Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Si Manja


__ADS_3

🌹Voteeee dong gaissss biar emak happy.🌹


🌹Jangan lupa kalau vote yang ini aja ya. Meski suka sama David, plisss bantu naikin ranking ini soalnya ini yang ikutan lomba ☺ ☺. Emak sayang sama kalian.🌹


🌹Jangan lupa follow ig emak di : @RedLily123🌹


“Takut neraka lu?”


Judi yang tidak ingin mencari masalah segera merangkul istrinya. “Permisi.”


Dan kemudian membawa istrinya menjauh dari sana. Judi tidak ingin berlarut larut dalam perdebatan. Namun, dia tahu kalau hal ini harus dihentikan. Karena sampai kapan pun, ibu tiri dan saudara saudaranya akan terus mengganggu istrinya.


Maka dari itu, Judi membawa istrinya ke kedai makanan dulu. “Tunggu di sini ya.”


“Mas mau kemana?” tanya vanessa menahan tangan suami. 


“Bentar, mau ngomong sama mereka.”


Dan Vanessa tidak menahannya, dia membiarkan suaminya menjauh dari sisinya. Dari arah sana, Vanessa melihat bagaimana suaminya mendekat pada ibu tirinya dan saudari saudarinya yang sepertinya sedang membicarakannya.


Vanessa tidak tahu apa yang mereka bicarakan, hanya saja bisa dilihat dari gerak geriknya, suaminya terlihat menggertak mereka. Terlihat dari ekspresi ibu tiri dan saudari tirinya yang terlihat seperti ketakutan.


Bahkan rahang Judi mengeras, membuat mereka semua menciut. Dan saat Judi kembali padanya, dia memesan makanan dahulu sebelum duduk di dekat istrinya.


“Kamu ngomong apa sama mereka?” tanya vanessa.


“Bukan sesuatu yang penting.”


“Mereka kayak ketakutan gitu loh, Mas, sama kamu.”


Judi malah tertawa. “Aku beliin ayam bakar kesukaan kamu.”


Vanessa hanya tersenyum, dia melihat ke arah sebelumnya. Yang mana membuat Judi segera mengarahkan tatapan istrinya padanya lagi dengan memegang dagunya. “Liatin aku aja, jangan liatin yang gak ada. Atau kamu bisa liat setan?”


Vanessa menggenggam tangan suaminya, kemudian menciumnya beberapa kali. Dia merasa bahagia memiliki pelindung.


“Makasih.”


Judi mengusap pipi istrinya yang mulus. “Mikirin aku aja, yang lain jangan. Aku udah pasti seger, enak, kayak kelapa muda.”

__ADS_1


Vanessa tertawa, dia mengangguk terharu. “Aku sayang kamu loh, Mas.”


“Tau kok. Soalnya keliatan.”


“Keliatan dari apa?”


“Dari tiap malem kan yang minta duluan pasti kamu.”


“yeeee… pahala tau buat istri yang minta duluan.”


“Iya, aku sih iya aja.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Aku parkir dulu ya.”


“Nanti aja sama Mile.”


“Gak enak nyuruh dia terus,” ucap Vanessa yang memberi isyarat agar suaminya keluar dari mobil.


Judi mengerucutkan bibirnya. “Kiss dong.”


“Nah gitu dong bilang, gak usah malu malu napa.”


Vanessa memberikan ciuman tepat di bibir suaminya. “Jangan lupa bawa barang barang di belakang ya, Mas.”


“Siap, Ibu Ratu.”


Vanessa tertawa, setelah suaminya keluar dengan berbagai macam barang, dia memarkirkan mobilnya ke garasi. Jika bagian dalam sudah selesai, giliran memanggil tukang taman. Vanessa ingin rumahnya dikelilingi oleh bunga bunga yang indah seperti di mansion Oma yang ada di Belanda.


Ketika masuk ke rumah, Vanessa tidak percaya semuanya sudah selesai. “Wah…., udah selesai, Mas?”


Judi mengangguk. “Besok tinggal bawa barang barangnya.”


“Yang aku pilih waktu itu kan?”


“Ya iyalah masa yang mana lagi.”


Vanessa mengikuti suaminya yang hendak menyusun makanan ke dalam kulkas. “Biar aku aja, Mas. Kamu ke kamar aja istirahat sana.”

__ADS_1


Judi mengerutkan keningnya. “Tumben,” ucapnya heran.


“Kok tumben? Sana ke kamar, nanti aku bikini es teh lemon.”


“Gak papa nih ke atas?”


“Gak papa lah. Btw, makasih udah ngeluarin budget gede.”


Judi tertawa, dia mencium kening Vanessa sebelum naik ke lantai atas ke kamarnya.


Ini sore. Dan dalam keadaan panas, Vanessa ingin membuatkan sesuatu untuk suamina. Dia membuat minuman dingin dengan membawa kacang panggang yang dibelinya.


Namun, saat ke kamar. Dia melihat Judi yang sedang rebahan sambil main game. Vanessa tahu jika sudah dalam posisi seperti ini, suaminya akan sangat sulit diganggu.


“Mas, minum ini yuk sambil nonton.”


“Bentar, Yank.”


Vanessa mengerutkan keningnya kesal. Dia duduk di pinggir ranjang hendak mengganggu, tapi suaminya malah berbaring di pangkuannya.


“Kok malah rebahan sih?”


“Bentar, Yank. Nanggung,” ucapnya masih tetap memainkan ponsel.


Mencoba menahan rasa kesal, Vanessa juga mamainkan ponselnya. 


“Yank, usapin rambut aku dong.”


“Pusing kalah terus?”


“hehe, makasih, Sayang.”


Vanessa mengusap rambut suaminya dengan lembut. “Tar abis ini bantuin aku catok rambut ya.”


“Iya, Sayang.”


🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue

__ADS_1


Siape ini? Si Manja Judiiiiiii!



__ADS_2