
🌹Voteee ya ghaisss🌹
🌹Follow ige emak juga ya : @RedLily123🌹
Karena besok akan pergi ke Raja Ampat, Vanessa mulai mengeluarkan pakaian pakaian lamanya dan memasukan pakaian pakaian yang baru.
Siang ini Judi harus pergi lagi untuk yang terakhir kalinya dengan urusan bisnis, sehingga mereka bisa berbulan madu.
Vanessa sendiri tidak menyangka perjalanan panjangnya akan berlabuh di hati suaminya sekarang. Semua yang semula terlihat kacau, sekarang akhirnya dia mendapatkan tempat yang benar benar menjadi rumah.
Vanessa bahagia, dia bersyukur kepada Tuhan telah mengirimkan malaikat untuknya. Vanessa paham, jalan yang diberikan Tuhan tidak pernah salah. Dia membimbing kita dengan menuntun pada persoalan supaya menjadi lebih baik lagi.
“Astaga, aku harus mandi,” ucap Vanessa yang selesai berkemas.
Dia memisahkan satu pakaian. “Aku akan mencoba gamis ini.”
Vanessa dengan riang segera mandi, dia memakai wewangian hingga akhirnya mengenakan pakaian yang selama ini belum pernah dia pakai. Sebuah gamis yang menutupi semua auratnya.
“Pake kerudungnya gimana ya? Liat tutorial ah biar good looking.”
Sambil belajar mengenakan kerudung, Vanessa berfikir untuk pergi menemui ayahnya dan membawakan beberapa makanan.
Sebelum pergi, Vanessa menelpon dulu pada Judi.
“Hallo, Assalamualikum,” ucap Vanessa ketika suaminya mengangkat panggilan.
“Waalaikum salam. Gimana, Van? Ini aku masih meeting, rindunya ditahan dulu dong.”
“Ih siapa yang rindu, pede,” ucap Vanessa sambil terkekeh geli. “Mana ada rindu sama kamu.”
“Kok gitu?” tanya Judi terdengar sedih.
__ADS_1
Membuat Vanessa tidak tahan tertawa, dia merasa kalau dirinya sedang berpacaran dengan brondong meskipun kenyataannya memang begitu. “Mas, aku mau kunjungi Papah aku boleh? Dia di rutan deket sini kok.”
“Sendirian? Nunggu aku pulang deh, Yank.”
“Kamu pulang jam berapa?”
“Sorean sih.”
“Tuh gak keburu, Mas. Kan pake waktu. Gak papa aku pergi sendiri. Lagian aku gak kelayapan kok, aku janji.”
Judi diam, dia tidak bisa mengizinkan istrinya pergi sendiri.
“Mas?”
“Jangan sendiri lah, aku suruh Mile anter kamu ya.”
“Yaudah. Aku sebelum dzuhur juga pulang ke hotel kok.”
“Hati hati, nanti aku telpon lagi kalau Mile udah di sana.”
Dan kemudian terdengar suara deheman. “Lagi meeting? Aku tutup deh ya.”
“Assalamualaikum, istri tercinta.”
Sebar bar apapun Vanessa, dia tetap tersenyum jika diberikan gombalan oleh sang suami.
“Suami tercintaku.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Vanessa menunggu kedatangan Mile di lobi hotel. Sampai dia melihat mobil yang sering ditumpangi oleh suaminya. Vanessa mendekat ke sana.
__ADS_1
“Hallo, Mile.”
“Selamat siang, Nyonya. Apa anda ingin pergi ke suatu tempat terlebih dahulu?”
“Ya, kita mampir ke toko kue dahulu.”
“Baik, Nyonya.”
Vanessa tidak henti hentinya menatap dirinya sendiri dalam pantulan kamera ponsel. Dia merasa bahagia mengenakan hijab, wajahnya terlihat bulat dan manis.
Vanessa memfoto dirinya sendiri di belakang sana, kemudian memilih milih untuk mengirimkannya pada suaminya.
Tapi belum sempat melakukannya, mobil yang ditumpanginya berhenti.
“Saya bisa membelikannya untuk anda, Nyonya.”
Karena tanggung sedang berselfie dan malas keluar, Vanessa mengangguk. “Belikan soft cake rasa keju ya.”
“Baik, Nyonya.”
Sembari menunggu, Vanessa kembali berselfie dengan senyuman indahnya.
Sampai dia ingat, dirinya juga ingin kue cokelat.
Dan saat Vanessa ingin membuka pintu mobil, dia melihat sebuah mobil yang berhenti di sampingnya. Dan waktu seolah terhenti, Vanessa melihat Alan dengan bayi di pangkuannya. Disusul oleh Inanti yang keluar dari sisi lain.
Mereka tampak bahagia, senyuman indah menghiasi keduanya.
Dan saat itulah Vanessa menangis kuat. Satu satunya yang bisa dia lakukan adalah menutup mulutnya dengan kuat.
Betapa teganya dirinya dulu memisahkan keluarga kecil itu, Vanessa menyesal. Dan air mata yang menjelaskannya saat ini.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹
TBC