Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Manis


__ADS_3

🌹Kaasih vote nya disini ya ghaissss. Soalnya ini yang ikutan lomba di Mangatoon.🌹


🌹Jangan lupa juga follow ige emak, emak ngimpi jadi selebgram nih. Ig emak itu : @RedLily123🌹


🌹Selamat membaca para sayang sayangnya emak.🌹


Tante Metry sedang mengemasi barang barang untuk bersiap kembali ke Belanda. Meski sebelumnya akan tinggal sebentar di Bandung. Ketika sedang berkemas, Tante Metry mendengar sebuah suara di bangunan samping.


Di sana adalah tempat pengrajin besi, dan ini sudah malam. Tante Metry heran kenapa masih beroperasi. Sebelum yang lain bangun, tante Metry hendak memastikan. Dan saat itulah dia sadar ibunya tidak ada di ranjang.


“Astaga, jangan bilang Ibu di sana,” gumamnya segera menyusul ke sana.


Dan benar saja, di sana ada pemuda dan Oma Asih yang sedang memberi instruksi.


“Ibu, ngapain di sini malem malem?”


“Ibu lupa mau pesen pisau gergaji.”


“Apa? Pisau gergaji buat apa?” tanya Tante Metry ngeri.


Tapi Oma Asih malah asyik melihat pengrajin di depannya yang sedang menyiapkan sesuatu untuknya. Kemudian Oma Asih memberi perintah, “Buat giginya yang seram.”


“Ibu mau buat apa sih? Itu pisau mana bisa dipake kalau ada giginya kayak gitu.”


“Buat jaga jaga, Met.”


“Dari apa?”


“Dedemit.”


“Istigfar, Ibu. Jangan musrik, Maksud ibu gimana?” tanya Tante Metry panic.

__ADS_1


Seketika Oma Asih menyeret Tante Metry supaya duduk di sampingnya. “Dedemit maksud Ibu itu Ibu tirinya si Vanessa sama saudara saudaranya.”


“Hah?”


“Mereka kana da di Bandung. Kalau macam macam ya tatap aja pake mata tajam sambil mainin pisau ini.”


“Ya allah, ibu abis nonton film aneh ya?”


Oma Asih malah tertawa. “Tapi seenggaknya jaga jaga lah, jangan ada yang mengusing Vanessa sama Judi kita.”


“Hadeuh….,” gumam Tante Metry. “Kenapa gak dikasih aja sebagai hadiah?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Judi sedang mengerjakan pekerjaan kantornya, sementara Vanessa sedang membereskan kembali lemarinya.


“Mas?”


“Aku beli peralatan jahit online ya.”


“Emang ada? Jahitnya gimana kalau online?”


“Ih.” Vanessa mengerucutkan bibirnya, dia menengok pada suaminya yang tidak berpaling sedikitpun dari laptop. “Maksudnya aku beli alat jahit lewat online ya?”


“Iya, Sayang. Sesuka kamu aja. Emang kamu mau jahit apa?”


“Ya baju lah, Mas.”


“Ehehehehe,” jawab Judi yang kembali focus pada laptopnya.


Membuat Vanessa berdecak. “Ketawanya gak ikhlas gitu.”

__ADS_1


“Bentar, Yank. Ini nanggung,” ucapnya sesekali melihat istrinya yang terlihat kesal.


Karena bosan sendirian, Vanessa menyalakan televise. Dan volumenya yang lumayan meningkat membuat Judi sedikit terganggu. Tapi dia tidak ingin membuat istrinya bertambah kesal.


Maka dari itu, Judi berdiri sambil membawa laptop di tangannya. “Aku ngerjain di luar ya.”


Vanessa hanya mengangguk sambil menatap kepergian suaminya, dia baru tersadar kalau volume televisinya telah mengganggu. Vanessa menghela napas. “Kok sabar banget sih?”


Vanessa segera turun untuk menyiapkan beberapa cemilan. Dia memotong bolu yang tadi dibuat dengan segelas teh hangat tawar. Dia mendatangi suaminya yang ada di ruang santai lantai dua.


“Apa ini, Yank?”


“Cemilan buat kamu, biar gak ngantuk.”


Judi tersenyum. “terima kasih.”


Sampai Judi sadar sesuatu. “Eh, ini bolu yang dibikin tadi?”


Vanessa mengangguk. Dia juga merasa bersalah melarang Judi memakannya karena ini untuk Oma Asih.


“Makasih, Sayang.”


“Sama sama.” Kemudian malu malu Vanessa menunduk dan memberi ciuman di pipi suaminya.


CUP.


“Semangat kerjanya, Mas.”


🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continueeeee

__ADS_1


__ADS_2