
🌹Jangan lupa kasih vote sebelum membaca ya ghaisss.🌹
🌹Follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca dan emak sayang kalian.🌹
Sampai akhirnya Judi dan Oma Asih kembali rukun lagi setelah Judi memesankan makanan kesukaan Oma. Mereka pergi makan di rumah makan padang yang lumayan merogoh kocek, dan kali ini mereka keluar hanya berdua saja.
Disarankan oleh sang istri, akhirnya Judi hanya keluar dengan membawa Oma Asih saja.
Sambil melihat Oma Asih yang makan dengan lahap, Judi tersenyum menahan mual yang melandanya. “Oma, masih mau nambah?”
“Enggak, udah kenyang kok. Kamu mual lagi?”
Judi hanya diam sebagai jawaban, dia tidak ingin membuat Oma Asih marah lagi. “Udah sana bayar, liatinnya biasa aja dong. Kan Oma bukan Mak Lampir. Biasa aja.”
Judi tidak menjawab, dia hanya menuruti perkataan Oma Asih. Baru saat keluar dari rumah makan itu, Judi bisa menghela napas dalam karena bisa menghirup udara bebas lagi.
“Oma mau kemana lagi?”
“Udah gak perlu, Oma udah gak kesel lagi kok.”
“Jangan gitu, Oma,” ucap Judi yang melingkarkan tangannya di tangan sang Oma. Dia memang sadar kalau jarang menghabiskan waktu berdua bersama sang Oma akhir akhir ini. “Gimana kalau kita ke mall?”
“Kamu yang bayar?”
__ADS_1
“Iya dong, yuk,” bujuk Judi yang memang ingin memiliki waktu lebih banyak bersama Oma.
Mengingat tadi di rumah makan Judi tidak bisa focus.
Selayaknya cucu yang baik, Judi mendorong troli guna Oma Asih bisa memilih apapun yang dia inginkan.
Sambil melangkah, Judi berbicara dengan sang nenek yang mengurusnya sejak kecil.
“Oma?”
“Ya?”
“Menurut Oma, Judi bisa gak jadi ayah yang baik?”
Oma Asih berdecak. “Jadi pawang si Ijah aja kamu bisa nyampe jadi Tuan Putri, masa jadi ayah enggak. Kamu gak boleh ragu, gak boleh berfikiran negative. Allah itu udah mempercayai kamu dan Vanessa sebagai orangtua, jaga kepercayaan Allah dengan baik. Didik dengan penuh keimanan, karena yang lebih berharga adalah budi pekerti.”
“Gak usah kepedean, biarin semuanya berjalan dengan biasa aja.”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di rumah, Vanessa sudah berbaring di atas ranjang menunggu sang suami yang belum juga pulang. Vanessa tidak mengkhawatirkan apa pun, dia senang suaminya bisa memiliki waktu yang baik dengan Oma Asih.
Karena belum mengantuk, Vanessa memilih untuk duduk sejenak di balkon untuk mengirup udara segar.
Dan dari sana, Vanessa melihat mobil suaminya datang. Senyuman tercetak saat Vanessa melihat banyak belanjaan yang dibawa oleh Oma dan suaminya. Dan yang paling penting adalah wajah Oma yang bersinar bahagia.
__ADS_1
Melihat itu membuat Vanessa jauh lebih senang. Dan beberapa menit kemudian, Vanessa mendengar suara pintu terbuka.
“Sayang, aku datang,” ucap Judi. Dan saat ingat, dia buru buru mengatakan, “Eh, Assalamualaikum istriku. Kamu dimana?”
“Waalaikum salam, di balkon sini, Mas.”
Mendengar itu Judi mendekat, dan saat melihat istrinya hanya mengenakan baju tidur membuat Judi langsung membuka jaket yang dia pakai dan memakaikannya pada sang istri. “Kok gak pake jaket sih?”
“Panas, Mas.”
“Mana ada panas, aku aja yang di dalam mobil kepanasan.”
Vanessa terkekeh dan melirik suaminya yang cemberut, membuatnya gemas dan mencium pipi sang suami.
CUP.
“Gimana tadi sama Oma?”
“Beres, lancar jaya dong.”
“Jangan berantem lagi inget.”
“Aku hari ini cape banget, butuh energy.”
Vanessa yang paham itu segera merentangkan tangannya. “Yuk sini bobo bareng.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE Continue