
🌹Vote sebelum membaca ya, Ghais.🌹
🌹Tenang, bakalan update sampai mati, Eh…. Maksudnya sampai tamat jadi don’t worry worry lah sama jalan cerita yang menggantung mati. Wuohohiiiii.🌹
🌹Ig emak adalah : @RedLily123🌹
Judi bangun lebih dulu, dia melihat jam yang sudah menunjukan pukul enam pagi. Setelah sholat subuh, keduanya kembali terlelap. Apalagi semalam mereka bergadang berdua sampai berkeringat.
Tiba tiba senyuman Judi mengembang saat mengingat Vanessa yang sulit bangun, dan terus menempel padanya. Jika berjalan pun ingin digendong, alasannya sakit. Padahal yang Judi lakukan semalam itu tidaklah parah, dia melakukannya perlahan mengingat Vanessa masih perawan.
Tentu saja dia terkejut, Vanessa adalah perempuan pertama untuk Judi, dan Judi senang dirinya juga pria pertama bagi Vanessa. Meskipun terlihat dari luar Vanessa adalah wanita yang mengerikan dengan semua kejahatan kejahatan yang dia lakukan, Judi senang dia sekarang berubah dan tetap menjaga dirinya.
Melihat selimut yang melorot, Judi segera menaikannya hingga membungkus tubuh istrinya lagi. Tidak tahan melihat Vanessa yang terlelap, Judi menciumi pipinya.
Membuat perempuan yang lebih tua darinya itu melenguh, “Eunghhhh….. masih ngantuk,” ucapnya dengan suara serak.
“Sarapan yuk.”
“Nanti,” ucap Vanessa mendorong pelan bahu suaminya yang terus menghujaninya dengan ciuman. Matanya rapat enggan terbuka. “Minggir ikkkhhhh…..”
“Sarapan dulu ayo. Tidur nyampe siang gak baik, Van.”
“Gak sopan ganggu orangtua,” gumamnya membalikan badan membelakangi Judi.
“Gak sopan ngelawan sama suami.”
Vanessa diam dan mulai terlelap lagi, membuat Judi kembali menciuminya. “Jangan nyampe siang gak sehat, yuk makan dulu.”
Tidak ada jawaban.
“Yaudah aku sarapan sendiri ya.”
Dan saat itulah tangan Vanessa menahan Judi, dia menarik suaminya agar kembali terlelap kemudian dia peluk.
“Bentar lagi napa, semalem kita tidurnya dikit,” ucap Vanessa mengerucutkan bibir. “Peluk balik kek.”
Judi terkekeh, dengan penuh kasih sayang dia membalas pelukan Vanessa yang semakin lelap merasakan tubuhnya penuh kehangatan. “Nah… malah tidur lagi.”
“Satu jam lagi,” ucapnya mengeluarkan suara serak.
“Kasih cium kalau gitu.”
__ADS_1
“Hah?”
Vanessa terus saja bicara dengan mata terlelap.
“Kasih cium, jangan sembunyi gitu kepalanya, Van.”
“Tapi satu jam lagi.”
“Mana bibirnya?”
Vanessa mengadah dengan mata yang masih tertutup. Dan…. CUP.
Ketika bibir bertemu dengan bibir, mata Vanessa terbuka kemudian membalas ciuman suaminya. Tangannya juga menahan tengkuk suaminya, dengan mata yang mulai terbuka.
“Van….”
“Main lagi yuk.”
“Tar nyalahin aku lagi, bilang bikin sakit.”
Vanessa tertawa, dia mendekatkan bibirnya lagi pada Judi. “Dasar tukang baper.”
Kemudian bibir mereka saling bertautan, dan akhirnya tangan tangan jahil itu kembali ke dalam selimut, dan olahraga pagi pun dimulai.
🌹🌹🌹🌹
Ketika sedang asyik berbincang dengan diri sendiri, terdengar suara ketukan di pintu. “Van, ini sarapannya udah ada. Beres belum?”
Vanessa tersenyum, dia sedang lengket lengketnya pada Judi. Dia selalu ingin berada di samping pria itu. “Udah.”
Dan sesuai keinginannya, saat itu Judi masuk dan membawakan handuk.
Tangan Vanessa terangkat. “Gandong.”
Judi yang paham istrinya sedang manja itu melakukannya. Dia membawa dulu istrinya dan mendudukannya di westafel sebelum mengeringkan badannya dan melilitnya dengan handuk.
Sarapanpun mereka meminta diantarkan ke kamar, mengingat Vanessa menggunakan alasan sulit berjalan.
Digendong sambil keluar dari kamar mandi, Judi mendudukan istrinya di tepi ranjang.
“Pakein baju, Mas.”
__ADS_1
“Mau yang mana?”
“Yang mana aja. Yang seksi juga boleh tuh, kamu suka kan?”
“Tar kalau aku suka, terus gabruk kamu lagi tar malah repot.”
“Kok repot sih?”
“Ini, jalan aja harus digendong gendong.”
“Kan kamu yang buat aku begini,” ucap Vanessa tidak terima.
“Iya deh iya,” ucap Judi memilih mengalah.
Vanessa kembali tersenyum saat suaminya datang dan memakaikan pakaian padanya.
“Kakinya diangkat, Van.”
“Manggilnya Sayang dong, Mas.”
“Hah?” Judi mengadah ketika dia sedang memakaikan celana pada istrinya.Â
“Manggilnya Sayang, kan aku panggil kamu Mas. Ya?”
“Mau dikasih apa kalau aku manggil Sayang?”
Vanessa memicingkan matanya. “Yakin gak mau, Mas?”
“Apa?”
Dan ketika Vanessa hendak menurunkan handuk yang menutupi dadanya, Judi segera menahannya. “Van.”
“Bilang Sayang dong, Mas.”
“Jangan ditarik tarik ini.”
“Tuh, mulai keringetan lagi liat ini. Ayo bilang sayang, tar diperboden lagi ininya.”
“Oke, Sayang.”
“Asyik.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TBC