Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Korban TV


__ADS_3

🌹Voteeee dong ya, Ghaissssss. Pokoknya vote nya di sini, soalnya ini yang ikutan lomba.🌹


🌹Jangan lupa follow igeh emak di : @RedLily123.🌹


🌹Emak sayang kalian, oke oke oke?


🌹Selamat membaca yoooooo.🌹


“Rambut kamu udah cantik yang asli, Yank,” ucap Judi yang sedang meluruskan rambut istrinya setelah diberi obat pelurus.


Rambut asli Vanessa bergelombang, tapi beberapa kali dia meluruskannya meskipun pasti akan kembali ke bentuk yang asli.


“Bagusan bergelombang?”


“Iya.”


“Lah, kenapa gak bilang dari tadi? Kan aku cantik juga buat kamu.”


“Hem? Tadi gak kepikiran. Nanti mah biarin aja yang asli.”


Kemudian Vanessa terpikir, dia mengerutkan keningnya. “Halah, Mas, jangan bilang suka aku rambut bergelombang karena kamu gak tahan baunya.”


“Itu juga alasan kedua.”


“Ih dasar,” gumam Vanessa mengerucutkan bibirnya kesal.


Dan salah satu cara menyembuhkan rasa kesal istrinya adalah dengan mencium bahu telanjangnya. Vanessa hanya memakai tanktop yang membuatnya terlihat sangat panas, apalagi Vanessa memiliki bentuk tubuh ideal untuk seorang model.


“Gak papa lurus juga asal jangan keseringan ya.”


“Kalau diwarnai boleh?”


“Kamu mau? Kan kalau keluar juga pake kerudung, Yank. Jadi gak keliatan.”


“Kan aku cantiknya cuma buat kamu aja, Mas.”


“Oh…. Mau dandan buat aku?” tanya Judi yang focus meluruskan rambut istrinya.


Vanessa mengangguk. Dan setelah selesai meluruskan semua rambutnya, dia berbalik menatap suaminya. “Boleh?”

__ADS_1


“Asal jangan hitam gak papa.”


Judi mencabut kabel listrik, kemudian dia duduk kembali menghadap istrinya. “Kenapa liatin aku kayak gitu?”


Vanessa malah cengengesan, kemudian mendekatkan wajahnya pada suaminya.


CUP.


CUP.


Dia memberikan kecupan dua kali di bibir sang suami.


“Buat apa itu?” tanya Judi.


“Buat bantuin aku.”


“Kiss doang nih?” goda Judi.


Dan Vanessa yang paham dengan maksud sang suami langsung naik ke pangkuannya. Judi tertawa, dia segera mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di atas ranjang.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Selesai mandi, Judi segera turun ke lantai bawah untuk menemui istrinya. Dengan rambutnya yang masih basah, matanya mencari keberadaan sang istri.


Vanessa yang melihat kedatangan Judi bukannya menjawab malah berteriak.


“Kenapa?” tanya Judi kaget, dia bahkan berhenti melangkah.


“Mas, kan aku bilang kalau abis keramas, terus keringin rambutnya di kamar mandi,” ucap Vanessa berjalan mendekat sambil membawa alat pengering lantai. “Tuh liat rambut kamu rontok kan kemana mana, mana airnya netes lagi.”


“Iya lupa.”


“Itu handuknya pake buat ngeringin, bukan di pegang gitu.”


Judi menurut, jika Vanessa seperti ini dia selalu merasa kalau dirinya anak kecil yang sedang diurus.


“Biar aku aja,” ucap Judi mengambil alih. “Aku yang pel kamar.”


“Yaudah.”

__ADS_1


“Jangan marah lagi.”


“Nggak marah, kesel aja,” ucap Vanessa segera kembali ke bawah.


Dia sedang mempersiapkan sesuatu untuk Oma Asih dan Tante Metry yang akan datang. Dia mempersiapkan bolu pisang kesukaan Oma Asih. Mereka berdua akan datang besok dan menginap selama seminggu.


“Lagi bikin apa?”


Suara itu lagi, Vanessa menoleh. “Udah bersih?”


“Eh, udah dong, Yank. Maaf ya, jangan marah ya.”


CUP.


Judi memberikan ciuman di pipi istrinya. “Bikin bolu buat Oma?”


“Iya,, bantuin ya.”


“Iyalah, aku kan bisa diandelin.”


“Kalau bisa diandelin……,” ucapan Vanessa menggantung, dia menggambil handuk yang tergeletak di atas meja. “Ini simpen ke tempatnya ya.”


“Aduh, mati lagi.”


“Bilang apa kamu, Mas?”


“Eum, enggak. Yank, kalau kita sewa pembantu gimana.”


“Pembantu?”


“Iya, biar bisa bantu bantu kamu.”


“Kalau di Indo aku rada was was, Mas.”


“Was was kenapa?” tanya Judi dengan kening berkerut.


Kemudian Vanessa berucap, “Itu suamiku yang bersama pembantu itu, aku yang tersakiti, aku istrinya.”


Judi kemudian tertawa saat dia paham. “Nah ini nih kebanyakan nonton ikan terbang.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue


__ADS_2