
🌹Voteee dulu ya jangan kasih emak kendor.🌹
🌹Jangan lupa follow emak di : @RedLily.🌹
🌹Kalau mau vote, seriusan di sini aja. Yang David sama Sebastian gak papa, kasih sini aja, soalnya yang ini yang ikut lomba.🌹
🌹Makasih loh, bye bye.🌹
“Pake ini, Oma?”
“Jangan, itu kencur, Ijah,” ucap Oma Asih yang sedang melakukan video call dengan Vanessa. Oma Asih menahan semua kekesalannya karena Vanessa kembali lupa dengan berbagai rempah. “Pake yang kuning itu.”
“Oh ini?” tanya Vanessa. “Direbus?”
“Iya, diulek dulu sama bahan lainnhya. Nanti rebus sama dagingnya.”
“Oke, Oma. Aku paham,” ucap Vanessa tersenyum lebar. Dia tidak pernah sedikitpun tersinggung dengan ucapan Oma Asih yang mengatainya Ijah. Baginya, itu adalah panggilan kesayangan. Banyak kenangan dari panggilan itu. “Oma kapan ke sini? Katanya mau nginep?”
“Gimana mau nginep? Itunya aja belum jadi.”
“Tiga hari lagi jadi kok, Oma. Ini tinggal finishing doang.”
Terlihat Oma Asih yang melihat jam di sana. “Udah, sana masak kan Judi bentar lagi pulang.”
“Ehehehehe, aku tutup telponnya nih?”
“Banting aja hapenya.”
“Oma bisa aja,” ucap Vanessa tertawa. “Yaudah aku tutup. Makasih, Oma. Assalammulaikum.”
“Sama sama, waalaikum salam.”
Vanessa menarik napasnya, dia segera bersiap untuk membuat makan malam untuk sang suami. Rasanya menyenangkan menyiapkan sesuatu untuk suami, dan juga menjadi ibu rumah tangga seperti ini.
Hanya saja, ada satu hal yang membuat Vanessa berhenti tersenyum. Dia bertanya pada dirinya sendiri, “Apa aku bisa hamil?”
Itulah kesedihan terdalamnya, dia kemungkinan tidak bisa hamil. Vanessa ingin menangis jika mengingat hal itu, dia merasa bukan wanita sempurna untuk suaminya.
Tapi Vanessa memiliki janji pada dirinya sendiri. Jika ini berlangsung lama, maka dia akan mengizinkan Judi menikah lagi dan meninggalkannya.Â
Namun, mengingat Judi yang begitu mencintainya membuat Vanessa menggeleng menahan air mata. Dia ingat betul cerita Oma Asih, dia ingat bagaimana Judi memintanya untuk tidak pergi.
Tangan dan tubuhnya mungkin sedang bekerja memasak makan malam, tapi pikirannya mengelana. Sampai makanan siap, Vanessa masih memikirkan apa yang akan terjadi ke depannya.Â
__ADS_1
Sampai lamunan itu runtuh oleh suara, “Assalamualaikum, istriku? Wangi apa ini?”
Vanessa tersenyum. “Waalaikum salam,” ucapnya mendekat kemudian mencium tangan suaminya. “Aku udah siapin makan, kamu mandi dulu ya.”
Dan Judi tidak melepaskan tangan istrinya saat akan menjauh.
“Kenapa?” tanya Vanessa heran.
“Harusnya gini dulu.”
Judi mendekatkan wajahnya pada Vanessa.
CUP.
Pria itu mencium kening istrinya lama. “Nah, udah kan. Ih, manis banget sih kalau pipi kamu merah gitu.”
Dan Vanessa merengek saat dirinya berhasil digoda oleh suaminya, dia tidak bisa menerimanya.
🌹🌹🌹🌹🌹
“Enak?”
“Enak dong. Makasih, Sayang.”
Alis Judi terangkat. “Imbalan apa?”Â
“Kiss aku lah,” ucap Vanessa yang membuat Judi berdehem, istrinya selalu membuat kejutan gombalan secara tiba tiba. Berbeda dengan dirinya yang mempersiapkan dulu.
“Mas.”
“Iya nanti dikasih.”
“Ih bukan, aku mau ngomong.”
“Ngomong apa?” tanya Judi yang focus pada makanan di depannya. Perkembangan memasak istrinya semakin meningkat. “Eh, baru ngeh. Ini ada sayuran, Yank. Kamu keluar?”
“Ada tukang sayur keliling kok. Aku tadi ketemu tetangga baru, tapi lupa nggak nanya nama. Dia ngajak aku arisan.”
“Arisan?”
Vanessa mengangguk. “Tapi kalau di bagian yang menang, nanti ngadain pengajian di rumahnya. Tiap minggu pas hari kamis, ngaji surah yassin gitu.”
“Boleh, kamu ngikut aja.”
__ADS_1
“Seriusan, Mas?” tanya Vanessa tidak percaya, pasalnya Judi tidak menanyaka berapa nominal yang harus dibayarnya perminggu.
“Iya.”
“Kamu kok gak nanya arisan apa?”
“Apa aja boleh asalkan halal, emang arisan apa? Bukan arisan pacar kan?”
“Gila aja, ya enggak lah, Mas.”
Judi tertawa. “Cuma bercanda, Yank. Emang berapa perbulannya?”
“Perminggu, Mas.”
“Iya, berapa emang?”
Judi saat itu sedang makan dengan tenang, dia menunggu jawaban dari istrinya. “Yank?”
“Sepuluh juta perbulan.”
Saat itulah Judi berhenti mengunyah dan menatap Vanessa. “Jadi perbulannya empat puluh?”
“Iya…….., ikutan gak nih?” tanya Vanessa.
“Kamu mau?” tanya Judi dengan tenang. “Kalau kamu mau aku izinin kok. Pendapat kamu sendiri gimana?”
“Kalau menurut aku sih kemahalan, Mas. Niat aku kan mau ikut pengajian pengajian gitu, tapi kan ada juga pengajian bulanan di masjid sebrang. Aku ikut itu aja.”
Sebelum Judi menyela, Vanessa berkata, “Bukan aku niat anggap kamu gak mampu, Mas. Cuma sayang aja uang segitu, mending tiap hari jumat kita OTW.”
“OTW kemana?”
“Ke panti panti, gimana?”
“Subhanallah, istri siapa ini ya?”
“Istri Mas Judi yang ganteng muda kalem adem kayak kelapa muda.”
“Ih pinter, nanti aku kasih kiss nya dua kali.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Autrhor alias Emak be Like : “Dasar Pasangan Aneh. -_-”Â
__ADS_1