diam, Judi mencuri pandang dari istrinya. “Gak usah liatin gitu, Mas. Kan kamu tau kita gak bisa.”
“Siapa yang liatin kamu?”
“Itu, tadi matanya larak lirik buat apa.”
“Mandinya jangan malem malem lagi, Van. Nanti masuk angina siapa yang repot?”
“Dokter lah, kan dia yang ngasih obat.”
“Ya aku lah, nanti pasti kamu minta peluk.”
“Cieeee….,” ucap vanessa menggoda, dia tertawa melihat pipi suaminya memerah. “Lagian kan tadi sakit lagi, jadi aku seharian tidur, Mas. Kalau gak mandi nanti aku ditendang sama kamu.”
Judi menjawab dengan gumaman, “Mana ada ditendang, ya disayang lah.”
“Ya tetep aja kan bau gak mandi, mana bocor lagi.”
“Ah udah ah jangan ngomongin itu,” ucap Judi yang sensitive dengan tema pembicaraan datang bulan.
Vanessa tertawa. “Iya iya, Maaf,” ucapnya mendekat saat sudah berpakaian. “Nonton apa kita?”
“Kamu suka film horror?”
“Suka film itu deh, Mas. Yang…. Auhh……”
__ADS_1
“Van,” ucap Judi penuh penekanan saat istrinya mendesah dengan suara halus. “Jangan yang aneh aneh deh.”
“Apaan emang? Aku suka film fantasy kayak manusia serigala.”
Judi diam.
“Kamu mikir ngeres yak?”
“Mana ada.”
“Jangan bohong, Mas,” goda Vanessa menempelkan pipinya di bahu sang suami. “Keliatan kok.”
“Lagian suara serigala mana ada kayak gitu.”
Vanessa hanya cekikikan, dia sangat suka bersama dengan Judi. “Fantasy aja ya, sebangsa vampire atau manusia serigala ya.”
“Ini gimana?”
“Nah boleh tuh. Sambil tiduran kan litanya?”
“Duduk aja lah sambil ngemil,” ucap Judi menahan agar istrinya tidak menggoda banyak.
Judi mendapat pesan dari Mile yang membuatnya kesal.
Dan Vanessa yang merasakan usapan di rambutnya itu mengadah menatap suaminya. “Kenapa, Mas?”
“Mile bilang villa ini baru dibayar setengahnya. Sekarang pemiliknya mau dibayar cash soalnya gak tau kenapa.”
“Kok Mile bayar separuhnya dulu?”
“Emang biasanya gitu sih, mencegah kemungkinan kalau aku mau pulang lebih awal. Tapi kayaknya sekarang enggak. Aku kesana dulu ya.”
“Jauh gak?” tanya Vanessa dengan sedih.
“Deket kok, kan ini sebelahan. Aku juga jalan. Mau ikut?”
“Males, aku tunggu aja ya.”
__ADS_1
Judi mengangguk, dia segera mengambil jaketnya. Sebelum keluar, seperti biasa dia mencium kening Vanessa.
Dengan berjalan kira kira dua menit, dia sudah sampai. Tapi sebelum mendekat ke gerbang villa yang dijaga itu, Judi kembali melihat sosok yang tidak asing di parkiran. Apalagi tempat ini menyajikan pencahayaan yang sangat bagus.
“Al?” tanya Judi.
Dan saat berbalik, ternyata benar itu Alan. “Lu di sini? Sama Inanti?”
“Enggak gue sendiri, Cuma mampir doang ngajak temen,” jawab Alan mencoba santai. “Lu?”
Judi diam sebagai jawaban.
“Sama bini lu?” tanya Alan yang masih enggan menyebutkan namanya.
Judi mengangguk, dia mengutarakan keinginannya, “Al, bini gue mau ketemu sama bini lu, sama elu juga. Dia mau minta maaf.”
“Sampai kapan pun istri gue gak akan mau ketemu sama dia.”
“Al, please. Lu tau hu⸻”
“Iya gue tau,” ucap Alan menyela. “Tapi bukan berarti gue sama Inanti gak maafin bini lu. Seriusan, gue sama Inanti udah ikhlas, kita udah maafin Vanessa. Tapi done, udah sampai di sini aja. Gak usah ada acara minta maaf, ketemuan dan sebagainya. Kita udah maafin dia.”
“Tapi dia mau ketemu sama… Adam, dia mau nengok dia.”
“Gak usah, kalau dia niat doa ya doa aja dari rumah. Gue bukannya halangin dia ibadah, tapi lu tau sisi buruknya lebih banyak daripada sisi baik. Istri gue maafin dia, gue juga. Tapi done, jangan ada hubungan apa pun lagi, gak usah ketemu lagi.”
“Sama sekali gak bisa?” tanya Judi.
“Kita udah maafin dia, udah ikhlas. Semua kesalahan itu bombing masing masing dari kita ke jalan yang seharusnya bukan?”
Judi mengangguk. “Gue paham, gue akan bilang sama bini gue.”
“Ada satu cara kalau lu mau bini lu ketemu sama bini gue.”
Judi diam mendengarkan.
Alan menjawab, “Lu bimbing bini lu dengan baik sesuai syariat agama islam, pun gue juga bakalan gitu sama Inanti. Nanti kita ketemu di jannah-Nya, nanti di sana kita tetanggan.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC