
🌹VOTE YA GHAISSS🌹
🌹JANGAN LUPA AJAK YANG LAIN JUGA YAAA🌹
"Mas mulai kerja lagi kapan?" Tanya Vanessa yang siap siap berbaring di samping suaminya.
Dimana Judi saat itu sedang menggunakan laptop dengan kacamata terpasang di wajahnya.
Tidak mendapat jawaban, membuat Vanessa mengusap pelan tangan suaminya yang sedang berseluncur di atas laptop.
"Hah? Kenapa, Van?" Tanya Judi yang sadar.
"Kerja lagi kapan?" Tanya Vanessa menirukan seseorang yang bicara dengan seseorang yang kekurangan pendengaran.
Judi malah tertawa. Dia menyimpan laptopnya. "Biasa aja kali mukanya."
"Lagian dari tadi gak denger aku ngomong, lagi apa sih?"
"Lagi main game, hehehe," ucap Judi cengengesan.
"Ehehhehe, pantesan aku diabaikan gitu ya? Jadi kacang. Ehehehe." Vanessa menirukannya dengan nada mengejek kemudian membelakangi suaminya.
"Sayang, jangan marahan dong," ucap Judi yang langsung memeluk istrinya dari belakang.
"Jadi…. Kapan kerja lagi?"
"Minggu depan lah."
"Seminggu ini di rumah?"
"Iya, mantau kamu desain."
"Takut aku nyimpen dapur deket toilet?" Tanya Vanessa yang mana membuat Judi tertawa. "Nah, kan iya. Kamu gak percaya ya sama aku."
"Bukan gitu, Van. Kan kita bisa berbagi pendapat. Lagian juga aku kerjanya di rumah kok."
"Main game?"
"Enggak, inimah asli."
"Kamu punya banyak usaha tau, Mas. Fokusnya sekarang dimana? Bengkel bengkel?"
"Dealer?"
"Sekarang?"
Judi diam, dia merasa pembicaraannya dengan istrinya sering kali tidak nyambung. Dan dengan singkat, Judi berucap, "Lagi fokus di pembuatan mesin mesin."
"Mesin apa?"
"Mesin kincir, mesin kapal."
"Wah seriusan? Kamu yang bikin?"
"Enggak lah." Judi tertawa. "Aku mah mantau aja."
__ADS_1
"Gilaaaa… boss banget ya."
Judi mengangguk angguk sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri. "Madep sini dong, Yank."
Judi pikir Vanessa akan malu malu seperti yang ada dalam pemikirannya, tapi nyatanya Vanessa langsung membalikan tubuhnya. Istrinya benar benar agresif, berbeda dengan dalam film film yang biasanta malu malu ketika bersama suami.
"Nih udah madep, kok dianggurin?"
Judi berdehem.
"Mau ngapain nih? Udah madep."
Judi sedikit terpojokan saat dada istrinya menempel di depannya.
"Mas…..," ucap Vanessa penuh bisikan halus.
"Van, jangan gitu, geli."
"Mas….."
"Van jangan bikin aku merinding."
Vanessa menyeringai, dan tanpa ragu dia menempelkan bibirnya di bibir sang suami.
Judi mematung sesaat, apalagi saat Vanessa menjauhkannya.
"Cieee… pipinya merah," ejek Vanessa.
🌹🌹🌹🌹
Judi menengok ke bagian yang dimaksud oleh istrinya. Memang benar bagian sana adalah bagian yang terbaik, dimana rasanya berada di hutan hujan tropis. Begitu indah dan teduh.
"Bisa, tapi kalau sebelah sini tetep tertutup, Yank. Soalnya kalau anak anak kita rebahan nonton TV nanti ada tamu."
"Ke lantai dua lah, Mas."
"Oh iya, kok aku gak sadar?" Tanya Judi pada dirinya sendiri.
Vanessa tiba tiba saja mencium pipinya.
CUP.
"Kok?" Tanya Judi yang malu malu mendapatkan ciuman di pipinya.
"Gemesh aku sama kamu."
Judi berdehem, dia kembali melihat peta rumah di tangannya.
Mereka berdua tengah tengkurap sambil melihat ke arah yang sama.
"Nah kalau lantai dua kita buat khusus buat keluarga. Lantai satu kalau kita makan, ada tamu."
"Balkon ini kalau digedein gimana, Yank?" Tanya Judi.
"Boleh, biar bisa liat bintang kan."
__ADS_1
"Iya, terus kita tambahin kursi di sini, sama di sini juga."
Vanessa mengangguk angguk, sampai terhentikan karena dia mendapatkan telpon.
"Siapa?" Tanya Judi.
"Oma," jawab Vanessa. Dia segera mengangkat panggilan Oma Asih. "Hallo Assalamualaikum, Oma?"
"Waalaikum salam, Van. Jamu udah di minum?"
"Udah tadi pagi, Oma."
"Coba cek."
Vanessa segera berdiri, dia berucap dulu pada Judi, "Mau cek jamu dulu."
Kemudian Vanessa melangkah menuju kulkas. Dimana di sana ada jamu yang sudah berjajar rapi yang ditinggalkan Oma Asih. "Iya gimana, Oma?"
"Ada yang dibungkus item ada?"
"Kresek?"
"Iya, coba buka."
Vanessa membukanya. "Bukannya ini yang Oma bilang buat seminggu terakhir?"
"Salah, Van. Yang buat seminggu terakhir malah kebawa sama Oma. Itu obat kuat buat Judi."
Vanessa tersenyum. "Obat kuat, Oma?"
"Iya, boleh kok diminum. Gak harus nunggu nanti."
"Oke, Oma."
Setelah tahu itu dan setelah telpon terputus, Vanessa menuangkan jamu itu ke dalam gelas.
Kemudian dia membawanya menuju ke kamar. "Nih, Mas."
"Apa ni?"
"Jamu."
"Aku juga minum."
"Iya, nih minum."
Judi tidak sempat bertanya, dia langsung meninumnya. Dan setelah habis, baru dia bertanya, "Jamu apa sih, Van?"
"Jamu kuat."
"Apa?" Tanya Judi kaget. "Ini masih siang."
"Ya gak papa. Aku cuci gelas dulu ya sekalian nunggu reaksi jamu nya," ucap Vanessa meninggalkan Judi.
🌹🌹🌹
__ADS_1
To Be Continue alias TBC