
🌹Voteee ya Ghais biar Emak tambah semangat nih🌹
🌹Jangan lupa follow ig emak di : @RedLily123🌹
🌹Emak Sayang kalian juga🌹
Sesampainya di Bandara, ada seseorang yang sudah menjemput mereka. Itu adalah asisten yang akan menangani segala kebutuhan liburan yang telah disiapkan oleh Mile.
“Hallo, Tuan. Saya Agus sopir pribadi anda di sini.”
“Hallo Agus, tolong antar kami ke penginapan langsung.”
“Baik, Tuan.”
Vanessa lebih banyak diam dari tadi, saat Judi bertanya pun dia hanya menggeleng dan tetap mencoba memejamkan mata.
Saat di dalam mobil, Judi mencoba memastikan lagi keadaan istrinya. “Sayang, ada apa? Apa kau sakit?”
“Aku hanya butuh tidur.”
“Kau terlihat pucat.”
“Aku lelah.”
“Menyandarlah padaku,” ucap Judi membawa istrinya ke dalam pelukannya.
Saat sampai di penginapan, Vanessa tanpa banyak bicara pergi ke kamar dan membaringkan diri di sana. Perutnya terasa sakit, dan yang dia khawatirkan adalah periode datang bulan.
Apalagi mereka hanya punya waktu satu minggu di sini, Vanessa berharap tidak datang bulan.
“Kumohon jangan datang bulan,” ucap Vanessa.
Sementara Judi membawa barang barang ke dalam. Mereka menginap di villa, yang menghadap langsung ke lautan. Memiliki pemandangan dan lingkungan sekitar yang bagus. Satu villa dan yang lainnya memiliki jarak yang cukup banyak sehingga membuat para penginap memiliki ruang tersendiri.
Judi yang selesai membawakan barang barang segera mengecek keadaan istrinya.
“Van?” ucapnya dengan halus sambil mengusap kepala istrinya yang masih dibalut pashmina. “Kenapa sih? Ke dokter yuk?”
__ADS_1
“Cuma cape aja seriusan.”
“Kalau gitu buka dong kerudungnya, takut jarumnya nusuk.”
“Iya nanti.”
Karena tahu istrinya takkan melakukannya, Judi yang membukanya dengan perlahan dan membiarkan istrinya kembali terlelap.
Mereka sampai di sini tepat pagi hari karena ada masalah sehingga pesawat singgah dahulu.
“Mau sarapan apa?”
“Euh? Apa aja,” jawab Vanessa dengan mata terpejam.
“Kamu sakit perut?”
“Dikit.”
“Tunggu sini ya.”
“Kamu mau kemana?”
“Jangan lama.”
“Iya, langsung ke sini lagi kok.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Vanessa terbangun, dia merasa sakit perutnya sudah reda. Dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dan saat membuka celananya, Vanessa menarik napas dalam. “Oh tidak.”
Ternyata ini masa periode datang bulan, dia bingung harus mengatakan apa pada Judi. Apalagi dia sangat suka menggoda suaminya itu.
“Bisa bisa suami brondongku ngambek lagi,” Ucapnya dengan gumaman kecil.
Sambil mandi, Vanessa memikirkan apa yang akan dikatakannya pada sang suami nanti.
__ADS_1
Dan saat keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai pakaian dalam yang dibalut handuk, Judi juga masuk kamar. Dia terdiam di ambang pintu sana.
“Mas? Baru pulang lagi?”
“Kamu mandi?”
“Ya iyalah masa makan.”
Judi menelan ludahnya kasar, membuat Vanessa paham. “Aku lapar,” ucapnya buru buru.
“Udah ada sarapan di sana.”
“Katanya mau bikin air gula jahe yang anget buat aku?”
“Iya, aku bikini sekarang,” ucap Judi masih menimang untuk melangkah keluar.
Dan Vanessa sengaja memberinya lelucon. “Biasa aja dong mukanya, kan kamu pernah liat lebih, Mas.”
“Ih emang aku gimana?” tanya Judi buru buru keluar.
Melihat itu, Vanessa tertawa. Dia segera berpakaian dan keluar mengecek keadaan suaminya. Dia sedang membuat minuman itu.
“Nih.”
“Kita makan di sini nih.”
“Iya, aku minta pelayannya di bawa ke sini aja, takutnya kamu masih sakit perut. Sekarang gimana?”
“Udah mendingan. Alhamdulillah.”
“Nih, minum dulu.”
Vanessa menerimanya, dia duduk untuk meminum itu. Dan Judi berdiri tepat di sampingnya, tangan suaminya itu terus mengusap tengkuk lehernya. Dan membuat Vanessa paham, apalagi dia melihat mata suaminya dipenuhi nafsu.
Maka dengan segenap penyesalan, Vanessa mengatakan, “Mas, aku haid loh, gimana dong?”
“Huh?”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TBC