
🌹Jangan lupa kasih emak vote terus ajak yang lain buat baca ini juga yak.🌹
🌹Emak sayang sama kalian, jadi silahkan follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca sayang sayangnya emak.🌹
Tidak sedetik pun Judi melepaskan pegangan tangannya dari sang istri, yang mana malah membuat Vanessa khawatir.
“Mas, focus ke jalanan.”
“Mata aku ke depan kok,” jawab Judi. Memang benar matanya focus ke depan, tapi tangannya tetap menggenggam istrinya dengan senyuman yang tidak luntur.
Dan itu membuat Vanessa kesal sekaligus khawatir. “Mas kalau kamu gak lepasin aku yang nyetir nih.”
Seketika Judi melepaskan pegangan tangannya dan focus ke depan. “Kamu tuh gak tau aku seneng banget ya,” ucapnya, apalagi ketika fikiran Judi mengulang bagaimana matanya melihat hasil USg.
Meskipun belum terlihat apa apa dan hanya ada titik kecil, itu membuat hatinya berbunga bunga.
“Aku tau, tapi jangan sampe rasa seneng kamu buat kamu gak focus, Mas.”
Judi hanya tersenyum. “Yank?”
“Hmmm?” tanya Vanessa.
“Aku sayang sama kamu, cinta mati deh pokoknya.”
Bukannya menjawab, Vanessa malah tertawa. Dia berasa melihat bocah yang baru jatuh cinta dan bocah yang senang mendapatkan permen. Mata Judi begitu berbinar, seperti anak anak polos.
Sampai akhirnya mobil tiba tiba berhenti di sebuah mall.
“Kita ngapain ke sini? Makanan masih banyak di rumah.”
__ADS_1
“Beli susu ibu hamil lah.”
“Aku udah dapet resepnya kok dari dokter tadi.”
“Loh kok gak bilang?” Tanya Judi sambil menoleh tatkala mobil berhenti. Matanya penuh dengan tanda tanya.
“Apoteknya juga belum kelewatan.”
Judi mengerucutkan bibirnya, dia ingin istrinya lebih antusias atau lebih menyambut kedatangan bayi kecil mereka.
Tahu suaminya agak kesal, Vanessa menambahkan, “Gimana kalau beli buah buahan?”
Seketika wajah Judi kembali cerah. “Asal jangan mangga muda ya, kata si Bibi gak baik buat kesehatan kalau kebanyakan.”
“Kalau gitu beliin aku lengkeng sama buah naga.”
“Telur naga pun aku siap kok, Yank.”
🌹🌹🌹🌹🌹
“Mau ini gak, Yank?”
“Enggak ah,” jawab Vanessa kembali focus dalam memilih semangka, sementara Judi kembali berkeliling entah kemana.
Dan sampai akhirnya suaminya kembali ke sisinya, Vanessa terkejut bukan main melihat banyaknya makanan yang dibawa oleh suaminya.
“Mas, banyak amat ini buat apa? Kita masih punya beras loh dan yang lainnya juga.”
“Buat si Bibi, kan si Bibi kalau hari minggu pulang ke kontrakannya. Sekalian kita bagi bagi kebahagiaan.”
Seketika dugaannya salah, membuat Vanessa tersenyum. “Oh kirain, buat si mang Satpam gak beli?”
__ADS_1
“Ini masing masing tiga, Yank.”
Di rumahnya sekarang juga ada satpam yang berjaga, terdiri dari dua orang. Mereka juga disediakan tempat tinggal, hanya saja tidak di rumah melainkan di sisi yang lain.
“Oke oke.”
“Kamu udah beli buah buahan aja?”
“Udah deh. Yuk ah ke kasir, aku mau makan sayur asem buatan si Bibi.”
Judi mendorong troli, dengan tangannya yang lain melingkar di pinggang istrinya. Tangan yang mendorong troli itu terlihat berotot, apalagi kemejanya dilipat sampai lengan.
“Wow,” gumam Vanessa. “Ini seksi banget.”
“Yank, inget tempat.”
Vanessa kembali tertawa. Saat Judi sedang menghitung barang belanjaan di kasir, Vanessa duduk menunggu. Senyumannya juga tidak luntur, apalagi ketika melihat kembali gambar janin mereka.
Sebelum memberitahu Oma, Vanessa mengirim pesan kepada Tante Metry dahulu.
Namun, ketika sedang mengetik, sebuah pesan lebih dulu datang.
Itu dari Oma Asih yang berisikan :
Oma Asih : Vannnnnn! Telpon Oma sekarang, bilang kalau Judi gak bercanda soal kehamilan kamu.
Kemudian saat memandang wajah suaminya dan tatapan mereka bertemu, Judi memberikan senyuman bodoh layaknya anak kecil yang ketahuan berbohong. Kemudian Judi berkata tanpa suara, “I Love U."
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue yaaa….
__ADS_1