Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Para Pengganggu


__ADS_3

🌹Voteee sebelum membaca ya kawan kawan seperjuangan emak.🌹


🌹Emak adalah emak beranak dua, jadi silahkan saja yaa follow ig emak yang masih jadi penyuka K-Popers, jangan Judge, semua orang berhak melakukan apapun selagi tidak merugikan. Oke cus follow : @REDLILY123🌹


“Kenapa sih, Yank?” tanya Judi yang masih penasaran dengan perubahan raut wajah istrinya. “Bilang sama aku.”


“Aku laper, Mas.”


“Mau makan?” tanya Judi yang kini mengendarai mobil.


Sebagai gantinya Mile kembali pada orang orang di sana untuk menggantikan dirinya makan siang.


“Ya iyalah makan, masa makan kamu.” Kemudian Vanessa menyeringai. “Kamu mau aku makan lagi, Mas?”


Judi berdehem. “Ada seafood di sana, kamu mau makan seafood?”


“Boleh tuh, yuk ke sana.”


Judi memarkirkan mobilnya di halaman rumah makan itu. Dia menggenggam tangan Vanessa saat berjalan, dia menatap istrinya yang terlihat sangat cantik. Apalagi Vanessa memiliki darah bule, rasanya istimewa melihat wanita yang biasanya modis seksi kini tertutup dan sangat anggun.


“Mas, liatinnya ke depan, nanti kamu jatuh.”


“Jatuh ke hati kamu mah gak papa.”


“Cie… gombal, lagi dong,” ucap Vanessa yang anti gombalan itu.


Yang mana malah membuat Judi malu sendiri, dia malah termakan rayuannya sendiri. “Cantik banget tau kamu, bikin aku adem litanya.”


“Yaiyalah aku cantik, biar makin di sayang sama kamu.”


Judi terkekeh, dia mencium puncak kepala istrinya sambil melangkah.


Mengambil tempat yang sepi, Judi memesan satu porsi penuh seafood dengan minuman yang menyegarkan. Sambik menunggu, Judi kembali memandang wajah istrinya.


“Ih, Mas,” ucap Vanessa malu malu, kemudian berkata dengan agresif, “Jangan gitu liatinnya, inget tempat. Malu kalau diliat sama ikan.”


Judi berdehem. “Kamu pikir aku mikirin apa?”


Vanessa hanya tertawa melihat tingkah suaminya.


“Kamu kenapa matanya bengkak?” tanya Judi kini dengan nada serius, yang mana membuat Vanessa menarik napas dalam.


“Aku ketemu sama Alan sama Inanti tadi.”


“Papasan muka?”


“Enggak, aku liatin aja dari mobi. Alan gendong bayinya, mereka kayak yang bahagia banget.”

__ADS_1


Dan Vanessa mulai meneteskan air matanya.


“Aku kok tega ya malah hancurin kebahagiaan mereka?”


“Van, udah.” Judi menggenggam tangan istrinya. “Semuanya sudah direncanakan oleh Allah.”


“Aku jahat banget, Mas. Hiks… hiks…. Hiks….”


“Iya, kamu jahat, kejm, gak punya hati. Tapi itu dulu, Sayang. Sekarang, waktunya kamu belajar, jadi lebih baik dan semakin dekat dengannya.”


Vanessa menunduk dengan tangisannya.


“Udah jangan nangis ya. Senyum dong, kamu cantik loh kalau senyum.”


Dan saat itulah Vanessa tersenyum, kemudian mendapat pujian dari suaminya, “Nah, kalau gitu kan cakep.”


🌹🌹🌹🌹🌹


Mereka kembali sebelum sore datang. Judi langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Berbeda dengan Vanessa yang membereskan pakaian kembali. “Mas, ini baju baju seksi aku kemanain ya?”


“Hah?” Judi menengok menatap istrinya yang duduk di atas karpet. “Baju itu?”


“Iya, ini kan banyak.”


“Pake aja.”


“Pake nya kalau sama aku doang lah.”


“Masa sama kamu pake jeans kayak gini. Terus baju party kayak gini?”


“Iya juga sih.”


“Kalau baju tidur seksi baru itu didimpen, masa aku mau dugem sama kamu berdua ya gak seru.”


Kening Judi berkerut. “Emang kamu niat dugem?”


“Enggak lah, kalau dugem tar gak dapet jatah dari kamu.”


Judi tersenyum, dia merentangkan tangannya. “Sini, Van. Tiduran sini.”


“Ih kok langsung tiduran sih.”


“Lah, dari tadi juga gini.”


“Cuci kaki dulu sana.”

__ADS_1


Melihat tatapan tajam istrinya, Judi menurut. Bukan karena takut istri, tapi ini juga memang demi kebaikannya. “Iya, ini cuci kaki sekarang.”


Setelah mencuci kaki, Judi kembali dan memeluk Vanessa dari belakang. “Kasih aja bajunya.”


“Sama siapa tapi?”


“Iya sih bingung juga. Nah, kamu kan arsitek, bisa dong dirombak dijahit atau digimanain gitu jadi busana muslim.”


“Aku desain bangunan, bukan desain baju. Aku itung semen semen, bukan itung jarum.”


Judi diam, dia meletakan dagunya di bahu sang istri. “Abis gimana lagi coba?”


“Simpen aja gitu?”


“Kan kalau dikasih sama siapa kan bingung?”


“Yaudah aku simpen.”


Dan setelah mengumpulkan keberanian dan dikuasai nafsu, tangan Judi merambat menyentuh perut istrinya. “Yank, cium dong.”


Vanessa menyeringai di sana. Dia menyimpan pakaian di tangannya kemudian berbalik. “Ngomong dari tadi napa, Mas.”


“Huh?⸻hmmpphh!”


Judi kehilangan kendali saat Vanessa tiba tiba menindihnya dan mengambil alih kuasanya.


Sampai akhirnys suara ketukan menggganggu.


TOK.


TOK.


TOK.


Vanessa melepaskan ciumannya sebentar. “Siapa itu? Kamu pesen sesuatu?”


Judi menggeleng. “Buka dulu deh, kali aj⸻hmmppphh!”


Vanessa kembali mengganas.


Dan kembali, TOK. TOK. TOK.


“Ih, siapa sih?” tanya Vanessa kesal.


Dia berdiri dan mengintip lewat hole door, dia terkejut melihat siapa yang datang. “Mas! Ada Oma Asih!”


“Hah?”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2