
🌹Vote sebelum membaca ya Ghaiisss🌹
🌹Ig emak is : @Redlily123🌹
Judi sudah sampai di bandara Amsterdam, dia mencoba kembali menghubungi rumah di Amsterdam. Dan dijawab oleh seorang pelayan.Â
“Hallo?” ucap pelayan yang mengangkat di sana.
“Hallo, ini aku Judi.”
“Ah, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?”
“Apa Oma disana?”
“Nyonya Besar kembali tidur.”
“Bagaimana dengan Tante Metry?”
“Masih di kamarnya, Nyonya Vanessa pun sama.”
“Baiklah, terima kasih.”
Hanya perlu beberapa menitan lagi untuk sampai di rumah, judi ingin membeli sesuatu dahulu sebelum naik mobil. Dia melihat bandara dan berkeliling mencari sesuatu yang bagus.
Mile mengerutkan keningnya melihat majikannya kembali berjalan jalan dan bukannya naik mobil.
Mencoba mengingatkan, Mile berkata, “Tuan, bukankah anda ingin bergegas sampai?”
“Tunggu dulu, Mile. Aku ingin membeli sesuatu untuk Vanessa.”
Melihat kedua sisinya, Mile membawa banyak barang untuk istri dari majikannya. Tahu dia harus mengikuti majikannya berjalan jalan, Mile memberi perintah pada anak buahnya untuk membawa buah tangan dan bawaan majikannya ke dalam mobil.
Sementara dirinya kembali berkeliling di bandara, sama seperti saat mereka di bandara kuala lumpur sebelumnya.
__ADS_1
“Cari sesuatu yang menarik, Mile,” ucap Judi seperti sebelumnya.
“Seperti apa, Tuan?”
“Entahlah.” Judi berhenti, dia menengok menatap Mile. “Bisakah kau berjalan di sampingku? Mereka mengira aku artis dengan bodyguard di belakang mereka.”
Mile menurut, dia berjalan di samping majikannya. “Kesan apa yang ingin anda tunjukan pada istri anda, Tuan?”
“Entahlah. Tapu karena dia lebih tua, aku ingin aku menunjukan kalau aku bisa melakukan apa pun seperti pria dewasa yang lainnya.”
“Ingin menunjukan sisi jantan dan tangguh?”
“Ya, sejenis itu.”
Mile lebih tua beberapa tahun dari Judi, dia juga masih memandang majikannya sebagai anak kecil yang baru lulus sekolah. Banyak tingkah yang pernah Mile hadapi apalagi saat masa masa remaja.
“Bagaimana dengan urusan ranjang, Tuan?”
“Itu sudah pasti, kau pikir aku akan membiarkannya selamanya? Apalagi dia seksi dan sangat lucu,” gumam Judi sambil tersenyum sendiri.
🌹🌹🌹
“Ibu! Ibu!” teriak Tante Metry memukul mukul pintu, yang mana membuat Oma Asih berdecak. Dia membuka pintunya secara terpaksa. “Kenapa?”
Wajah Oma Asih kaget saat dia melihat wajah Tante Metry yang habis menangis. “Astaga, kamu kenapa? Hah? Sakit gigi?”
Tante Metry menarik napas dalam, dia mencoba untuk tenang dan mengatakan semuanya dengan perlahan.Â
“Ibu…..,” ucap Tante Metry mendorong Oma Asih untuk masuk dan duduk di sofa.
“Kamu kenapa nangis, Met?” tanya Oma Asih.
Tante Metry mencoba tenang untuk mengatakannnya. Dia membuka dulu tirai yang masih tertutup.
__ADS_1
Oma Asih berpikir. “Kamu marah karena Ibu bangun telat?”
“Bu….” Tante Metry menarik napasnya dalam. Dia menggenggam tangan ibunya mengingat Oma Asih memiliki penyakit khusus.
Dan setelah itu, Tante Metry mulai mengatakan kejadian masa lalu Vanessa dan Judi dengan sangat rinci. Bagaimana Judi bisa mengeluarkan Vanessa dari dalam penjara sampai kejahatan kejahatan yang pernah dilakukannya. Juga alasan Judi menikahinya, karena dia ingin melindungi wanita yang dicintainya.
“Lalu?” tanya Oma Asih saat Tante metry selesai menceritakan masa lalu Vanessa. “Itu hanya masa lalu bukan? Yang Ibu lihat sekarang adalah wanita yang ingin menuju kebaikan.”
Kemudian Tante metry kembali menceritakan tentang penyakit yang diderita sehingga membuat Vanessa putus asa karena kemungkinan besar akan sulit memiliki anak.Â
Oma Asih kembali menghela napas. “Kita bisa mencoba berbagai pengobatan bukan? Jangan khawatirkan yang belum terjadi, dimana dia sekarang?”
“Itu dia masalahnya, Ibu,” ucap Tante Metry memberikan surat dari Vanessa untuk Oma Asih.
“Apa ini?”
“Bacalah.”
Oma Asih membukanya, dia membaca surat itu. Yang berisikan bagaimana perasaan Vanessa yang sangat menyayangi mereka bertuga, dan ketidaksempurnaannya tidak ingin membuat kebahagian di keluarga itu hilang.Â
Dan saat membaca itu, Oma Asih sampai menangis.Â
“Di mana dia sekarang?”
Saat Oma Asih mendapat jawaban kalau Vanessa pergi, dia terkejut bukan main. Oma Asih langsung saja pergi menuju ke ruangan CCTV yang terpisah di samping rumah.
“Perlihatkan rekaman malam tadi yang menangkap cucu menantuku,” ucap Oma Asih.
Dan disana dia melihat rekaman Vanessa yang pergi menjauh dengan koper dan tangisan. “Astaga….., apa ini? Kenapa ini? Cari dia, Metry.”
Dan saat mereka sedang panic, terdengar suara mobil berhenti di depan kemudian dengan susulan suara, “Assalamualaikum, Ijaaaahhh?”
Itu Judi.
__ADS_1
🌹🌹🌹
TBC